Gadis Cantik Milik CEO

Gadis Cantik Milik CEO
Episode 76


__ADS_3

Masya pun mengikuti mama feri kedalam ruang belajar. Mama feri duduk disofa, masya tetap berdiri.


Masya merasa akan diadili karena dekat dengan anaknya.


"Siapa nama mu?." Tanya mama feri dengan nadanya yang datar dan kharismanya.


"Masya." Jawab masya singkat dengan menatap wajah mama feri yang berkharisma ketika bicara dengan serius.


Kenapa aku yang diadili sama tante ini?, yang ngejar duluan juga bukan aku. Cih apa dia kira aku mau ngejar harta nya. Aku juga pernah kaya tau gumam masya dalam hatinya.


"Tinggal dimana kamu?, dari keluarga mana kamu?, apa pendidikan mu?, kenapa kamu mendekati anakku?, apa tujuanmu? jawab dengan jelas!". Mama feri memberikan pertanyaan beruntut untuk masya.


Mama feri sadar dia tidak akan pernah bisa menghalangi feri. Mama feri tidak ingin kehilangan anaknya untuk kedua kalinya tapi mama feri masih berat menerima wanita yang bukan pilihannya.


"Tante kenapa aku harus menjawab pertanyaan dari tante, apa tante kira saya kesini dengan kemauan saya. Saya tidak pernah mengejar anak tante begitu pula saya juga tidak bermaksut mau merebut harta tante." Ucap masya dengan tegas.


Sedangkan diluar kamar belajar, papa feri dan feri berusaha mendengarkan dari balik pintu dengan seksama.


"Papa minggir dulu deh. Ngapain ikutan nguping juga. Papa mau dengerin apa?." Ucap feri dengan kesal.


"Papa juga mau dukung menantu papa. Kamu diam jangan banyak bicara. Papa gak bisa denger apa pun." Jawab papa feri sambil tetap menempelkan telinganya dipintu.


Mama feri terkejut mendengar jawaban dari masya. Mama feri kira masya akan menjawab semua pertanyaan dan memberi tahu dia tentang nya. Namun dugaan mama feri salah.

__ADS_1


Mama feri tertawa licik mendengar jawaban masya.


"Ternyata kamu cukup punya nyali." Ucap mama feri sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Fer kenapa mamamu tertawa."ucap papa feri.


"Mana aku tau pa feri juga gak denger mama ngomong apa."Ucap feri


"Tante kalau memang gak setuju dengan hubungan ku sama kak feri, lebih baik tante bilang saja sama kak feri. Maaf sebelumnya saya permisi." Ucap masya lalu pergi meninggalkan mama feri.


"Wah wah wah orang tua belum selesai bicara udah mau pergi saja. Hey pertanyaanku gak ada yang dia jawab!!!."Ucap mama feri penasaran dengan sikap masya.


Jegrek suara pintu terbuka papa feri dan feri masih berdiri didepan nya dan tetap dalam posisi menguping. Masya berdiri didepan mereka pun terkejut melihat tingkah mereka.


Sontak mereka berdua terkejut melihat masya sudah berdiri didepan pintu.


"Emm gak ada ini tadi aku sama papa lagi mikirin sesuatu tentang perusahaan. Ya kan pa??." Ucap feri menatap wajah papanya kebingungan.


"Oh iya tadi kita lagi mikir sesuatu." Sambung papa feri tersenyum pada masya.


Mama feri pun tersenyum melihat tingkah anaknya dan suaminya. Dia merasa feri kembali seperti dulu, menjadi anak ceria dan lucu.


"Kak masya mau pulang dulu. Masya kangen sama mama." Ucap masya berpamitan.

__ADS_1


"Oh oke aku antar kamu pulang!. Feri tersenyum menghampiri masya.


"Pa feri pergi dulu." Feri berpamitan pada papanya lalu pergi.


"Aku dianggap patung sama anakku hiiih!!! awas saja kamu!!! aku akan coret keluar dari kartu keluarga." Ucap mama feri lalu berjalan pergi meninggalkan suaminya.


"Eh maaa jangan pergi dulu. Papa mau tanya tadi mama kenapa tertawa didalam? apa mama sudah setuju dengan hubungan mereka maaaa!!!."Teriak papa feri kepada istrinya yang pergi tidak menghiraukan perkataannya.


"Jangan harap aku setujuuuu!!!!!!!.."teriak mama feri


Feri mengantarkan masya pulang kerumahnya dalam perjalanan feri berniat bertanya pada masya apa yang terjadi didalam ruang belajar tadi.


"Tadi mama ngomong apa sama kamu???. Tanya feri.


"Bukannya tadi kak feri udah nguping kan?? kenapa masih tanya masya."jawab masya


"Siapa yang nguping kamu ngomong. aku ngobrol sama papa."Sanggah feri malu karena ketahuaan.


"Ohhh sekarang seperti itu ya kalau lagi ngobrol bisnis." Ucap masya mengejek feri yang kekanakan. " Sepertinya kalau staf perusahaan tau ceo nya bersikap seperti anak kecil masih takut gak ya mereka." Jawab masya tertawa licik.


"Selidiki wanita yang bersama dengan feri sekarang beri aku laporan 2 jam lagi." Mama feri menyuruh seseorang menyelidiki masya.


"Baik nyonya."Ucap pesuruh mama feri dari sambungan telfon.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca


__ADS_2