Gadis Cantik Milik CEO

Gadis Cantik Milik CEO
Episode 67


__ADS_3

"Yuk kita kehotel dulu, lanjutin nanti aja."Ucap alex, diikuti feri yang sudah didalam mobil.


Beberapa menit kemudian mereka sampai dihotel dan memesan kamar.


feri memesan kamar presidential suite.


"Aku satu kamar sama erika."Ucap masya lalu tersenyum pada erika diikuti dengan anggukan erika.


Erika dan masya sudah berjalan dulu menuju kamar mereka sedangkan feri masih berada dilobi bersama dengan alex dan fe.


"Lex kamu sama fe satu kamar."Ucap feri meninggalkan alex namun dikejar oleh alex.


"Vih kamu jahat banget fer. Kenapa aku satu kamar sama fe. Aku sama kamu aja deh."Lanjut alex merengek pada feri seperti anak kecil.


Feri tidak mendengarkan rengekan alex dan pergi meninggalkan alex dan fe. Alex mengikuti feri dibelakangnya. Alex tetap protes dengan keputusan feri.


"Fer lagian kan juga ada dua kamar didalam apa kamu mau pakai sediri dua duanya?"Tanya alex yang tanpa ada jawaban dari feri.


Feri masuk lift diikuti dengan alex dan fe.


"Kalau kamu gak mau satu kamar sama fe, tidur saja diluar."Ucap feri lalu masuk kekamar dan mengunci pintunya.


Alex berjalan menuju kamarnya dengan fe.


"Brengsek banget tuan muda mu."Ucap alex kesal.


"Lebih baik terima saja tuan alex daripada tidur di luar."Ucap fe menyeringai licik.


Mereka pun melanjutkan istirahat setelah perjalanan panjang yang melelahkan itu.


Feri sudah bangun dari tidurnya dan bersiap menuju kamar masya.


"Aaaaaaa kenapa kak feri ada disini."Teriak masya melihat feri yang sudah duduk santai disofa.


Feri terbahak mendengar teriakan masya.


"Kok kak feri bisa masuk?."Tanya masya sambil menutup badannya yang baru selesai mandi.


Feri menunjukkan kunci yang dibawanya sambil tertawa licik.

__ADS_1


Masya segera bergegas untuk ganti baju. Erika mengetuk pintu kamar masya mendengar teriakan masya.


tok


tok


"Masya aku masuk ya?."Ucap erika dari balik pintu. Karena tidak ada jawaban dari masya erika pun langsung membuka pintu kamar masya khawatir terjadi sesuatu dengan masya.


Jegrek


Erika masuk kamar dan sudah melihat feri duduk disofa.


"Loh kok kamu disini?,masuk lewat mana fer?."Tanya erika menyelidik menatap sekeliling kamar tidak melihat masya disana. Feri hanya tersenyum menatap temannya.


"Sya."Teriak erika,


masya segera keluar dari kamar mandi. Masya menatap erika dan feri yang sudah duduk disofa. Erika bertanya tanya dengan sorot pandang nya pada masya. Masya hanya mengangkat bahunya mengisyaratkan pada erika kalau dia juga tidak mengerti.


"Aku tadi denger kamu teriak jadi langsung kesini, aku kira terjadi sesuatu sama kamu."Ucap erika.


"Memangnya mau terjadi apa dengan dia selama ada aku."Sahut feri.


"Ya udah deh aku keluar dulu lanjutin aja."Ucap erika lalu keluar kamar masya.


"Cha mau kemana?".Teriak masya namun erika tetap menutup pintunya dan tersenyum pada masya.


"Sejak kapan kamu seakrab itu dengan erika."Tanya feri mendekati masya yang duduk di tempat tidurnya.


"Sejak tadi."Ucap masya menjulurkan lidahnya mengejek feri.


"Oh sekarang kamu udah berani ya denganku, apa kamu gak takut aku lakuin sesuatu sama kamu disini?."Feri menyeringai licik berdiri didepan masya.


"Memangnya kak feri berani lakuin sesuatu sama masya. Lagian juga banyak orang masya kan bisa teriak."Ucap masya menatap feri.


Tanpa menjawab pertanyaan masya feri sudah mencium bibir masya dengan lembut, feri ******* bibir masya yang imut itu dan tidak ada penolakan dari masya.


Jantung masya dan feri berdetak sangat cepat, mereka menikmati ciuman itu beberapa menit.


"Kak aku gak bisa nafas."Ucap masya dengan nafas nya yang ngos ngosan seperti habis lari maraton.

__ADS_1


Feri tersenyum menatap masya. Wajah masya memerah. masya terlihat sangat malu.


Sasar wanita. Malu malu tapi mau gumam feri.


Ya ampun apa yang masya lakuin barusan!!!!kenapa masya menikmati ciuman itu ucap masya dalam hati. Jantungnya masih berdetak dengan cepat.


"Yuk keluar. Kalau didalam terus sepertinya aku gak tahan sama hawa nafsu."Ucap feri tersenyum pada masya.


"Tapi sepertinya kamu menikmatinya kan?."Bisik feri ditelinga masya.


"Dasar mesum."Ucap masya melempar bantal didekatnya. Feri berjalan keluar dengan senyum nya yang merona.


Alex melihat feri keluar dari kamar erika dan masya dengan bahagia membuat alex penasaran.


Sepertinya dia bahagia banget habis dari sana gumam alex mendekati feri.


"Kenapa kamu dari kamar mereka?.Habis ngapain?."Tanya alex menyelidik.


"Cerewet. Memang mulut cewek. Kebanyakan kumpul sama wanita jadi mulutmu juga sama."Ucap feri.


"Hey sob jangan salahkan ketampanan ku. Mereka yang selalu ingin mendekatiku."Sahut alex lalu tersenyum pada feri.


"Jangan ngomong seperti itu aku jijik dengernya."Ucap feri pada temannya.


Alex tertawa mendengar ucapan feri. Tidak lama kemudian erika dan masya pun keluar.


"Makan keluar aja yuk."Ajak erika


"Ya aku sih ikut aja."Sahut alex.


Feri menggandeng tangan masya, masya hanya mengikuti apa yang dilakukan feri.


"Cha kamu mau aku gandeng sekalian gak?,biar sama."Ucap alex tersenyum pada erika.


"Ih ngomong apa sih. Jalan sana sendiri."Ucap erika meninggalkan alex.


Alex hanya tersenyum mendengar kata erika lalu berjalan dibelakang erika.


Terimakasih dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2