Gadis Cantik Milik CEO

Gadis Cantik Milik CEO
Episode 81


__ADS_3

Fe tetap berdiri tanpa berkutik, "Tuan mudaa!!!, kode dong kode!!!, aku kan bisa keluar dulu. Aaah kenapa mataku selalu ternodai oleh kelakuanmu tuan muda Kasian sekali."Gumam Fe tanpa ekspresi.


Setelah Masya tercengang beberapa menit dia pun langsung mendorong Feri dan membuat Feri terjatuh.


"Kak bisa aba aba dulu dong kalau mau gitu."Ucap Masya lalu melihat Fe yang masih berdiri disitu tanpa ekspresinya dan menambah Masya Frustasi.


"Aaah lihat sikon dong kak sikon."Lanjut Masya sambil menatap Fe.


Feri pun mengerti maksud dari Masya dan tertawa mendengarnya.


"Santai aja anggap saja dia tidak ada."Jawab Feri tanpa tau malu itu.


"Ya anggap saja aku angin disini nona muda."Gumam Fe.


"Dasar gila."Ucap Masya lirih.


"Udah ah Masya mau pulang aja."Masya beranjak dari tempatnya.


"Hei hei hei gadis gila!!.Kamu belum kasih aku keputusan."Ucap Feri sedikit teriak dan melihat Masya yang keluar dari ruangannya.

__ADS_1


Hei gadis gilaaa."Teriak Feri.


Masya tertawa dengan keras diluar ruangan memdengar teriakan Feri yang terdengar sampai luar ruangan.


"Biar tau rasa kau. Salah sendiri seenaknya aja."Ucap Masya lalu memasuki lift.


"Apa harus saya kejar tuan muda?."Tanya Fe pada tuan mudanya itu.


Feri menatap tajam Fe. Tanpa Feri berteriak Fe pun berlari mengejar Masya.


"Nona Masya tunggu."Teriak Fe lalu mengejar Masya yang sudah berada di lift.


"Nona muda hanya anda yang berani menentang tuan muda tapi tolong jangan sekarang. Dokumen sudah menumpuk belum dikerjakan oleh tuan muda. Tolong bantu saya nona."Pinta Fe pada Masya tetap dengan wajahnya yang tanpa ekspresi walaupun dalm keadaan memohon itu.


"Tuan apa wajah anda memang seperti itu dari lahir. Kenapa gak ada ekspresi kalau anda itu lagi butuh bantuan tuan!!, ekspresi anda datar datar aja, kalau orang liat cara anda begini meminta bantuan pasti tidak ada satu orang pun yang percaya dengan anda."Ucap Masya menjelaskan panjang lebar pada Fe.


"Terserah anda nona muda yang penting mood tuan muda kembali lagi. Saya juga baru kali ini meminta bantua. seseorang. Sepertinya sekarang aku sudah seperti manusia normal."Gumam Fe.


"Bantu saya nona."Pinta Fe pada Masya.

__ADS_1


"Ah kasian juga. Oke."Jawab Masya.


Fe dapat bernafas lega Masya mau membantu dirinya. Masya berjalan kembali memasuki kantor Feri dan menemaninya bekerja.


Setelah beberapa jam Masya didalam akhirnya Feri pun selesai mengerjakan dokumen dokumen itu.


"Kasian."Ucap Feri menatap Masya yang tertidur disofa kantornya.


"Tuan muda, nona Masya hanya menemani anda 3 jam lamanya anda kasian dengannya terus bagaimana kabarku yang bertahun tahun anda susahkan. Apa anda tidak kasihan tuan muda."Ucap Fe dalam hatinya.


"Fe kita pulang keapartemen."Ucap Feri sambil menggendong Masya yang tertidur pulas itu.


"Dasar putri tidur."Gumam Feri sambil tersenyum.


"A a apa anda sudah gila tuan muda???, anda tersenyum saja sudah heboh satu kantor apalagi mereka melihat anda menggendong nona Masya. Aah lama lama aku yang gila."Ucap Fe lirih.


Semua karyawan sore itu dihebohkan untuk yang kedua kalinya dan yang ini menggemparkan semua karyawan.


Resepsonis yang tadi tidak membolehkan Masya masuk pun gemetar ketakutan melihat nona yang diusir tadi digendong oleh direkturnya.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2