
Malam itu akhirnya mereka terlelap dalam satu ranjang.
Pagi yang cerah untuk memulai aktivitas. Jalan sudah begitu ramai, lalu lintas padat karena sudah menunjukkan pukul 8 pagi.
Tubuh Masya menggeliat diatas ranjang. Masya membuka matanya dan terlihat suasana berbeda dari kamar miliknya.
"Hah dimana aku?," Masya mengingat semalam setelah bercanda dengan Feri akhirnya dia tertidur karena lelah. Masya membuka selimut karena takut terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan. "Ah syukur masih utuh," Masya melihat tubuhnya masih berbalut baju yang sama seperti semalam. Masya tersenyum lega dan menghebuskan nafas kasar. "Hah." Masya terlentang kembali diatas ranjang.
Tanpa Masya sadari Feri menatap Masya dan tersenyum kagun dengan kecantikan Masya, "Kenapa kamu?," Feri berjalan mendekatinya.
"Haaa, kak Feri bikin kaget saja." teriak Masya sambil mengusap dadanya yang terkejut tiba tiba mendengar suara Feri.
"Dasar pemalas, kamu gak mau mandi?," Feri mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Seneng banget gak pakek baju gitu," Masya memalingkan wajahnga ke arah lain melihat Feri yang hanya pakai handuk sepinggang. "Jam berapa sih kak?," tanya Masya sambil mencari ponselnya. "Ah ketemu," Masya mengambil ponsel yang berada didekat bantal. "Waaaaaaahh udah jam segini kenapa kak Feri gak bangunin aku," teriak Masya dan langsung bangun dari tempat tidurnya.
"Mau kemana ?," tanya Feri lalu berjalan keruang ganti.
"Pulang lah Masya mau kuliah," Masya merapikan rambut nya lalu mencari sepatu miliknya.
"Sana mandi," teriak Feri dari ruang ganti .
"Gak!, Masya pulang aja lagian juga Masya gak ada baju," Masya masih mencari sepatunya yang entah ditaruh mana.
"Sudah sana mandi," Feri menarik Masya lalu memasukkannya dikamar mandi.
"Gak mau aaah Masya pulang aja," Masya berdiri kaku tak berkutik namun tetap diseret oleh Feri.
Feri mambuka pintu kamar mandi lalu menutupnya dari luar.
__ADS_1
"Uuuuh dasar seenaknya sendiri." Akhirnya Masya membersihkan dirinya.
Setelah beberapa menit Masya keluar dengan mengenakan baju yang sama.
"Itu didepan pilih baju yang kamu suka," Ucap Feri yang sedang duduk disofa sambil membaca buku.
Masya berjalan keruang tamu dan sudah berdiri dua pelayan wanita dan juga Fe.
"Wah wah wah, apa om tidak pernah tidur?," tanya Masya mendekati Fe yang berdiri tegap didekat baju baju itu, "Ini kak Feri mau buka toko baju disini?." Masya terkejut melihat banyak baju yang sudah bergantungan di ruang tamu. "Kapan dia nyiapinnya," gumam Masya bertanya tanya sambil memilih baju satu persatu di dampingi dua pelayan.
"Saya bangun pagi sekali untuk menyiapkan baju baju ini, aah orang kaya apa aja bisa dia perbuat," gumam Fe yang diam tak bersuara.
#Flasback
Saat Masya sudah tertidur pulas, Feri bangun lalu pergi keruang tamu.
Tut
tut
"Se ," belum selesai Fe menjawab Feri sudah bicara.
"Besok pagi siapkan baju untuk Masya," ucap Feri lalu ditutup tanpa mendengar pertanyaan dari Fe.
tut tut tut tut tut..
Fe menatap lemas ponselnya. "Tuan muda baju yang seperti apa?, dan juga ukuran bajunya, aaaah sangat menyebalkan," Fe berjalan lunglai menuju tempat tidur.
#Next
__ADS_1
Setelah beberapa menit Masya siap untuk berangkat kekampus. Dengan setelan kemeja putih dan celana hitam disertai dengan blezer, Masya tampak anggun dan sangat cantik.
Masya membuka pintu ruang ganti lalu berjalan perlahan mendekati Feri yang sedang membaca buku.
"Kak, Masya mau berangkat kuliah dulu keburu telat," Masya meraih tas yang ada dikursi.
Perlahan Feri mendongak keatas dan sudah berdiri Masya didepannya. Feri terpukau tak berkedip menatap Masya.
"Hello kak," Masya melambaikan tanganya didepan wajah Feri.
"Kamu cantik," Feri memegang tangan Masya lalu berdiri disamping Masya dan mencium kening Masya.
cup
"Ih kak Feri masih pagi udah cium cium," wajah Masya terlihat merah merona karena malu.
Hari ini banyak mahasiswa baru berkumpul diaula kampus. Karena takut akan terjadi kehebohan dengan datangnya Feri, maka Masya meminta Feri untuk mengantarkan nya dari depan gerbang kampus.
"Kak Masya turun sini aja, kak Feri bisa berangkat kerja." Masya mengambil tas lalu menarik pintu mobil. Namun sebelum mobil terbuka Feri meraih tangan Masya hingga terjatuh dalam pelukan Feri.
"Awww," kepala Masya membentur dada Feri.
"Jangan buru buru aku masih ingin peluk kamu. Feri memeluk erat Masya.
"Apa anda tidak bosen tuan muda, terus semalam anda ngapain masih ingin peluk terus." Gumam Fe menyeringa tipis membayangkan Feri yang tidak pernah tidur dengan wanita.
"Aaah otak mesumku meronta ronta." Fe tersenyum.
"Eh bentar bentar deh kak, barusan sepertinya aku melihat om itu senyum apa mataku salah lihat ya," Masya mengedip ngedipkan matanya memastikan melihat Fe tersenyum.
__ADS_1
Terimakasih