Gadis Cantik Milik CEO

Gadis Cantik Milik CEO
Episode 95


__ADS_3

Feri memeluk erat Masya, "jangan bergerak, biarkan seperti ini sebentar saja."


Sebenarnya Feri sudah tidak bisa menahan jika berdekatan dengan Masya. Namun Feri tetap menahan agar tidak sampai melakukan hubungan yang lebih intim lagi dengan Masya sebelum dia menikah.


Masya merasa pelukan Feri semakin erat membuat dia tidak bisa bernafas.


"Kak boleh Masya nafas dulu, Masya gak bisa nafas," ucap Masya ditelinga Feri.


Karena Masya berbisik ditelinga Feri membuat Feri geli dan melepas Masya dengan kasar lalu berbalik pergi dari kamar itu.


"Aw," teriak Masya saat Feri mendorong Masya. Masya menatap Feri pergi dari kamarnya dengan terburu buru. "Kak Feri kenapa sih aneh banget," gumamnya.


Feri berdiri dibalik pintu dengan nafas tidak beraturan seperti habis melakukan lari maraton. " Brengsek brengsek kau Feri," ucap nya dengan kesal sambil mengusap kasar wajahnya.


Grek


Tiba tiba suara pintu terbuka membuat Feri terkejut.


"Ah kau mengagetkanku," ucap Feri sambil melompat kaget.


"Masya mau pulang," ucap Masya dengan lesu.


"Ke apartemen kakak saja," Feri menggandeng Masya.


"Tapi Masya pengen pulang kerumah," ucap Masya sambil menatap Feri.


Feri menggandeng tangan Masya namun berjalan dengan cepat membuat Masya sedikit berlari. Dikoridor depan mereka berpapasan dengan dr Frengki.


"Fer sudah mau pulang," tanya Frengki yang melihat Feri berjalan didepannya. "Feri," teriak Frengki namun tidak ada jawaban dari Feri dan melewati Frengki tanpa menatapnya. Frengki seperti tidak ada disitu membuat Frengki heran dan bertanya tanya. "Apa aku sudah mati ya?, kenapa dia tidak melihat dan mendengarku sama sekali," gumam Frengki berjalan dengan pelan sambil melihat kakinya, "Enggak kok aku masih bisa menginjak tanah, aku masih manusia dong," ucap Frengki lalu berhenti menoleh kebelakang melihat Feri berjalan dengan cepat. "Ah benar benar," Frengki melanjutkan pekerjaannya.


Beberapa menit kemudian Feri dan Masya sampai diapartemen Feri.


"Kamu istrahat duluan aku mau mandi," ucap Feri lalu melepas bajunya dari kamar dan masuj kekamar mandi.

__ADS_1


"Emang kenapa gak dibuka dikamar mandi saja," ucap Masya dengan kesal sambil menutupi mukanya. "Tapi badan dia bagus banget," Masya tersenyum geli sambil terlentang dan mengayunkan kakinya keatas membayangkan badan Feri. "Aaah aku gila gila dasar, mesum sekali otakku, aaah," Masya menggeleng gelengkan kepala.


Sementara Feri mengguyur tubuhnya dikamar mandi menghilangkan rasa gairahnya. Setelah selesai mandi Feri lalu keluar dan melihat Masya sudah tertidur diranjangnya. Feri berjalan mendekati Masya lalu melihat Masya tertidur dengan pulas.


"Kamu tidir seperti putri tidur," ucap Feri lalu duduk disamping Masya. Feri menatap Masya dan tanpa dia sadari tiba tiba Feri mencium Masya.


cup


cup


Ciuman Feri membuat Masya terbangun.


"Emh kak, sudah selesai?," ucap Masya menatap Feri yang sudah berada pas didepan wajahnya.


"Emh," ucap Feri lalu mendekatkan bibirnya, Feri ******* bibir Masya dan Masya juga memberi respon ciuman Feri. Mereka saling ******* bibir dan menikmati malam itu. Malam yang indah bagi mereka. Apa mereka melakukan sesuatu dimalam itu entah, kita tunggu saja😁😁.


Pagi yang indah suara burung mulai membuat orang terbangun dari tidurnya. Feri sudah berada dikamar Mandi sedangkan Masya masih tidur dengan nyenyak. Sinar matahari sudah mulai masu dalam kamar itu hingga mengenai wajah Masya. Masya menggeliat lalu menutupi wajahnya dengan selimut karena silau. Tiba tib Masya terbangun lalu melihat tubuhnya.


