
Apa karena ini om itu tidak mau memberi tahu keluarga nya?. Apa dia benar benar serius denganku???. gumam Masya.
"Kalau urusan anda sudah selesai tolong pergi dari sini, saya masih banyak urusan." Masya mempersilakan Erika untuk pergi.
Erika tambah geram melihat gadis polos itu ternyata berani melawannya. Erika segera berjalan pergi sambil menatap masya tidak suka.
Beraninya dia melawanku, kita lihat saja nanti gumam Erika lalu pergi melajukan mobilnya.
Tidak lama kemudian ponsel Masya berdering.
dring
dring
"Om itu?." Ucap Masya mengerutkan dahinya. Masya menerima panggilan dari feri.
"Gadis bodoh aku tunggu di restoran x kamu harus sampai dalam waktu 10 menit kalau tidak aku akan menghukummu."Ucap Feri lalu mematikan sambungan telfonnya.
Feri senyum senyum setelah mengatakan ancaman pada Masya.
"Apa dia bilang 10 menit. Kenapa dia seenaknya sendiri. Aaah aku sudah pusing dengan hidupku, kenapa dia juga mau mempersulitku. Belum lama aku jadi tunangannya sudah ada cewek datang mencari masalah.."Teriak Masya.
"Ups apa aku bilang barusan tunangannya. Apa aku juga sudah gila?. Aaah tau deh." Ucap Masya pada dirinya sendiri.
Masya segera membersihkan diri dan langsung berlari menuju restoran itu.
"Sepertinya restoran itu deket rumahku lebih baik aku lari."Ucap Masya lirih.
Masya berlari menuju restoran itu, sambil menatap jam ditangannya.
Ah masih kurang 4 menit lagi. Aaaah sepertinya aku akan terlambat. Apa dia memang sudah gila!!!.Teriak Masya mempercepat larinya.
Feri sudah menunggu direstoran. Feri menatap jam ditangannya.
"Gadis bodoh sudah 10 menit belum sampai."ucap feri.
__ADS_1
masya muncul dengan nafas tak beraturan, mencari orang yang membuatnya lari dari tadi. masya mengedarkan pandangannya dan menemukan feri sudah duduk disalah satu meja restoran itu.
"ah sepertinya aku selamat."ucap masya mendekati feri.
"gadis bodoh kamu telat selarang waktu sudah menunjukkan 10 menit 40 detik aku akan memberi hukuman padamu."ucap feri menyeringai licik.
apa dia benar benar sudah gila!!!!! cuma beberapa detik, dia akan menghukumku. sepertinya otak orang ini ketinggalan dikantornya gumam masya menatap feri kesal.
"kak feri tadi kan masya masih mandi, jadi gak tepat waktu deh."ucap masya memanyunkan bibirnya yang mungil.
apa dia berani menggodaku sekarang gumam feri menyeringai licik.
"aku tidak mau tau. aku akan tetap menghukummu."feri menatap tajam masya.
"aaaah memang orang ini, mungkin gilanya lagi kumat sekarang."masya mengeluarkan nafas kasar.
"hey gadis bodoh kemari."ucap feri melambaikan tangannya.
"apa yang akan orang gila ini lakukan."ucap masya lirih.
"baik tuan muda."fe segera mundur tiga langkah berdiri disamping tuan mudanya.
"ini buat kamu baca sekarang!!!!."ucap feri dengan tegas lalu melemparkan amplop coklat itu ke meja.
"cih katanya bos tapi gak punya sopan santun."gumam masya lalu mengambil amplop yang dilempar feri.
"ini apa kak?????buat masya?."tanya masya.
"hmm."jawab feri singkat.
masya membuka amplop yang diberikan oleh feri.
mata masya melotot setelah membaca isi dokumen didalam amplop itu.
"apaaaa ini bener kak."ucap masya sedikit berteriak.
__ADS_1
"menurutmu?." jawab feri dengan senyumnya yang licik.
masya lari kearah feri dan langsung memeluk feri. sontak membuat feri terkejut.
gadis bodoh jantungku hampir lepas kalau kamu mendadak memelukku seperti ini gumam feri. detak jantung feri berdegup sangat kencang.
"kak terimakasih, aku seneng banget."ucap masya yang masih tetap memeluk feri.
"gadis bodoh kenapa kamu agresif sekali hari ini. kamu memelukku sampai aku sulit bernafas bodoh."ucap feri.
wajah masya merah mendengar ucapan feri.
"maaf."masya melepas pelukannya."tapi tunggu, darimana kak feri tau kalau aku mau kuliah diuniversitas x. apa selama ini kak feri memata mataiku."ucap masya dengan curiga.
"dasar gadis bodoh. apa aku punya waktu untuk melakukan itu."ucap feri.
benar juga, kak feri kan presdir pratama mana ada waktu dia melakukan hal itu. tapi ini juga tidak mungkin kebetulan kan, fikir masya yang masih tetap curiga dengan feri.
"ya siapa tau."ucap masya.
"cukup kamu tau saja kalau aku tidak ingin tunangan ku menghadapi kesulitan."ucap feri.
apa dia bilang tunangan lagi huh tadi pagi ada cewek mengaku tunanganmu sudah datang mencari masalah denganku.sebenarnya berapa banyak tunangan mu cih ucap masya dalam hati.
"gadis bodoh jangan lupa aku belum memberimi hukuman."ucap feri.
"memangnya kak feri mau menghukumku?."ucap masya.
"iya!!!."ucap feri.""sebelum aku menghukummu aku akan mengajakmu makan siang bersamaku."feri tersenyum menatap masya.
terimakasih dukungannya
jangan lupa mampir novelku I LOVE YOU
jangn lupa like, bintang dan vote nya
__ADS_1