
"papa kenapa gak mau dukung mama "teriak mama feri
"kamu keras kepala"ucap papa feri lalu turun dari mobilnya.
sebelum papa feri rumah , dia tidak melihat ada mobil feri. feri tidak pulang lagi.sama sama keras kepala gumam nya sambil memijit kepalanya yang terasa pusing. diapartemen feri sudah tertidur pulas.
pagi hari masya sudah bersiap untuk melakukan ujiannya. dia berangkat lebih pagi.takut telat fikirnya, setelah selesai ujian masya langsung pulang. di jalan menuju gerbang sekolah masya melihat miko dan lisa sedang ngobrol berdua. masya memalingkan mukanya dan berjalan dengan cepat menghindari mereka.
masya bernafas lega dapat menghidari mereka. lepas dari miko dan lisa masya dikagetkan dengan suara seseorang yang tidak asing lagi baginya
"hai gadis bodoh"ucap feri dari belakang masya. sontak masya menoleh kesumber suara.
"kan bener suara om gila huuuh baru bisa bernafas kenapa datang lagi ini orang gila." ucap masya lirih sambil menepuk jidatnya.emang gak kerja dia ya kenapa selalu muncul tiba tiba tanpa di undang. udah seperti jalangkung aja gumam masya
"kok om disini? emng gak kerja?"tanya masya
"kerja, cuma kebetulan aja lewat ada urusan diluar"ucap feri sambil berjalan menuju mobil dan disamping mobilnya sudah berdiri fe yang akan bersiap membuka pintu"yuk aku anterin"
__ADS_1
"iya deh"ucap masya, daripada naik angkutan umum udah macet panas lagi fikirnya
"hei tuan muka datar"sapa masya
feri pun terbahak mendengar sapaan masya kepada fe "kamu harus banyak tersenyum pada gadis itu fe"bisik feri pada fe
"baik tuan muda"ucap fe lalu berjalan masuk mobil .fe pun melajukan mobilnya mengantar masya.
"gimana ujianmu, lancar?"tanya feri pada masya
"iya dong om kan masya anak pintar"ucap masya menyombongkan dirinya.
"terimakasih om"ucap masya lalu lari masuk kerumah.
dasar gadis bodoh gumam feri
"apa tuan muda tidak ikut masuk"tanya fe
__ADS_1
"apa kamu mau aku masuk kesana fe?ternyata kamu tau isi hatiku"ucap feri tersenyum"jalan"kata feri
"baik tuan muda kita berangkat" ucap fe feri menerima undangan untuk membuka pembangunan sebuah rumah sakit cabang perusahaannya dan akan banyak wartawan yang datang untuk meliputnya.
dilokasi sudah banyak sekali orang yang menunggu kedatangan feri. saat feri datang mereka menyambutnya dengan antusias memang feri belum menampakkan dirinya di depan umum.acara itu pun live ditelevisi yang pada saat itu juga masya melihatnya. saat feri keluar banyak sekali yang memujinya. bagaimana tidak seorang pria yang sangat tampan, berbadan tinggi kulit putih, sungguh pria idaman.acara pun dimulai.
saat itu masya sedang menonton tv dan melihat ada feri dia sangat terkejut.
ha om gila kenapa ada ditelevisi itu gumam masya sambil terus mendengarkan berita ditelevisi itu.
"oh jadi om gila itu direktur prima group ya, pantas saja dia seenaknya sendiri"ucap masya lirih yang tanpa dia sadari mama masya juga ikut nonton dibelakangnya.
"sayang"panggil mama masya yang membuat masya kaget
"mama kok udah pulang"tanya masya lalu mengikuti mamanya kedapur."iya mau ambil barang sebentar"jawab mama masya
"kenapa mama gak hubungi masya aja kan masya bisa anterin"ucap masya
__ADS_1
"gak usah sayang, mama berangkat ketoko lagi ya" lalu pergi meninggalkan masya."masya ikut ma"teriak masya lari mengejar mamanya.
terimakasih dukungannya