
feri bernafas lega ada yg membela nya. mamanya sudah memasang wajah marahnya kepada suaminy itu.
"gmana kantor fer"kata papa feri sambil memakan camilan yg ada didepannya
"ya seperti yg papa lihat skrng"ucap feri lalu ikut memakan camilan juga.
"apa skrng kmu sudah menikmati pekerjaanmu itu"ucap papa feri yg ingin tau karna memang sebelumnya feri tdk mau dan alasan dia tdk mau pulng krmh memng karna pekerjaan itu. tapi feri harus menggantikan kakaknya. feri mengira menjadi direktur utama itu sngt tdk menyenangkan tapi ternyta dia bisa memakai kekuasaan itu dengan semaunya.
"feri melakukan apa yg papa mau"ucap feri. "feri kekamr dulu pa ma selmat malam"feri meninggalkan mereka dan kembali kekamrnya.
feri duduk bersandar dtempt tdrnya itu tiba feri teringat dengan masya. lusa sepertinya gadis bodoh itu ujian akhr. sepertinya aku tdk usah mengganggu dia dulu fikir feri tapi tdk tau apa benar dia bisa menahan tdk bertm gadis yg dia suka. karna memang jatuh cinta itu bisa membuat orng berbuat apapun.
sedang kan ditempat santai tadi papa dan mama feri memulai perdebatan.
"pa kenapa sih papa ini mencegah mama segala"ucap mama kesal
__ADS_1
"ma jangan membuat dia marah lagi, biarkan dia memlih pasangan yg dia inginkan"ucap papa feri
"pa kan aku suka kalau feri sama erika"teriak mama feri pada suaminya itu
"pelankan suaramu"ucap papa feri yg sudah merasa kesal dengn sikap kers kepala istrinya itu"yang mau menjalani hubngan feri bukan kamu, kamu ska sama erika tapi kalau feri tdk suka jgn memaksakan."ucap papa feri lalu meningggakkan istrinya
mama feri melihat suaminya yg bersikap seperti itu pun merasa sangat kesal. aku akan tetap mendekatkan mereka berdua fikir mama feri.
pagi pun tiba matahari pun menerangi bumi. udara tersa sngt segar. masya baru bangn dari tdrnya.masya babgun lalu pergi kedapur mencari mamnya
"iya ma,mama masak apa"ucap masya lalu mendekati mamanya yg sdang memask itu
"mama mask kesukaan kamu syang" ucap mama masya"sayang besok kamu sudah mau ujian belajr aja sana buat besok"
"aku mau bantu mama aja, anak mama kan pintar gak usah belajar"ucap masya menyombongkan dirinya.
__ADS_1
mama masya tersenyum mendengar ucapan masya itu"tapi harus tetap belajar syang"ucap mama masya
"iya iya ma"ucap masya sambil memanyunkan bibirnya yg seksi itu
"dasar bandel"ucap mama masya lalu masya memeluknya dari belakang seperti anak kecil yg ingin meminta sesuatu kepada orng tuanya
sedangkan dirumah feri. feri dan mamnya sedang berdebat tentang erika. maam feri tetap memaksa feri untuk menjemput erika.
"ma aku keluar jangan lanjutkan omong kosong mama"ucap feri kesal ."erika juga sudah dewasa lagian apa hubungannya dia sama aku"
"ya jelas ada hubungannya kamu dengan erika, karna mama ingin kamu bertunangan dengan erika"teriak.mama feri yg sudah merasa kesal dengan anaknya itu
"maaf ma, mma tdk perlu repot2 mencarikan aku istri, karna feri sudah mempunyai pilihan sendiri"ucap feri langsung meninggalkan mamanya,
"feri"teriak mama feri lalu mengejarnya namun feri sudah menaiki mobilnya
__ADS_1
terimakasih dukungannya