Gadis Cantik Milik CEO

Gadis Cantik Milik CEO
Episode 82


__ADS_3

Fe pun sudah mendengar desas desus orang kantor.


"Benar benar gila."Gumam Fe sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Ah aku pasti akan ditendang dari sini."Ucap resepsonis dengan wajah sedihnya.


"Fe potong gaji resepsonis yang melarang Masya masuk. Aku masih berbaik hati hari ini."Ucap Feri sambil memasuki mobil.


"Bagaimana anda tau tuan muda?."Gumam Fe sambil melirik tuan mudanya dari kaca.


"Aku lihat cctv."Ucap Feri seakan tau apa yang dipikirkan sekertarisnya.


"Kembali keapartemen. Siapkan bahan untuk makan malam, aku akan memasaknya sendiri."


"Apa lagi yang akan anda lakukan tuan muda!."Gumam Fe yang pusing dengan tingkah tuan mudanya.


Fe menghubungi seseorang untuk menyiapkan bahan bahan diapartemen Feri.


Beberapa menit kemudian mereka pun sampain. Masya sudah terbangun dari tidurnya.


"Kok aku dibawa kerumah kak Feri lagi?."Tanya Masya sambil mengusap usap matanya.


"Udah diam aja, kita makan malam dulu."Jawab Feri lalu turun dari mobilnya.

__ADS_1


Setelah didalam apartemen Feri bahan untuk memasak sudah disiapkan. Feri melepaskan jas yang dikenakannya lalu kedapur.


"Eh om kak Feri mau ngapain?."Tanya Masya pada sekertaris Fe.


"Tuan muda mau menyiapkan makan malam nona, dan dia akan memasknya sendiri."Jawab Fe yang sedikit ragu ragu karena tau tuan mudanya tidak pernah memasak sejak lahir sampai sekarang.


"Emang kak Feri bisa masak?."Tanya Masya lagi sambil menatap Feri yang sudah ada didapur.


Fe hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan dari Masya.


Feri sudah mulai memasak. Dia megoreng telur dan ternyata gosong. Dilanjutkan dengan membuat mie dan sama gosong. Semua masakan gosong, dapur penuh dengan asap.


Fe dan Masya batuk batuk menghirup asap asap itu.


"Tuan muda apa anda akan membakar seluruh apartemen ini."Ucap Fe dengan lirih.


"Apa???????,gosong semua."Ucap Masya sambil tertawa.


"Hei kau gadis bodoh!!!.Kenapa ketawa?."Teriak Feri yang kesal.


"Aaaaah brengsek kenapa semua jadi hitam hitam gini."Teriak Feri lagi.


"Itu bukan hitam tuan muda tapi gosong."Ucap Fe lirih sambil melihat Feri yang sudah mulai kesal.

__ADS_1


Masya masih tetap menertawakan Feri.


"Sini sini Masya aja yang masak."Ucap Masya lalu menggantikan posisi Feri.


Masya pun mencoba memasak nasi goreng dan menggoreng telur dan hasilnya sama aja gosong. Feri pun tertawa melihat Masya yang juga tidak bisa masak.


"Kamu juga gak bisa?."Ucap Feri sambil terbahak.


Asap pun dimana mana. Feri dan Masya tertawa melihat semua masakan yang gosong.


"Mereka berencana membakar gedung ini."Gumam Fe.


"Apa bisa saya bantu tuan muda?."Tanya Fe mendekati Feri dan Masya.


"Oke."Jawab Feri meremehkan sekertarisnya.


Fe mengambil alih semua pekerjaan itu, Feri dan Masya melihat Fe yang sedang memasak.


Dalam sepuluh menit Fe selesai memasak nasi goreng dengan telur diatasnya. Mereka pun mencium aroma yang lezat dari masakan Fe.


"Wah om itu bisa masak."Ucap Masya yang membuat Feri menatap tajam Masya lalu bergegas menghampiri fe yang akan menuangkan nasi goreng diatas piring. Feri mereput piring dan menyiapkannya sendiri.


"Fe bersihkan kekacauan itu."Ucap Feri memberi perintah pada Fe. Feri menggandeng tangan Masya dan membawanya duduk disofa.

__ADS_1


"Kan anda yang membuat kacau tuan muda, kenapa saya yang harus bertanggung jawab. Ah aku merangkap jadi pembantu."Gumam Fe sambil membersihkan dapur yang berantakan.


Terimakasih


__ADS_2