Gadis Cantik Milik CEO

Gadis Cantik Milik CEO
Episode 69


__ADS_3

Fe tersenyum dan menundukkan kepalanya. Feri melanjutkan jalannya dengan menggandeng tangan masya. Alex dan erika tetap mengikuti feri namun berjalan sedikit jauh dari feri.


"Cha kamu gak cemburu feri sekarang dekat dengan wanita lain?."Tanya alex menatap erika.


Erika tersenyum lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Sebelum aku merelakan feri dengan masya aku pernah berfikir akan merebutnya dari masya, tapi aku sudah berusaha sebisa ku. Feri bukan jadi suka dengan ku tapi malah semakin menjauhiku. Sebenarnya rasa sakit masih terasa tapi aku bahagia melihat feri sekarang. Rasa cemburu juga masih ada, tapi aku gak mau egois. Feri juga sudah berubah lagi menjadi lembut seperti dulu. Aku tidak merelakannya pada orang yang salah. Jadi sekarang aku juga harus bahagia."Ucap erika tersenyum menatap feri dan masya yang sedikit jauh berjalan didepan mereka.


Kamu gadis yang baik cha. Aku akan tetap mengejarmu dan mendapatkanmu sampai kamu mau menjadi milikku gumam alex dalam hati.


Alex memegang tangan erika, mereka pun berhenti berjalan dan saling menatap.


"Cha sebenarnya aku sudah suka pada mu sangat lama tapi aku tau orang yang kamu suka bukan aku jadi aku takut kamu menolakku. Sekarang jika kamu sudah merelakan feri dengan gadis lain. Bolehkan aku membahagiakanmu."Ucap alex dengan sedikit ragu.


Erika menatap tajam mata alex, erika memikirkan apa yang alex katakan. Setelah benerapa menit berpikir erika mulai mengeluarkan suara.


"Iya kita coba saja."Jawab erika tersenyum menatap alex.


Alex tersenyum senang memeluk erika sangat erat.


Sedangkan masya dan dan feri menikmati pemandangan malam ini.


"Kak feri apa masya boleh tanya?."ucap masya menatap feri.


"Hmmm."Jawab feri tanpa menatap balik masya.


Jawabannya cuek amat, tadi mesra banget sekarang dingin lagi dasar udah persis bunglon gumam masya dalam hatinya.


"Kak feri kenapa gak kenalin masya sama keluarga nya kak feri."Tanya masta serius.

__ADS_1


Feri terdiam beberapa menit, perlahan feri memalingkan wajahnya menatap masya.


"Kamu dengerin aku ngomong. Aku gak akan ulangi lagi."Ucap feri dengan tegas.


"Aku memilih kamu menjadi wanitaku, dan aku tidak perlu meminta keluargaku berkomentar tentang kamu. Satu hal lagi jika suatu saat nanti terjadi sesuatu denganmu, kamu harus selalu bicara jujur padaku dan mengatakan apapun yang terjadi padaku. Apa kamu mengerti?."Ucap feri menatap masya. Masya serius mendengar kata kata feri.


"Kak feri kan juga butuh persetujuan dari keluarga kak feri."Ucap masya


"Aku tidak perlu meminta persetujuan mereka."Ucap feri tegas.


"Tapi kenapa kak?."Tegas masya ingin tahu."Kalau kak feri bener serius sama masya kan seharusnya kak feri juga harus jujur sama masya apapun yang terjadi."Ucap masya dengan tegas.


"Sayang kenapa kamu cerewet banget, yang penting kamu selalu ada didekatku itu sudah cukup."Ucap feri memeluk masya.


Jantungku berdetak sangat cepat. Sungguh aku sangat nyaman dipeluk kak feri. Sangat hangat, bolehlan bertahan seperti ini sebentar saja. Kehangatan kak feri membuat ku teringat sama papa ucap masya dalam hatinya.


Masya memeluk feri balik. Mereka pun berpelukan beberapa menit.


Tuan muda tolong adegan mesranya jangan didepan saya. Apa anda tidak merasa kasian dengan ku gumam fe dalam hati.


"Kamu pengen kemana lagi?."Tanya feri setelah beberapa menit menikmati kehangatan memeluk masya.


"Masya pengen ke menara eiffel."Ucap masya melemparkan senyum manisnya pada feri.


cup


cup


cup

__ADS_1


Feri mencium kening masya dengan sangat lembut.


"Oke sayang kita berangkat kesana."Ucap feri menggandeng tangan masya.


Mereka pun naik taxi menuju menara eiffel. Setelah beberapa menit mereka sampai.


Feri dan masya berjalan mendekati menara itu.


"Tunggu sebentar."Ucap feri pada masya lalu pergi meninggalkan masya.


Feri mendekati fe yang tidak jauh berdiri disampingnya. Feri mengatakan beberapa kata pada fe lalu kembali mendekati masya.


"Darimana sih kak?."Tanya masya pada feri.


Feri hanya tersenyum menatap masya.


"Gak dijawab malah senyum senyum gak jelas."Masya menatap keindahan menara eiffel dimalam hari ini.


"Gak dingin?."Tanya feri menatap masya.


Masya hanya menggelengkan kepalanya. Setelah beberapa menit,feri memegang tangan masya, tiba tiba terdengar suara kembang api.



"Waaah indah banget."Ucap masya. Feri menatap wajah masya.


"Aku mencintaimu."teriak feri ditelinga masya.


Jantung masya berdebar sangat cepat. masya sangat bahagia. Masya menatap Feri lalu memeluknya.

__ADS_1


"Terimakasih kak. Aku sangat bahagia kenal kak feri."Ucap masya meneteskan air matanya.


Terimakasih dukungannya


__ADS_2