
Dua jam sudah berlalu, mama feri sudah mendapatkan laporan yang dia inginkan. Mendengar laporan dari bawahannya membuat mama feri khawatir wanita yang akan mendampingi feri.
Setelah lama berfikir dia pun berjalan menuju kamar feri.
tok tok
Suara ketukan pintu dari luar membuat feri tersentak dari lamunannya.
"Sayang apa mama boleh masuk?."Ucap mama feri.
"Iya ada apa ma?."Jawab feri lalu duduk diatas sofa.
"Sayang mama mau bicara soal gadis tadi."Ucap mama feri dengan lembut.
Apa yang mama pikirkan lagi soal masya. Apa mama akan terus melarangku berhubungan dengan masya lagi? gumam feri dalam hatinya.
"Hmm"ucap feri tanpa memperhatikan mama nya.
"Sayang apa kamu benar benar yakin suka dengan gadis itu?", mama feri berbicara dengan lembut dan memandang wajah feri. Namun feri tidak membalas tatapan mama nya tersebut.
__ADS_1
"Apa lagi yang mama fikirkan tentang Masya ma!!. Mama masih mau maksa feri lagi buat ninggalin dia?. Apa mama tau feri sekarang seperti ini lagi karena gadis itu!." Ucap feri menggebu gebu, Feri masih merasa kesal pada mama nya yang selalu egois.
Mama feri terdiam, dia tidak menjawab feri ataupun memarahi feri.
Setelah beberapa menit mama feri terdiam akhirnya dia pun membuka mulutnya.
"Mama sudah tau siapa gadis itu dan bagaimana dia, yang membuat mama khawatir bukan karena dia gadis yang miskin sayang!.Tapi dia masih mau kuliah dan masih kecil, gimana dia bisa ngurus kamu kalau dia masih mengurus dirinya sendiri." ucap mama feri.
"Ma apa feri tidak bisa mengurus hidup feri sendiri?, apa feri masih butuh orang untuk mengurus feri?. Enggak ma feri sudah bisa mengurus hidup feri. Feri hanya butuh seseorang disamping feri ma, Feri butuh dia karena hanya dia yang feri sukai." Feri memegang tangan mamanya sambil untuk meyakinkannya.
Mama feri menatap mata anak kesayangannya yang berkaca kaca.
"Ma, mama enggak akan pernah kehilangan feri. Mama tetap wanita yang feri sayangi. Mama tau itu kan."Ucap feri memeluk mama nya.
"Baik lah mulai saat ini lakukan apa yang kamu mau. Asal putra kesayangan mama tetap bahagia. Mama hanya ingin melihat kamu bahagia." Mama feri tersenyum menatap wajah putranya.
"Inilah mamaku, aku makin mencintaimu ma. Mama kelihatan makin muda kan, Memang cantik mama ku." Feri menggoda mamanya.
"Ih sejak kapan kamu pintar godain mama."Mama feri tersenyum lalu pergi dari kamar Feri.
__ADS_1
Feri tertawa lalu mengikuti mama nya yang pergi dari kamarnya.
"Ma ma mama mau kemana sih, Feri belum selesai." Goda feri pada mamanya.
Papa Feri tersenyun melihat mereka."Kapan mereka baikannya."Ucap papa feri.
Keesokan pagi masya terbangun, dia segera pergi menemui mamanya. Melihat mamanya yang sedang memasak didapur, masya pun langsung saja memeluknya.
"Sayang kenapa sih, tumben tumben manja banget." Mama masya tersenyum dengan kelakuan masya.
"Masya kan kangen sama mama. Rasanya seperti gak ketemu beberapa bulan tahu gak sih ma." Masya tersenyum.
"Ini sarapan dulu." Mama masya memberikan susu dan roti pada masya lalu duduk disampingnya.
"Gimana jalan jalannya sayang, asyik gak?."Tanya mama masya.
"Asyik lah ma kan gratis."Ucap masya lalu tersenyum.
"Ih dasar kamu. Bukan itu maksud mama. Dasar anak nakal."
__ADS_1