
"Apa kamu masih menganggap pertemanan kita cha."Ucap feri masih tidak memakan makanan yang disediakan erika.
Erika berjalan pelan mendekati feri.
"Ya mungkin dimatamu aku sudah tidak berarti lagi. Tapi fer aku mau tanya sesuatu pada mu. Apa kamu benar benar tidak memiliki perasaan padaku fer?."Ucap erika dengan pelan.
Feri berdiri berjalan dengan santai menuju balkon apertemennya.
"Cha apa selama ini kamu kira aku tidak tau apa yang kamu lakukan. Kamu memata matai ku dengan wanitaku dan kamu menemuinya mengatakan aku tunanganmu, apa kamu kira semua itu aku tidak tau cha?." Feri menghembuskan nafas sangat dalam. dia merasa sangat kecewa dengan sahabat yang sudah dianggap sebagai saudara bagi feri.
Mendengar kata kata feri erika sudah semakin putus asa. Feri selalu mengabaikannya, dia sangat berharap lebih pada feri namun ternyata tidak seperti yang erika bayangkan. Feri tidak membalas perasaan erika. Erika mengira kedekatannya dan latar belakang keluarga bisa mempermudah mendapatkan laki laki yang bersamanya dari kecil itu.
"Oh jadi gadis itu mengatakan padamu fer." Erika berjalan mendekati feri.
"Apa kamu kira dia akan bicara padaku cha. Mungkin jika kamu menjadi dia, Kamu akan mengatakannya padaku. Tapi dia gadis yang polos. Dia juga gadis yang tidak akan mempersulit orang lain. Cha selama ini aku sangat percaya padamu kalau kita bisa tetap bersahabat seperti dulu. Tapi ternyata aku tidak menyangka apa yang kamu lakukan. Apa kamu akan melanjutkan permainan mu?".Ucap feri dengan tegas.
Feri berbalik menatap sahabatnya yang sudah tertunduk dan berkaca kaca. Erika tidak sanggup lagi menahan tangisnya. Air matanya pun menetes perlahan tanpa dia sadari.
"Apa kamu sudah melupakan persahabatan kita fer." Erika bebicara dengan pelan. Erika merasakan sakit hatinya kehilangan sahabat sekaligus orang yang sangat erika sayang.
__ADS_1
Feri menghembuskan nafas kasar dan berbalik menatap malam yang sangat dingin. Feri menatap keatas langit malam yang dipenuhi dengan bintang yang sangat indah. Tapi tidak seindah perasaan yang dirasakan erika saat ini.
"Cha jika aku tidak menghargai persahabatan kita mungkin aku sudah melakukan sesuatu padamu karena perilakumu itu. Cha sebaiknya jangan berbuat lebih lagi atau aku tidak akan sungkan sungkan lagi padamu." Ucap feri dengan penuh penekanan.
Hati erika tersentuh mendengar feri masih menghargai persahabatannya. Erika berjalan pelan mendekati feri dari belakang lalu memeluknya dan
menangis.
Feri masih terdiam dengan sikap erika. Feri merasa kasian dengan sahabatnya.
"Feri maafkan aku. Terimakasih sudah memikirkan persahabatan kita. Aku tidak akan memaksakan apa yang kamu tidak inginkan dan aku tidak akan menggagumu lagi bersama wanitamu. Semoga kamu selalu bahagia. Satu lagi feri aku tetap menyayangimu tapi hanya sebatas sahabat." Erika berbicara dengan tersedu sedu.
"Sudah jangan menangis. Jika kamu menyesali apa yang kamu lakukan dan akan mendukungku aku juga memaafkanmu." Ucap feri lalu memeluk sehabatnya itu.
Erika merasa terharu, erika tetap menangis dipelukan feri. Tidak lama feri lalu melepas pelukannya.
"Apa kamu ingat alex, dia sangat menyukaimu kenapa kamu menolaknya." Ucap feri dengan tersenyum pada erika.
Erika mengusap tangisnya dan tersenyum pada feri.
__ADS_1
"Aku tidak suka sama alex, dia cowok mesum." Erika mendengus kesal.
"Tapi feri mulai saat ini aku akan selalu mendukungmu. Meskipun aku tidak bisa bersama mu sebagai orang yang kamu sukai, aku ingin melihatmu bahagia. Tapi kamu jangan mesum seperti alex."Erika menatap tajam feri.
Feri hanya tertawa mendengar kata erika.
"Apa aku terlihat seperti cowok brengsek?." Feri berjalan masuk kedalam apartemennya lalu menjatuhkan tubuhnya diatas sofa.
Erika mengikuti feri lalu duduk didepan feri.Erika mengerutkan dahinya melihat feri tertawa.
"Apa jangan jangan kamu sudah melakukan sesuatu pada gadis itu."Tanya erika dengan penasaran mendengarkan jawaban dari feri.
"Kalau aku sudah melakukan nya apa kamu juga akan mengangapku laki laki brengsek."Jawab feri menggoda erika.
"Dasar kamu sama seperti temanmu alex." Erika melempar bantal kemuka feri .
Malam itu persahabatan mereka kembali membaik setelah keegoisan erika membuat mereka tidak dekat lagi.
Maaf lama upnya, author lagi tidak enak badan mohon doa nya semga lekas membaik.
__ADS_1
terimakasih atas dukunganya