Gadis Cantik Milik CEO

Gadis Cantik Milik CEO
Episode 64


__ADS_3

Feri hanya tertawa melihat sahabatnya.


Mereka bercanda sambil menghabiskan makanan yang erika bawa.


"Sepertinya alex akan kembali. Apa kamu tidak ingin menjemputnya." Ucap feri.


"Ihhh ogah memangnya dia siapa?. Fer aku selalu mendoakan agar kamu bahagia dengan wanita pilihanmu. Aku pergi dulu ya."Erika pun berjalan pelan sambil melambaikan tangannya pada feri. Feri membalas dengan senyumnya.


perlahan erika menutup pintu apartemen feri.


Sakit yang dirasakan nya saat meninggalkan apartemen itu. Tapi dia juga merasa bahagia sahabatnya kembali lembut seperti dulu lagi padanya. Erika juga sudah merelakan kebahagiaan feri dengan wanita pilihannya. Erika pulang dengan hati yang ikhlas melepaskan. Karena cinta itu tidak harus memiliki tapi melihat orang yang kita cintai bahagia kita juga akan merasakan kebahagiaan untuknya.


Setelah kepergian erika feri terduduk disofa. Feri merasa senang jika erika lebih memilih persahabatannya dan mau berdamai dengannya.


Sedangkan hati masya masih tidak sepenuhnya untuk feri. Masya takut ketika dia menaruh harapan pada feri namun akhirnya akan kecewa.


"Orang kaya akan bertindak semau mereka." Pikir masya. Masya berbaring ditempat tidur miliknya sambil menatap langit rumahnya. Tanpa sadar tiba tiba dia sudah terlelap dalam mimpi nya.


Pagi nya masya bangun dengan tergesa gesa. Masya melompat dari tempat tidurnya lalu mendorong pintu dengan kuat.


Brak terdengar suara pintu yang membentur dinding dengan keras.


"Ma kenapa gak bangunin masya. Masya mau ketemu sama direktur kampus."Teriak masya dengan tergesa gesa. Masya segera membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya tanpa memperhatikan baju yang akan dia pakai.


"Sayang berhenti."Teriak mama masya mengejar anaknya keluar.


"Aduh apa sih ma."Ucap masya berhenti berbalik menatap mamanya.


"Sayang kamu bener mau bertemu dengan direktur kampus kan?."Tanya mama masya menyelidik heran pada putrinya dengan pakaian yang dikenakan masya.


"Iya lah ma. Masya udah telat nih."Ucap masya lalu mau berlari lagi.


"Ganti baju!!!!!! Apa kamu mau pakai celana tidur mu dan sandal hello kity mu bertemu dengan direktur kampus?."Teriak mama masya lalu berbalik masuk kedalam rumah, terdengar suara tawa mama masya menertawakan perilaku masya.

__ADS_1


Masya menatap dirinya dari bawah sampai atas.


"Aaaah apa aku sudah gila mau berpenampilan seperti ini. Kenapa aku pakai celana ini. "Ucap masya lalu lari kedalam rumah menuju kamarnya.


Masya sudah gusar segera mengganti penampilannya setelah beberapa menit masya keluar dari kamarnya.


"Masya berangkat ma."Teriak masya lalu berlari keluar rumah.


"Anak nakal. Kenapa dia panik seperti itu. Apa ada masalah dengannya dikampus."Ucap mama masya melihat masya yang sudah lari.


Setelah beberapa menit masya sampai dikampusnya. Dia turun dari angkutan umum dan lari dengan tergesa gesa.


Bruk


masya menabrak seorang cowok, masya pun terjatuh.


"Aw."pekik masya lalu segera berdiri tanpa melihat yang dia tabrak.


Cowok itu hanya menatap tajam masya tanpa mengeluarkan suara. Masya pun perlahan menatap cowok itu.


"Em kak maaf ya. Masya terburu buru. masya pergi dulu."Ucap masya lalu berlari meningalkan cowok itu.


"Masya. jadi nama kamu masya."ucap rio tersenyum kagum dengan kecantikan masya.


"Sepertinya dia mahasiswa baru. Aku tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya. "Rio berjalan pergi.


Masya sampai diruang direktur kampus dengan terengah engah.


tok


tok


terdengar suara kotakan pintu.

__ADS_1


Jegrek


Masya membuka pintu ruang direktur dengan perlahan.


Setelah pintu terbuka masya dikejutkan dengan feri yang sudah berdiri disana.


"Hah kak feri kenapa kesini."Tanya masya berjalan mendekati feri.


"Hai gadis bodoh. Aku donatur di kampus ini."Ucap feri.


"Oh jadi gitu ya. Em maaf pak saya terlambat."Ucap masya menundukkan kepalanya kepada direktur kampus.


Feri pun keluar dari ruangan itu dan menunggu masya diluar.


"Oh tidak masalah. Ini berkas beasiswa yang harus kamu tanda tangani."Ucap direktur itu menyodorkan beberapa lembar kertas kepada masya.


Tanpa melihat masya segera menandatangani.


"Ini pak. Terimakasih."Masya menyodorkan kembali lembaran kertas yang diberikan kepadanya.


"Apa ada lagi pak?." Tanya masya kepada direktur kampus.


"Tidak. Kamu boleh pergi."Ucap direktur lalu berjabat tangan dengan masya.


Setelah urusan masya selesai masya keluar dari ruangan direktur dan diluar sudah heboh, ramai anak kampus itu melihat feri yang berdiri didekat kantor direktur.


"Hai gadis bodoh. Apa urusanmu sudah selesai." Tanya feri dengan senyumnya yang sangat tampan.


Semua anak kampus yang berada disitu menatap tidak suka kepada masya. Banyak yang bisik bisik membicarakan masya.


"Barsis amat sih orang itu. Kenapa masih ada disini?. Memangnya dia gak kerja?. Kenapa banyak sekali yang menatapnya!!! Apa hebatnya dia."Ucap masya lirih. Masya mendengus kesal melihat feri.


Terimakasih dukungannya

__ADS_1


__ADS_2