Gadis Cantik Milik CEO

Gadis Cantik Milik CEO
Episode 74


__ADS_3

Ternyata erika berada diluar kamar bersama dengan alex.


"Tuh liat dia senyum senyum sendiri keluar dari kamar cewek sepagi ini."Ucap alex


"Kalian sudah pada siap."Feri duduk menghampiri kedua temannya.


"Iya lah nunggu kamu sama masya lama banget. Mana belum sarapan lagi."Erika berkata sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ih sayang jangan cemberut gitu cantiknya hilang."Ucap alex memegang pipi erika.


"Dasar lebay kamu."Ucap feri melempar bantal pada alex.


"Kenapa kamu iri ya!!."Ucap alex mengulurkan lidah nya ke feri.


Setelah perbincangan mereka yang kesana kemari, masya pun keluar dari kamarnya.


"Eh sudah pada nunggu ternyata. maaf kelamaan."Masya melepas senyum penyesalannya.


"Enggak kok sayang. Yuk berangkat." Kata feri mengandeng tangan masya.


"Enggak enggak jidat mu!! , sudah 30 menit nunggu huuuu."Alex menggerutu mendengar feri.


"Sudah yuk. Kedengeran feri tau rasa kamu nanti."Ucap erika dengan senyumnya kepada alex.


"Uhh melihat senyum mu jadi seperti dikutub dingin banget."Ucap alex lalu mengikuti erika.


Sedangkan feri sudah jauh berjalan didepan mereka dengan genggaman tangannya yang erat pada masya.


Fe sudah menunggu di pesawat pribadi feri.


Waw tuan muda mungkin lupa waktu saat ini gumam fe yang sudah menunggu 3 jam yang lalu namun belum melihat kedatangan tuan mudanya.


Setelah beberapa menit dia bergumam feri pun sudah terlihat menuju pesawatnya.


Panjang umur juga tuan muda gumam fe sambil tersenyum melihat tuan mudanya yang kembali dengan ceria.


"Silakan tuan muda."Ucap fe menyambut kedatangan feri.


"Fe kapan kamu berangkat kesini?."Tanya alex sambil tersenyum meledek dan menepuk pundak fe.

__ADS_1


Alex tahu fe sudah berangkat sangat pagi tapi tuan mudanya baru muncul.


Fe hanya tersenyum mendengar ucapan alex yang sedang mengejek nya.


Setelah mereka masuk kedalam pesawat fe menghampiri tuan mudanya.


"Tuan muda apa sudah siap berangkat sekarang?."Tanya fe pada tuan mudanya.


"Oke."Ucap feri singkat sambil menatap masya.


Setelah beberapa menit fe menghampiri feri kembali.


"Tuan muda mau sarapan sekarang?."Tanya fe.


"Fe kita udah kelaparan dari tadi gak usah tanya tuan muda mu keburu mati nih aku."Ucap si alex yang udah kelaparan.


Feri membelalakkan matanya pada alex dan alex membalas dengan ejekan dari bibirnya.


Fe pun menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Ini bukan sarapan lagi sekarang udah agak siang kali."Ucap alex lirih sambil makan. Feri yang mendengar ucapan alex pun melirik nya.


Masya dan erika hanya tersenyum melihat perdebatan dingin feri dan alex.


Setelah beberapa jam meraka pun sampai. Masya masih tertidur. Feri tidak membangunkannya dan memapah masya kedalam mobil.


Mereka pun pulang kerumah begitu dengan alex dan erika. Jangan tanya fe kemana dia tetap mengikuti tuan mudanya.


"Tuan muda kita pulang kemana?."Tanya feri.


"Rumah papa mama."ucap feri.


Fe mengerutkan dahinya mendengar kata feri. Karena fe takut salah mendengar dia pun memastikannya.


"Tuan muda pulang kerumah tuan sekarang?Dengan nona masya?." Tanya fe memastikannya.


"Iya sama masya. Aku harus segera mengenalkan masya. Cepat atau lambat mereka juga harus tau orang yang aku cintai." Ucap feri


"Tuan muda apa harus secepat ini kah tanpa bicara pada nyonya?." Tanya fe sedikit khawatir dengan keputusan feri. Fe tau sifat mama feri yang keras kepala.

__ADS_1


"Aku akan mengatasinya fe kamu tenang saja."Ucap feri.


Beberapa menit kemudian mereka sampai. Masya pun terbangun dari tidurnya. Melihat sekeliling masya bingung akan dibawa kemana lagi.


"Kak kita mau kemana ?,dan ini rumah siapa?."Tanya masya melihat sekeliling halaman yang luas itu.


"Rumah papa mama."Ucap feri dengan santainya.


Sontak masya terkejut mendernya.


Dia pun bertanya tanya kenapa feri membawa dia kerumah orang tuanya.


"Kak kenapa kesini kak?."Tanya masya dengan khawatir.


"Sudah kamu diam saja dan ikuti saja aku."Feri menggandeng masya masuk kedalam rumah. Fe mengikuti dari belakang feri.


Ingin rasanya masya memberontak namun tidak ada keberanian pada dirinya. Masya mengikuti apa yang dikatakan oleh feri.


Mama dan papa feri saat itu berada diruang tamu dan beberapa menit kemudian mereka mendengar suara langkah seseorang masuk kedalam membuat mama feri gembira karena dia yakin itu suara langkah feri pulang.


Tek tek tek tek terdengar suara langkah semakin mendekat.


Melihat feri dan masya muncul sontak membuat mata mama feri seperti akan lepas dari kelopak nya.


"Siapa dia?."Ucap mama feri dengan nada jahatnya. Dia bertanya tanya suapa wanita yang dibawa oleh putra kesayangannya itu.


"Mama ini kenapa , anak baru datang bukan disuruh duduk dulu."Ucap papa feri .


"Suruh duduk dulu fer biar bibi siapin minuman."Ucap papa feri


Feri dan masya pun duduk disofa ruang tamu rumah feri.


Masya menundukkan kepalanya, masya merasa gugup dan takut menatap kedua orang tuan feri.


Aduh tanganku gemetar lagi gumam masya. Mengetahui masya yang sangat gelisah feri memegang tangannya dengan erat.


Papa feri hanya tersenyum melihatnya sedangkan mama feri seperti cacing terbakar melihat feri.


Apa dia sudah tidak mau aku akui menjadi anak lagi. Kenapa merepotkan gumam mama feri dengan geram

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca


__ADS_2