
masya pun masuk kekamar nya mengganti pakaian.
setelah beberapa menit masya keluar dengan baju casual santai seperti pakaian fe.
feri yang melihat mereka berpakaian santai pun kesal.
kenapa mereka berpakaian sesantai itu, kalau fe yang pakai aku tidak masalah tapi kenapa gadis bodoh ikutan juga gumam feri kesal.
"yuk berangkat om"ajak masya dengan santainya sambil menepuk pundak fe.
"hei gadis bodoh kenapa kamu tidak mengajak ku, kenapa kamu memukul fe"teriak feri lalu menghampiri fe.
memangnya salah kalau aku memukul om datar kenapa dia tidak terima gumam masya
"kenapa sih om"tanya masya mengerutkan dahinya tidak mengerti maksut feri yang cemburu.
"pukul saja aku jangan pukul dia"ucap feri menunjuk pada sekertarisnya.
fe hanya diam melihat tingkah tuannya yang semakin gila.
ya ampun om gila memang benar benar gila gumam masya menepuk jidatnya.
"oke. yuk om gila kita berangkat"ucap masya lagi namun sekarang masya menepuk pundak feri. feri pun yang menerima tepukan dari masya hanya tersenyum senang.
oh tuhan kenapa dengan tuan saya sungguh tuan muda lebih baik kita sekarang kedokter kejiwaan sepertinya ada yang tidak beres dengan otak anda gumam fe menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
fe sudah siap membuka pintu mobil dan feri sudah masuk, masya pun ikut masuk duduk disamping feri.
mobil melaju memecah padatnya jalan raya saat itu.
masya melirik feri yang tersenyum sedari tadi.
hemm om gila, apa dia mau menjemput pacarnya. kenapa dia senang sekali gumam masya. masya ingin bertanya lagi pada mereka tapi melihat wajah mereka masya mengurungkan niatnya bertanya.
percuma juga aku bertanya pada mereka mungkin hanya menatapku beberapa menit tanpa bersuara. kenapa sifat mereka begitu sama jangan jangan mereka kakak adik gumam masya menebak nebak sendiri sambil senyum senyum.
"kenapa macet sekali hari ini"ucap masya lirih
"dasar gadis bodoh, ya tentu saja, hari libur pasti macet"jawab feri
tuh dia tau kalau ini hari libur kenapa berpakaian seperti itu dasar om gila. ya ampun om, kenapa ibu anda melahirkan orang seperti anda aku tidak bertanya dia jawab kalau aku bertanya dia diam saja.siapa sih gurumu dulu om benar benar aku ingin tahu nilai bahasa mu dulu berapa gumam masya heran.
feri hanya menatap lagi tanpa mengeluarkan jawaban.
kan dia kumat lagi gilanya. itu pertanyaan om tolong dijawab teriak masya dalam hati.
fe hanya bisa melihat dan mendengar kegilaan drama ini. kapan akan berakhir pikirnya.
setelah beberapa menit mereka terjebak kemacetan mereka pun sampai ditempat yang dituju.
fe memarkirkan mobilnya dan mereka masih belum turun dari mobil.
__ADS_1
"waaah ramai sekali , aaaah taman bermain"masya berteriak sangat senang. feri pun melihat masya bahagia tersenyum senang.
"eh tapi bentar deh om"masya pun bertanya tanya.
"ada apa"ucap feri
"apa om mau mengadakan rapat ditempat seperti ini"ucap masya
"siapa yang mau rapat aku mau ajak kamu kesini buat senang senang"ucap feri
apa senang senang bersama om gila dengan pakaian seperti itu gumam masya lalu tertawa terbahak.
mendengar tawa masya, fe pun khawatir masya mengeluarkan kata kata pedas untuk tuan mudanya itu.
nona masya saya mohon anda jangan membangunkan raja rimba yang sedang tidur kalau dia bangun bukan anda yang diterkam tapi saya tolong selamatkan saya nona gumam fe dalam hati memohon.
"apa om benar benar gila"ucap masya sambil tetap tertawa
feri pun mengerutkan keningnya.
kenapa dia tertawa seperti itu gumam feri.
"kenapa kamu tertawa"tanya feri bingung, dia menatap masya tajam. masya masih tetap tertawa terbahak.
fe sudah pasrah mengingat lidah masya yang tajam itu. aaahh kali ini aku tidak akan selamat pikir fe.
__ADS_1
terimakasih dukungannya
jangan lupa like dan bintangnya