
Fe pun memanggil pramugari untuk menyiapkan makanan.
Pramugari itu sudah melayani mereka.
"Baru kali ini tuan feri bawa wanita."gumam pramugari.
"Hei lebih baik kamu istirahat dulu. Perjalanan sangat lama."Ucap feri lalu memejamkan matanya setelah menyelesaikan makannya.
"Kak memangnya kita mau kemana?.Masya juga belum ngomong sama mama. Gimana nanti kalau mama khawatir cari masya ?."Ucap masya.
"Aku sudah ngomong sama mamamu. Kamu nikmati aja liburan akhir ini."Ucap feri.
Orang kaya sulit dimengerti fikir masya.
Mereka pun akhirnya tertidur dalam perjalanan.
Setelah beberapa jam pesawat pun sudah sampai dibandara paris. Negara yang sangat ingin masya kunjungi.
"Hei sudah sampai, apa kamu mau tetap didalam pesawat?."Ucap feri lalu berjalan keluar.
Masya membuka matanya lalu berjalan mengikuti feri.
"Uhh pegel semua badanku."Ucap masya. Tiba tiba masya tersenyum gembira."Paris."Teriak masya.
Feri tersenyum menatap masya yang bahagia.
"Apa kamu senang."Ucap feri
"Darimana kak feri tau kalau aku pengen banget kesini."Ucap masya lalu berlari kearah feri.
"Apa yang tidak aku tau."Ucap feri lalu berjalan.
Masya sangat bahagia saat itu. Dia sudah memikirkan tempat yang ingin dia kunjungi saat diparis.
Feri dan masya sudah disambut dengan teman feri yang sudah berangkat kesana lebih dulu.
"Feri."Teriak erika sambil melambaikan tangannya.
Alex hanya tersenyum menatap feri yang berjalan mendekati mereka berdua.
Gadis itu kan yang pernah aku tabrak dulu. Kenapa sekarang dia dengan feri gumam alex
__ADS_1
"Hai bro lama kita gak ketemu."Ucap alex mengalungkan tangannya di pundak feri.
"Lepaskan tanganmu."Ucap feri
"Kenapa kamu sekarang sensitif amat."Ucap alex dengan tertawa.
"Itu kan gadis yang dulu pernah kita tabrak. Apa sekarang kamu jatuh cinta padanya?."Tanya alex dengan tertawa.
Feri hanya menatap tajam alex. Sedangkan masya terperangah melihat erika.
"Itu kan cewek yang pernah peluk kak feri dan marah marah dirumahku."Ucap masya lirih menatap erika .
Erika menatap masya lalu menghampiri masya.
"Hai aku erika."Ucap erika tersenyum pada masya.
"Emh waktu itu maaf ya. Aku sama feri sebenarnya hanya sahabat kok."Ucap erika.
"Iya udah aku maafin."Jawab masya tersenyum.
Kenapa dia sekarang berubah baik dengan ku?. Oh ternyata hanya sahabat kak feri!!.Aku kira dia bener tunangan kak feri gumam masya.
"Iya kak."Ucap masya.
"Kok panggil kak sih. Panggil aja nama ku erika atau cha sama seperti feri memanggilku."Erika tersenyum lalu menggandeng tangan masya."Yuk ikutin mereka."
Feri dan alex sudah berjalan sedikit jauh dari mereka.
Alex bingung melihat erika dengan masya tiba tiba akrab.
"Hei fer apa erika sudah mau melepasmu?kenapa dia sekarang akrab dengan wanitamu?. Apa dia sekarang akan menerimaku jika aku mengejarnya?"tanya alex
"Menapa kamu cerewet seperti perempuan."Ucap feri.
Alex tertawa mendengar feri. Alex berhenti menunggu masya dan erika.
"Hai gadis cantik." Sapa alex." Aku alex sahabat feri." Alex mengulurkan tangannya namun di pukul oleh feri.
"Hati hati dengan tanganmu jangan sampai menyentuhnya."Bisik feri ditelinga alex.
"Hei kenapa kamu sekarang pelit amat dengan ku. Biasanya kita juga berbagi apapun." Ucap alex tertawa senang menggoda feri.
__ADS_1
"Tapi tidak dengan wanitaku."ucap feri kesal.
Alex terbahak mendengar kata kata feri. "Apa kamu bilang? wanitamu?."ucap alex penasaran.
"Tutup mulutmu. Cerewet amat."Ucap feri lalu berjalan dan diikuti oleh masya dan kedua sahabatnya itu.
"Aku sudah curiga sejak saat itu. Kamu perhatian dengannya. Ternyata kamu menyukainya!!!." Ucap alex.
"Kalau kamu masih tetap bicara akan kutendang." Ucap feri dengan nada lirih namun ditekankan.
Alex terbahak mendengar ucapan feri.
"Sebenarnya apa yang mereka bicarakan, kenapa sesenang itu?." Ucap masya lirih. Erika hanya menaikkan bahunya mendengar ucapan masya.
"Sepertinya mereka berdua lagi temu kangen." Ucap erika. "Eh iya. Sudah sampai mana hubunganmu sama feri." Tanya erika menatap masya dengan penuh tanya.
"Apa yang kamu bicarakan. Aku juga bingung dengan kak feri. " Jawab masya.
"Apa kak feri?." Ucap erika sedikit berteriak dan masya segera menutup mulut erika dengan tangannya.
"Kecilkan suaramu kenapa keras sekali!!!!." Ucap masya lirih sambil melotot menatap erika.
Erika tertawa melihat tingkah masya.
"Sepertinya waktu aku dulu kerumahmu kamu panggil dia om dan sekarang kenapa jadi kak feri." Tanya erika dengan penasaran.
"Memangnya salah aku panggil seperti itu?." Ucap masya.
"Kenapa gak panggil sayang atau baby atau apa gitu." Ucap erika dengan menatap kedua temannya yang sudah bercanda tak tau apa yang mereka bicarakan.
Masya tertawa dengan pertanyaan erika.
"Kenapa menggelikan sekali." Erika dan masya tertawa bersama, hingga feri dan alex mendengar tawa mereka.
"Sepertinya mereka sangat dekat." Ucap alex menoleh kearah erika dan masya.
"Syukur kan kalau mereka bisa berteman."ucap feri.
Aahhh membosankan aku akan jadi obat nyamuk mereka berempat gumam fe yang mengikuti dari belakang.
Terimakasih dukungannya.
__ADS_1