Gadis Cantik Milik CEO

Gadis Cantik Milik CEO
Episode 75


__ADS_3

"Feri apa yang kamu lakukan sekarang!!!! apa kamu mau lihat mama meninggal!!!." Teriak mama feri hingga membuat seisi rumah terkejut.


"Apa mama tidak ingin aku bahagia?apa mama akan terus seperti ini dan selalu mengatur hidupku?."Ucap feri dengan nada rendah. Dia mencintai masya namun feri juga tidak ingin menyakiti hati ibu yang telah melahirkannya.


Kenapa ini seperti drama saja. Wanita miskin bertemu laki laki kaya namun mama lelaki tidak merestuinya aaahhh aku bisa gila kalau membuat cerita seperti ini gumam masya dalam hati melihat pertengkaran feri dan mamanya.


"Ma tenang dulu jangan emosi tanya saja baik baik." Ucap papa feri menenangkan istrinya.


"Apa papa sekarang akan membela dia. Apa papa juga akan memojokkan mama!!!."Ucap mama feri dengan nada yang sangat emosi.


"Apa yang mama mau sudah feri lakukan tapi kalau wanita yang aku cintai mama jangan pernah ikut campur."Ucap feri dengan tegas


"Kamu kemaren bersama erika tapi kenapa sekarang dengan gadis itu!!!!."Ucap mama feri.


"Ma erika sudah tahu, dan dia juga melepas feri. Erika tidak memaksakan kehendaknya buat bersama dengan feri. Apa mama juga tidak ingin melihat feri bahagia. Jangan membuat feri berkata kasar ma."


"Mama gak percaya kalau erika tidak bicara dengan mama sendiri."Ucap mama feri lalu pergi kekamarnya.


Braaaaaaakk terdengar suara pintu kamar mama feri.


"Hubungi erika fer. Biar erika juga jelasin kemama kamu."Ucap papa feri menepuk punggung anaknya.


"Nak jangan takut tidak apa apa."Ucap papa feri dengan lembut pada masya.


Masya mengangguk dan tersenyum pada papa feri.


Tut tut tut terdengar suara dari ponsel feri. Feri segera menghubungi erika.


Erika : "Iya hallo"


Feri : "Cha kesini sekarang."


Erika:"Kemana fer?."

__ADS_1


Feri : "Rumah ku."


Feri segera menutup ponselnya.


Tuuuuuuut terdengar suara sambungan terputus dari ponsel erika.


Ke ke kenapa woy woy. Gila ini orang ya, aku baru nyampek sudah disuruh kesana lagi capek banget tahu. Haaaaaa nyesel aku punya sahabat dia teriak erika dengan geram.


"Makan siang dulu yuk sambil nunggu erika kesini kan ?."Ucap papa feri.


"Iya pa, kita juga belum makan siang." Lanjut feri mengikuti papanya berjalan kemeja makan .


Masya pun mengikuti feri dari belakang.


"Kak,,, mama kak feri gimana ?kenapa gak diajak makan sekalian."Tanya masya lirih pada feri.


"Udah gak usah mikirin mama. Biarkan mama tenang dulu."


Setelah beberapa menit feri selesai makan, bertepatan dengan datangnya erika.


"Eh udah datang kamu ka. "Ucap papa feri. "Sini sini gabung bareng."


Erika berjalan mendekat pada feri.


"Ada apa nyuruh aku kesini. Aku aja baru nyampek tau fer."Bisik erika pada feri.


"Gak usah istirahat dulu bantu aku jelasin ke mama tentang kita, oke!!!."Timbal feri tanpa tersenyum.


"Cih kamu minta tolong tapi senyum aja enggak dasar brengsek, nyesel punya sahabat kamu tau.!"Bisik erika pada feri.


"Cepet sana sana."Feri mendorong erika untuk segera bertemu mamanya.


"Ihh iya iya bentar."Ucap erika pada feri.

__ADS_1


"Om kenapa punya anak menyebalkan banget sih. Boleh dituker gak!!." Ucap erika pada papa feri sambil tersenyum pada papa feri.


"Kalau om mau sih sebenernya pengen tuker aja."Jawab papa feri bercanda."Sudah sana temui tantemu."


"Oke."erika berjalan menuju kamar mama feri.


Tok tok tok suara ketukan pintu dari kamar.


"Tante ini aku erika, erika masuk ya."Ucap erika


Jegrek pintu terbuka perlahan. Erika melihat mama feri yang sedang duduk disofa kamarnya.


"Sayang akhirnya kamu datang."Sambut mama feri pada erika.


"Iya tan."Erika berjalan mendekati mama feri.


"Tan sebelumnya erika minta maaf. Erika udah rela kok feri sama wanita yang dia suka. Meskipun kita memaksakan kehendak kita kalau feri gak pernah sayang sama erika kan erika juga yang akan sakit hati tan."Jelas erika pada mama feri.


"Sayang kalau kalian bareng terus lama lama feri pasti akan suka sama kamu."Ucap mama feri membujuk erika.


"Tan kalau memang feri suka sama aku kan dia pasti mau tante jodohin sama aku. Biar lah tan, biar feri bahagia. "Ucap erika.


Mama feri terdiam mendengar erika. Erika pun berpamitan pulang pada mama feri.


Setelah erika pulang, mama feri keluar dari kamarnya.


"SIapa namamu?."Tanya mama feri ditujukan pada masya.


Mendengar tiba tiba ada suara mereka pun menatap mama feri. mereka saling tatap.


"Siapa yang mama maksut?."Tanya papa feri.


"Ya cewek itu. siapa lagi!!!."ucap mama feri dengan nada kesalnya.

__ADS_1


"Oh iya kan mama tau nama kita fer."Sahut papa feri sambil tertawa yang dibuat buat untuk mencairkan suasana ketengangan diruang tamu itu.


terimakasih sudah membaca


__ADS_2