
"om ini kan taman bermain kenapa om pakek baju seperti orang yang mau pergi rapat, ya ampun om ini kan direktur, masalah otak pasti pintar kan! masak gitu saja tidak bisa sih"ucap masya lalu tertawa lagi.
brengsek kamu fe kenapa kamu tidak bilang kalau bajuku tidak cocok gumam feri sambil menatap tajam fe
aaahh tuan muda sudah memandangku gumam fe dalam hati.
"maaf tuan muda tapi saya sudah menyiapkan baju, tuan muda bisa ganti pakaian"fe memberikan satu kantong tas pada feri.
flasback
sebelum fe menutup pintu mobil, fe berpamitan kepada feri.
"mohon maaf tuan muda apakah saya boleh kekamar mandi sebentar"ucap fe
"iya cepat aku tidak mau menunggu terlalu lama"ucap feri.
fe pun segera menuju kekamar feri untuk mengambil pakaian yang cocok dipakai saat ditaman bermain.
maaf tuan muda saya akan menyelamatkan diri anda, sebenarnya bukan diri anda saja tetapi juga diri saya gumam fe dalam hati.
saat fe akan kembali kemobil ayah feri mencegah fe.
"tunggu fe"panggil papa feri
aduh tuan tolong jangan ganggu aku sekarang gumam fe namun masih tetap berhenti meladeni papa feri.
"iya tuan"jawab fe
"apa ada masalah dengan kantor"tanya papa feri
"tidak tuan anda jangan khawatir".jawab fe
"saya permisi, tuan muda sudah menunggu".fe segera kembali kedalam mobil.
"kenapa lama sekali fe"tanya feri
__ADS_1
"maaf tuan muda, tadi papa anda menanyakan soal kantor"jawab fe lalu mengemudi.
# mobil
ternyata kamu pintar juga fe tidak salah papa dan kakak ku mengandalkanmu gumam feri lalu membawa kantong yang diberikan fe.
"gadis bodoh"ucap feri sambil mencium pipi masya yang sedari tadi tertawa.
sontak masya terkejut dan feri pun turun dengan terbahak.
aaaaaaaaa om gila mencium ku. jantungku berdebar sangat cepat om datar tolong aku. aku ingin pingsan teriak masya dalam hati. wajah masya pun memerah.
ah tuan muda mencari kesempatan dalam kesempitan, kenapa anda bertingkah seperti remaja tuan muda gumam fe lalu turun mobil tersenyum bahagia seperti tuan mudanya.
masya pun mengikuti turun dari mobil dan menunggu feri ganti baju.
setelah beberapa menit mereka menunggu, feri pun datang.
kedatangan feri membuat orang sekitarnya gaduh. banyak sekali yang memujinya.
tuhan dia tampan sekali. andai dia pacarku pasti aku sangat bahagia gumam masya dalam hati, tanpa dia sadari feri sudah berdiri didepannya.
"hei gadis bodoh"panggil feri tanpa ada respon dari masya.
feri pun mencubit pipi masya
"awww sakit"teriak masya sambil mengelus pipinya yang memerah karena cubitan feri.
"kenapa nyubit aku sih om"tanya masya kesal.
"salah sendiri dipanggil dari tadi tidak dengar, kenapa? aku tampan kan"ucap feri menyombongkan dirinya.
memang benar sih dia tampan gumam masya
"ih kata siapa? kata ku enggak kok biasa saja"ucap masya sambil menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
"dasar gadis bodoh!! yuk kita jalan"ucap feri lalu menggandeng tangan masya.
aaaah tanganku digandeng lagi. jangan om kasian jantungku berdetak kencang terus pasti capek teriak masya dalam hati.
masya pun ikut berjalan disamping feri banyak mata yang memandang mereka. siapa yang tidak iri melihat cewek secantik masya dan cowok setampan feri. semua mata tertuju pada mereka. banyak yang bilang mereka pasangan serasi sehingga membuat wajah feri dan masya memerah.
aku hanya jadi orang asing dibelakang mereka sungguh keterlaluan. andai dulu papamu tidak berbuat seperti itu pada tuan muda pertama mungkin kita sudah menikah gumam fe sambil mengenang masa lalunya yang pahit.
"om yuk kita main itu"teriak masya sambil menunjuk permainan roll coaster.
"apa kamu mengajakku naik itu!! aku tidak mau. kayak anak kecil saja"ucap feri pada masya.
"ayo lah om pliss"masya pun merengek pada feri seperti anak yang merengek pada ayahnya.
gadis bodoh kenapa kamu merengek seperti bocah dilihat orang malu. disangka aku bapakmu lagi gumam feri
mengerikan sekali permainan itu!! aku tidak berani. tapi, masak aku kalah dengan bocah kecil ini gumam feri lagi melihat permainan itu.
"oke yuk kita naik"ucap feri
"saya akan belikan karcisnya tuan muda"ucap fe lalu pergi ketempat beli karcis. namun dihadang oleh tuan mudanya.
"tunggu fe"ucap feri
"kamu beli 3 fe kamu harus ikut naik juga"
apa anda gila tuan muda kenapa anda juga mengajak ku bermain seperti bocah gumam fe namun tidak dapat membantah tuan mudanya.
"baik tuan muda"fe pun pasrah tanpa mengeluh.
terimakasih sudah membaca
mohon sarannya ya. apa cerita ini sama dengan novel lain?
kalau memang ada yang sama dengab novel ini. author akan segera tamatka
__ADS_1
mohon komennya ya author tunggu !!