
Masya menatap tajam feri dan tetap berdiri didepan pintu direktur kampus.
Feri berjalan perlahan mendekati masya, semua mata tertuju pada mereka.
"Siapa gadis cantik itu?, apa dia mahasiswa baru?, apa dia kenal dengan presdir pratama?, waaah apa aku mimpi bisa melihat dia tersenyum dengan sangat tampan." Ucap salah satu mahasiswa disana.
"Sudah? kok kakak belum pulang?." Tanya masya.
Tanpa menjawab pertanyaan dari masya, feri menggandeng tangan masya dan berjalan menuju mobilnya.
Banyak mata melihat kearah mereka. Siang itu kampus x heboh dengan kedatangan feri ditambah lagi dengan masya yang begitu akrab dengan feri. Bisik bisik sudah terdengar dimana mana.
Ya ampun ini orang urat malu udah putus kali ya? gumam masya sambil berjalan tanpa memberontak.
Mereka pun masuk didalam mobil, masya terdiam tanpa menatap feri.
"Kenapa kamu diam?." Tanya feri menatap masya.
"Kak, kenapa suka sekali bikin heboh di tempat sekolah masya!, nanti kalau sampai ada fans gila kakak dan dia gak suka sama masya, gimana dong?." Ucap masya memanyunkan bibirnya.
Feri mendekatkan bibirnya ditelinga masya.
"Kalau sampai ada yang menyakitimu aku pastikan dia tidak akan bahagia. "bisik feri ditelinga masya.
deg
deg
deg jantung masya bedetak sangat cepat.
Ini hati kontrol dong kamu harus fokus. Kenapa kamu terpesona dengan dia gumam masya memaki hatinya yang tidak karuan saat dekat dengan feri.
"Sekarang kakak mau bawa masya kemana lagi?." Tanya masya dengan mengalihkan pemandangan tanpa menatap feri.
"Kamu diam saja. Aku akan buat kamu bahagia sebelum kuliah dimulai." Ucap feri.
Mobil berjalan menyusuri kota yang sangat ramai itu. Setelah beberapa menit mereka pun turun di bandara kota .
__ADS_1
"Kok kita kebandara mau ngapain kak?." Tanya masya dengan penasaran.
Feri tidak menjawab pertanyaam masya. Fe pun juga diam tanpa mengucapkan apapun. Feri menggandeng tangan masya. Mereka memasuki bandara dan menuju sebuah pesawat pribadi feri yang sangat mewah.
"Kak kita mau kemana?.kenapa naik pesawat?." Tanya masya. Feri tetap diam, masya mulai kesal karena tidak ada jawaban dari feri sedari tadi.
"Om datar apa kamu sekarang benar benar jadi robot?, kenapa kamu tidak berbicara dari tadi?."Tanya masya menatap fe dibelakangnya tanpa bergeming. Masya sangat kesal dengan kelakuan feri dan sekertarisnya.
Kenapa mereka semua sekarang jadi bisu gumam masya dalam hati.
Nona tolong jangan bicara dengan saya atau bonus ku akan dipotong bulan ini gumam fe menarik nafas dalam.
Mereka pun sudah berada didalam pesawat. Masya duduk didekat feri tanpa mengeluarkan suara.
Oke masya juga akan jadi patung sekarang ucap masya dalam hati.
Feri tersenyum melihat masya. Pesawat mulai terbang.
"Hei lihat pemandangan dibawah bagus bukan."Ucap feri melihat kebawah melalui cendela.
"Hei kamu lihat awannya sangat cerah bukan saat ini." Ucap feri lagi tanpa jawaban dari masya.
Kenapa sekarang dia diam guman feri dalam hatinya.
"Gadis bodoh apa kamu tidak mendengarku?." Tanya feri yang ketiga kalinya tanpa ada jawaban lagi.
Feri mulai kesal, dia melepaskan sabuk pengamannya lalu berjalan ketempat dimana masya duduk.
"Hei kenapa kamu tidak menjawabku?." Teriak feri sangat kesal.
Feri pun mendekati wajah masya dan tiba tiba mencium bibir masya.
cup
cup
Sontak masya terkejut dan mendorong feri.
__ADS_1
"Kak kok tiba tiba nyium masya?."Teriak masya.
"Salah sendiri kamu diajak ngomong gak mau jawab. Sepertinya aku sekarang tau?." Ucap feri.
"Tau apa ?." Tanya masya penasaran melihat feri tersenyum lebar.
Kenapa senyum dia bikin aku merinding gumam masya.
"Kamu diam minta dicium kan?." Ucap feri dengan bahagia.
Masya menepuk jidatnya,"ya ampun ini orang benar benar tidak punya malu."Ucap masya lirih.
"Ampun deh kak!!! masya itu lagi marah tadi kak feri juga gak mau jawab pertanyaan masya." Ucap masya pasrah dengan kebodohan feri.
"Kenapa kamu gak bilang kalau lagi marah." Ucap feri tanpa dosa.
"Masak masya mau ngomong kalau lagi marah. Kenapa kak feri itu gak ada peka pekanya sih." Ucap masya kesal.
"Memangnya salah kalau marah harus ngomong." Ucap feri.
"Masya laper pengen makan." Ucap masya dengan kesal tanpa menjawab feri.
Kenapa wanita sulit dimengerti?. Lebih mudah rapat dikantor daripada menghadapi wanita gumam feri lalu duduk ditempatnya.
Mendengar masya laper fe pun beranjak mendekati mereka.
"Nona mau makan apa?." Tanya fe.
"Cih kenapa om datar juga mau ngomong sekarang. Apa capek belajar bisunya!."Ucap masya lirih.
"Apa aja deh."Ucap masya sambil melihat keluar cendela.
"Ini yang dibilang indah sama kak feri?awan semua apanya yang indah."gerutu masya.
Terimakasih dukungannya .maaf ya author lagi sibuk banget minggu ini.
mohon maaf .selamat membaca
__ADS_1