
fe pun kembali dengan 3 karcis ditangannya, setelah melewati antrian panjang yang membosankan.
melihat fe kembali, masya tersenyum bahagia.
kenapa dia bahagia melihat fe gumam feri mendengus kesal.
"yuk om kita kesana"ucap masya menarik tangan feri.
mereka pun menunggu giliran mereka. setelah beberapa menit mereka menunggu, saatnya mereka naik.masya sangat bahagia.
rollcoaster pun mulai berjalan pelan dan lama lama berjalan sangat cepat. terdengar teriakan disana masya berteriak gembira, fe tetap memasang wajahnya tanpa ekspresi.
sedangkan feri sudah heboh sendiri. feri mencengkram tangan fe sangat kuat dan berteriak memaki maki fe.
"aaaaa brengsek kamu fe,,,,,,,,,aaaaaa kenapa ada permainan seperti ini disini....aaaaaaa akan aku tutup wisata ini ,,,,,,,,aaaaaa brengsek kamu fe tunggu aku turun aku hajar kau feeee aaaaa,,,,"feri berteriak sekeras kerasnya
fe pun tidak mendengar makian yang dikeluarkan dari mulut feri, masya asyik dengan dunianya dan fe tetap tanpa ekspresinya.
setelah beberapa menit mereka berputar, permainan pun berhenti semua turun karena masih ada yang antri menaikinya.
masya turun dengan bahagianya, fe tetap saja dengan wajah datar tanpa ekspresinya, dan jangan tanya feri seperti apa. wajah feri sudah pucat, feri turun sempoyongan dengan memegang tangan fe takut terjatuh.
ya ampun tuan muda kenapa wajahmu pucat begini, saya mohon tuan muda jangan pingsan disini gumam fe
"om kenapa wajahmu pucat banget"teriak masya melihat feri sangat pucat tidak punya tenaga.
masya pun tidak tahan menahan tawanya, keluarlah tawa masya menertawakan feri.
"nona tolong pegang tuan muda saya akan membeli minum untuknya"ucap fe memberikan lengan feri kepada masya.
__ADS_1
"om om dasar lemah gitu saja sudah mau pingsan"ucap masya sambil tertawa.
brengsek kamu fe, kenapa kamu bawa aku ketempat gila seperti ini awas kamu fe dan kamu gadis bodoh akan aku balas juga kamu sudah menertawakanku gumam feri kesal.
setelah beberapa menit fe datang dengan membawa 3 botol minum untuk mereka.
"tuan muda lebih baik minum dulu"ucap fe memberikan 1 botol minum pada feri.
feri meminumnya hingga habis, setelah dia rasa mempunyai tenaga. feri menatap tajam sekertarisnya.
tuan muda kenapa anda menatapku seperti ingin menerkam ku gumam fe.
tawa masya pun hilang setelah melihat wajah feri.
aaaaaa om gila menakutkan habis aku diterkamnya. gimana dong kan tadi aku kelepasan teriak masya dalam hatinya.
"fe apa kamu sudah bosan hidup?"bisik feri kepada sekertarisnya itu.
apa yang akan anda lakukan padaku tuan muda gumam fe.
"gadis bodoh akan ada balasan setelah kamu puas menertawakanku"bisik feri pada masya
apa yang akan om gila lakukan padaku, aaaa..... aku akan mati ditangannya gumam masya.
beberapa menit mereka istirahat,feri pun sudah lebih segar.
"gadis bodoh yuk kita jalan."feri menggandeng tangan masya berjalan menyusuri taman bermain.
"sepertinya tadi om lemas banget kenapa sekarang jadi semangat sekali, jadi curiga aku"ucap masya lirih.
fe tetap berada dibelakang mereka.
__ADS_1
aku lebih baik kerja dari pada jadi pengawal mereka bermesraan begini gumam fe kesal.
akhirnya feri menemukan ide membalas masya.
"yuk kita lihat itu."ajak feri, feri menyeringai licik setelah melihat ada rumah hantu disitu.
kali ini aku akan membalasmu gadis bodoh gumam feri
"om beneran mau kesitu"tanya masya pada feri.
"iya lah, kenapa? kamu takut kan?."ucap feri.
benar benar om ini gila siang siang begini mau masuk rumah hantu?? gumam masya
"siapa takut."ucap masya menantang feri. dia tidak menunjukkan rasa takutnya pada feri.
"fe belikan tiket untuk masuk kesana."feri menarik masya mendekati bangunan itu dan fe meninggalkan mereka untuk membeli tiket masuknya.
"baik tuan muda" ucap fe lalu pergi meninggalkan mereka.
licik juga akal anda tuan muda gumam fe
tidak menunggu lama fe sudah mendapatkan tiket masuknya.
mereka pun masuk kedalam rumah hantu itu.
terimakasih dukungannya
jangan lupa like, bintang dan vote nya ya
__ADS_1