
Mama feri:" Sayang mama kangen kamu lo. Kok gak pernah pulang?."
Feri :"Feri masih diparis ma. Pulang dari sini feri pulang kerumah."
Saat feri sedang bicara dengan mamanya erika mendekati feri. Erika membuat isyarat pada feri untuk berbicara dengan mama feri. Melihat isyarat dari erika, feri pun memberikan ponselnya pada erika.
Erika :"Hallo tante gimana kabarnya?."
mama feri terkejut mendengar erika bicara dengannya.
Feri bareng sama erika fikir mama feri dan tersenyum dengan bahagianya.
Mama feri:"Hei sayang kamu juga disana?. Kok bisa bareng kesana?. Apa jangan jangan feri sudah mau menikah sama kamu?."
Erika terdiam sejenak mendengar pertanyaan mama feri yang sudah berbaris panjang.
Erika:"Tante banyak banget tanya nya tante gak mau jawab pertanyaan erika dulu?.
Erika masih bingung bagaimana menolak keinginan mereka dulu, dan saat ini erika sudah melepaskan feri dengan yang lainnya.
Mama feri:"Iya tante baik kok, sekarang giliran kamu jawab pertanyaan tante."
Erika :"Nanti saja kalau sudah pulang erika jawab."Ucap erika sambil mengeluarkan tawanya yang sengaja dibuat buat.
Mama feri :"Oke kalau gitu kalian hati hati ya. tante tutup dulu."
Erika memberikan ponsel fe lalu kembali bergabung dengan teman temannya. Melihat erika yang menghampiri feri saat menelfon mama nya membuat masya berfikir macam negatif.
Erika kenal sama mama kak feri sampai seakrab itu? gumam masya. Tatapan masya kosong, feri sudah memanggilnya dari tadi namun tidak ada jawaban dari nya.
"Hei kamu bengong aja kenapa?."Tanya feri dengan lembut sambil memegang pipi masya.
"Kak feri pulang yuk aku kangen sama mama."Masya menunjukkan wajah sedihnya pada feri.
__ADS_1
"Iya besok kita pulang."Ucap feri membelai rambut masya. Masya menganggukkan kepalanya pelan.
Dalam perjalanan mereka terdiam tidak ada suara.
Masya terlelap dalam pundak feri karena merasa lelah.
Selang beberapa menit mereka pun sampai. Feri menggendong masya menuju kamar nya lalu meninggalkan masya tertidur.
Erika masih duduk diruang tamu kamarnya.
"Kamu belum tidur cha?".Tanya feri pada erika
"Belum. Feri, aku mau ngomong sebentar."Kata erika mencegah feri yang akan keluar kamar.
"Ngomong aja cha. Ada apa ?." Feri berjalan mendekati erika dan duduk didekatnya.
"Feri aku bingung nanti mau jelasin ke tante soal pertunangan itu. Tante juga kan pengen banget aku nikah sama kamu."Ucap erika menatap feri dengan mata lesu.
Erika menatap feri kesal lalu masuk kedalam kamarnya. Feri pun segera pergi menuju kamarnya.
Semakin malam suasana diluar semakin ramai. Feri yang masih terdiam di balkon kamarnya pun menatap suasana malam yang indah.
Feri merasakan rindu pada masya meskipun hanya sebentar tidak bersamanya. Semenjak masya datang dalam hidup feri, feri merasa bahagia. Masya dapat mengubah hidup feri yang dingin. Feri kembali menjadi pria hangat dan manis.
Pagi hari seperti biasa feri sudah berada didalam kamar masya. Feri duduk disofa sambil terus memandang wajah masya yang cantik.
Setelah beberapa menit feri disana masya bangun. Tidak terkejut seperti biasanya karena masya sudah tahu feri duduk disana.
"Memangnya kak feri itu bangun jam berapa jam segini sudah nongkrong aja disini."Ucap masya sambil berjalan menuju kamar mandi.
Feri tersenyum masih menatap masya.
grek
__ADS_1
Pintu kamar mandi terbuka masya pun masuk kedalam kamar mandi.
"Kenapa kak feri akhir akhir ini suka senyum senyum gitu ya? sakit mungkin kak feri sekarang? sering banget senyum. Jadi takut lihatnya."Ucap masya lirih sambil melakukan aktivitas mandi nya.
Setelah beberapa menit masya pun keluar dari kamar mandi dan feri masih tetap duduk ditempat tidur masya.
"Eh kak feri masih disini belum keluar ya?."Ucap masya, masya memakai baju mandi, dia berjalan mendekati kaca sambil mengeringkan rambutnya.
Feri pun tidak memalingkan pandangan nya, Feri menatap masya dengan penuh cinta.
"Aku nunggu kamu mandi."Feri berjalan mendekati masya dan berdiri dibelakangnya.
Feri memeluk masya dari belakang.
"Masya aku sungguh mencintaimu."Ucap feri sambil menenggelamkan wajahnya.
Pipi masya merona mendengar ucapan feri.
"Kak feri sungguh mencintai masya?"Tanya masya berbalik menghadap feri.
Feri menatap tajam wajah masya.
"iya aku benar benar menicintaimu."Ucap feri
feri mencium bibir masya, masya pun tidak mengelak ciuman dari feri. mereka pun melakukan ciuman panas itu beberapa menit.
"Huh stop kak masya gak bisa nafas."Ucap masya dengan nafas yang tidak beraturannya."Kak feri keluar dulu deh. Masya mau ganti baju. Kita siap siap buat pulang kan ?."Tanya masya lalu mendorong feri keluar dari kamar nya.
"Hmmm iya iya aku keluar dulu kamu cepet siap siap. "Feri keluar dengan senyum nya yang sangat bahagia.
Terimakasih sudah mampir membaca
maaf untuk keterlambatannya.
__ADS_1