Gadis Cantik Milik CEO

Gadis Cantik Milik CEO
Episode 71


__ADS_3

Didalam kamar feri sudah tertidur pulas setelah membayangkan masya.


Pagi yang cerah, burung burung berkicau riang. Hari masih terlihat sedikit gelap. Belum begitu banyak kendaraan yang memadati jalan.


Feri sudah bangun berdiri di balkon kamar hotelnya.


Feri menghembuskan nafas panjang.


jegrek


Alex membuka pintu kamar feri dengan hati hati.


"Kemana dia sepagi ini sudah bangun."Ucap alex mengedarkan pandangannya di kamar dan masih belum menemukan keberadaan temannya.


Alex pun masuk kamar feri dan mencari keberadaan feri.


"Hei jam segini tumben sudah bangun."Ucap alex dari belakang feri.


"Brengsek kamu lex ngagetin aja."Ucap feri yang terkejut melihat alex sudah didalam kamarnya.


Alex tertawa melihat wajah feri."Wajahmu lucu banget fer."Ucap alex sambil terus menertawakan feri.


"Ngapain kamu kesini pagi pagi, emang gak ada kerjaan apa?."Ucap feri kesal lalu berjalan masuk melewati alex.


"Kamu sensitif banget kayak cewek menstruasi."Ucap alex lalu berjalan ke tempat tidur feri dan duduk disana. "Hei fer kamu sudah jatuh cinta bener ya sama gadis cantik itu?."Tanya alex penasaran.

__ADS_1


"Menurutmu?"feri menatap tajam alex.


"Yaaa kalau dilihat dari sifat kamu yang biasanya sepertinya kamu sudah jatuh cinta sama dia."Ucap alex dengan gaya seperti berfikir dengan serius.


"Sok tau kamu."Ucap feri sambil melempar bantal disebelahnya.


"Woy seneng banget lempar lempar kamu!."Teriak alex.


Feri berjalan keluar lalu memasuki kamar masya, alex mengikuti feri dibelakang.


Dasar laki laki busuk bisa bisanya dia punya kunci kamar cewek gumam alex dalam hatinya dengan tersenyum.


"Ngapain kamu ikutin aku. Diam disini jangan ikut masuk."Ucap feri dengan tegas.


"Lah kamu boleh masuk kenapa aku gak boleh."Tanya alex menunjukkan wajah kecewanya.


"Kan aku ingin tahu seorang feri ngapain masuk kamar seorang cewek sepagi ini."Alex tersenyum licik menatap feri.


"Dasar pikiranmu selalu kotor."Ucap feri. Feri membuka kamar masya dengan perlahan sampai tidak mengeluarkan bunyi dan feri segera menutupnya dari dalam.


Terlihat kamar masya yang masih gelap.Feri berjalan menuju gorden kamar itu lalu membukanya.


Sinar matahari masuk kedalam kamar menyinari wajah masya yang masih tertidur pulas. Masya hanya menggeliat dan masih enggan membuka mata.


"Pemalas jam segini gak mau bangun."Ucap feri lirih. Feri mendekati masya yang masih tertidur.

__ADS_1


Cantik banget meskipun dia sedang tidur gumam feri menatap masya.


Cup


Kecupan lembut mendarat dikening masya. sontak masya kaget.


"Hah kak feri."Ucap masya sedikit berteriak. Masya melihat keluar cendela.


"Sepertinya belum terlalu siang. Kenapa dia sudah ada disini."Ucap masya lirih. Feri tersenyum menatap masya yang wajahnya mulai memerah karena malu.


"Kenapa kak feri sudah ada disini sepagi ini?."Tanya masya yang masih tetap tidur dan menutup separuh wajahnya.


Masya malu karena terlihat berantakan wajahnya sehingga dia menutupi wajahnya dengan selimut.


"Menapa kamu menutup wajahmu. Aku kesini kan mau lihat kamu."Ucap feri dengan penuh kasih sayang.


"Masya malu kak belum cuci muka. pasti jelek deh wajah masya. Sana gih kak feri keluar dulu."Ucap masya sambil mendorong feri.


"Kamu tetap cantik dimataku."Feri membelai rambut masya dengan lembut.


Untuk pembaca novel ku yang setia maaf untuk beberapa hari ini tidak ada up. saya bekerja diluar negeri dan pekerjaan sedikit repot gara gara virus corona.


semoga kita dijauhkan dari segala penyakit ya amiin


mohon maaf atas ketidak puasannya.

__ADS_1


selamat membaca


dan untuk sementara sepertinya masih jarang up karena keadaan ya mohon maaf


__ADS_2