"Kamu kenapa,"tanya Feri lalu berjalan mendekati Masya.


Masya terkejut menatap Feri yang tiba tiba ada disitu. "Aah, omh omh, kenapa dia ada disitu," ucap Masya sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Wajah Masya memerah karena malu. Masya berada didalam selimut dan tidak berani keluar karena malu pada Feri.


"Hei cepat bangun," Feri menarik selimut Masya namun Masya memegangnya dengan kuat. "Ehh ini anak kenapa sih, cepat bangun," Feri menarik narik selimut. "Oke aku mau ganti baju kamu cepat pergi mandi, oke," ucap Feri lalu menunggu jawaban dari Masya, "Emh," Feri memastikan lagi namun Masya tetap tidak menjawab.


Masya tetap didalam selimutnya sambil mencoba membuka selimut sedikit melihat Feri masih disana atau sudah diruang ganti. Feri berdiri dibelakang Masya sambil melihat tingkah laku Masya yang menggemaskan.


"Dasar gadis bodoh, apa dia sekarang malu?," ucap Feri sambil tersenyum senang.


"Aah sepertinya dia sudah pergi," ucap Masya lalu membuka selimutnya namun Feri sengaja sembunyi agar Masya tidak melihatnya.


"Aaah kenapa kak Feri disitu," teriak Masya menatap Feri berdiri sebelah kanan ranjangnya.


Feri tertawa melihat Masya yang terkejut melihatnya. "'Kamu kenapa?," tanya Feri sambil tertawa.

__ADS_1


"Aaah tau ah," Masya segera turun dari ranjang dan berlari kekamar mandi, Masya menutup pintu dengan keras. "Aah gila gila gila,aku malu sekali," Masya merengek sambil memukul mukul kepala.


Semetara Feri diruang ganti terbahak melihat tingkah lucu Masya.


"Dasar gadis bodoh, dia sangat menggemaskan," Feri membayangkan tingkah Masya membuatnya tersenyum sendiri. Feri berjalan keluar ruang ganti lalu mengetuk pintu Masya. Suafa ketukan pintu dari luar membuat Masya berhenti melakukan aktivitasnya.


tok


tok


"Aku tunggu diluar ya, bajumu sudah dirapikan diruang ganti kamu ganti saja didalam," ucap Feri sambil menempelkan telinganya dipintu. Karena tidak ada jawaban Feri berjalan keruang tamu.


"Selamat pagi tuan muda," sapa Fe saat melihat tuan mudanya keluar dari kamarnya.


"Selamat pagi Fe," ucap Feri sambil tersenyum senang. Feri duduk disofa sambil memainkan ponsel.


"Tumben tuan muda menjawab dan disertai wajah yang berseri seri, apa terjadi sesuatu semalam?," gumam Fe sambil tersenyum. Fe pergi kedapur membawa sarapan untuk Feri dan Masya. "Silakansarapan nya tuan muda," Fe meletakkan dua gelas susu dan dua roti bakar.


"Apa sudah selesai Fe," tanya Feri lalu meraih susu diatas meja.


"Sudah saya beres tuan muda," ucap Fe sambil meraih remot televisi dan memilih acara berita. Didalam berita dijelaskan keluarga robet mengalami kebangkrutan dan rumah mereka disita oleh pihak bank. Feri memperhatika televisi sambil menikmati sarapannya.


Tiba tiba Masya muncul dari belakang dan melihat didalam televisi ada temannya Eka yang menangis tersedu sedu.


"Hah itu Eka kenapa?," ucap Masya nembuat Fe dan Feri menoleh kearah Masya. Masya berjalan mendekati televisi dan memperhatikan temannya.


Feri mengedipkan matanya pada Fe lalu Fe segera mematikan televisi.


"Kok dimatiin sih, Masya masih mau lihat lo," ucap Masya dengan kesal.


"Apa lukamu masih sakit?, cepat sarapan," Feri memngalihkan pembicaraan Masya.


Terimakasih jangan lupa like, komen dab vote nya ya. Tanda bintang jangan ketinggalan. Untuk besok hari minggu libur ya. selamat membaca 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2