
feri dan masya sedang menikmati makanan mereka, sedangkan di tempat lain erika sudah gusar melihat foto masya dan feri yang sedang makan malam itu.
"gadis itu kan yang bertemu denganku waktu direstoran."ucap erika memandang foto yang dikirimkan oleh suruhannya.
pasti mereka ada hubungan. tidak mungkin juga feri melakukan itu semua tanpa ada alasan. apa ini alasan dia tidak mau bertunangan denganku. apa dia tidak pernah mempunyai perasaan sedikitpun terhadapku gumam erika.
setelah mereka melakukan makan malam feri dan masya bersiap untuk pulang.
"om apa masya harus kasih tau mama."tanya masya
"tidak perlu,masih belum saatnya. nanti aku yang akan memberi tau jika waktunya sudah tepat."ucap feri."aku akan membuat kamu bahagia dan melindungimu selama kamu ada disisiku."
"apa om tidak malu tunangan dengan ku. pasti om juga banyak yang suka kan. apa lagi om juga punya segalanya dan juga kan harus ada persetujuan keluarga om. apa om cuma mau main main aja tunangannya."ucap masya.
"ya ampun gadis bodoh kamu kenapa cerewet sekali."ucap feri menggelengkan kepalanya.
rasakan tuan muda. punya perempuan itu memang sangat merepotkan gumam fe melirik dari kaca.
tapi jika memang masya aku kenalkan pada mama, pasti mama tidak akan setuju dan lagi erika juga tidak akan menerima keputusanku dan itu akan membuat masya dalam bahaya fikir feri.
"om... gadis yang pernah peluk om direstoran itu memangnya bukan pacar om ya???." tanya masya penasaran.
""gadis bodoh apa kamu cemburu saat ini."ucap feri menyeringai licik.
"kan masya tanya.... narsis amat sih om.... siapa juga yang cemburu."ucap masya kesal.
"apa kamu bilang."jawab feri yang langsung memegang wajah masya.
"emm kenapa om marah.... kan masya cuma bicara gitu."ucap masya lirih.
feri mendekati masya dan melumat bibir mungil masya. sontak masya terkejut dan mendorong feri.
"maaf om."wajah masya
__ADS_1
merah malu mendapat serangan mendadak dari feri.
feri menatap tajam masya, masya tidak berani menatap mata feri.
kenapa om gila menatapku seperti itu. tatapannya mematikan... salah dia sendiri mesum. kan om datar disini masya malu gumam masya.
"beraninya gadis ini mendorong ku."gumam feri sangat kesal.
tuan muda kenapa anda nyosor aja lihat sikon dong ....gumam fe tertawa melihat tuan mudanya kesal saat ini.
tangan feri meraih masya dan melingkarkan tangannya dipinggang masya.
"apa lagi sih om mesum amat jadi orang."ucap masya tanpa suara.
"gadis bodoh jangan panggil aku om!!!!! apa kamu dengar."ucap feri
"terus masya mau panggil siapa dong???..."ucap masya.
ah bentar lagi aku punya penyakit jantung bener deh teriak masya dalam hati.
apa om bilang aku suruh panggil dia sayang..... kenapa menggelikan sekali gumam masya
"ah masya gak mau,,masya masih belum terbiasa om....aku panggil om kakak aja deh... boleh kan om plisss"ucap masya memohon.
fe ingin tertawa mendengar permintaan feri kepada masya.
"terserah kamu."ucap feri kesal melepaskan tangannya.
"akhirnya dia melepaskanku.. huh lega rasanya."ucap masya lirih.
"apa kamu tidak suka kalau aku jadi tunangan kamu!!! apa kamu malu dekat dengan ku???."
"eh kenapa om ini tiba tiba sensitif amat kayak cewek datang bulan aja."masya mengerutkan dahi mendengar ucapan feri.
__ADS_1
"kan masya masih belum terbiasa om dan juga sepertinya terlalu cepat buat masya. harus menyesuaikan diri dulu."ucap masya mencari alasan.
"dasar gadis bodoh."ucap feri dengan kesal.
hampir 2 jam perjalanan akhirnya mereka sampai dirumah masya.
"ah akhirnya sampai juga. masya bisa menghirup udara segar."ucap masya lirih.
"masya masuk dulu ya om."ucap masya.
"tunggu."ucap feri menarik tangan masya.
"kenapa om."
apalagi sih ya ampun gumam masya
feri mendekatkan pipi nya, mengisyaratkan pada masya untuk mencium nya.
"apa!!!! dasar benar benar om mesum tidak tau malu. masya suruh cium pipinya????...dia kira masya cewek apaan"ucap masya dalam hati.
"cepat. kalau kamu tidak melakukannya aku akan menghukummu."ucap feri.
cup
setelah mencium pipi feri masya segera keluar dari mobil itu.
aaaah kenapa didalam mobil itu panas sekali. huh jantungku kasian kamu dari tadi tidak istrahat. dasar om mesum gumam masya lalu lari masuk kerumahnya.
feri tertawa melihat tingkah masya yang imut menurutnya. dia merasa puas hari ini.
fe tetap tak dianggap didalam mobil itu.
"lakukan sesuka anda tuan muda anggap saja saya robot."ucap fe lirih.
__ADS_1
terimakasih dukungannya
jangan lupa mampir baca novel ku I LOVE YOU