
fe berjalan keruangan feri memberi tau tentang masya.
"tuan muda nona masya tadi ke kampus xxx dia mengajukan beasiswa disana." ucap fe.
"kamu cepat hubungi kampus itu berikan beasiswa untuk masya." ucap feri sambil memainkan ponselnya.
fe berjalan mendekati feri dan memberikan ponselnya. terlihat foto masya dan miko sedang ngobrol.
"ini foto nona masya tuan muda."ucap fe.
ponsel ku semoga aman gumam fe
"aku tau ini masya, kenapa miko disana??."tanya feri dengan nada bicara sedikit tinggi
"dari informasi yang saya tahu, miko kesana menjemput nona masya tuan muda."jawab fe
"kenapa miko tidak mendengar kata kataku!!!!!." ucap feri dengan geram melihat miko dengan masya.
"fe cari tahu apa miko juga ikut kuliah disana. kalau dia kuliah juga disana keluarkan."ucap feri
"baik tuan muda."
"awasi mereka, atur jadwalku bertemu miko."ucap feri
"baik tuan muda, tuan muda sebaiknya tuan muda cepat menyatakan cinta pada nona masya."ucap fe.
"fe umurku dan dia berjarak lumayan jauh apa dia akan menerima??????."tanya feri pada fe sambil mengetukan jarinya dimeja.
anda sadar juga tuan muda gumam fe
"saya juga tidak mengerti tuan muda tanpa usaha kita tidak akan tau hasilnya."ucap fe.
__ADS_1
feri memikirkan kata kata fe.
"mau tidak mau dia harus menjadi milikku fe." ucap feri.
feri pun melanjutkan kerjanya dan masya masih tetap diawasi.
masya makan siang dengan miko direstoran kesukaannya dulu.
"sya sudah aku pesenin."ucap miko lalu duduk didepan masya...."sya apa kamu ada hubungan dengan kak feri?…"tanya miko.
mendengar pertanyaan miko membuat masya menghembuskan nafas kasar.
"apaan sih ko."jawab masya...."bukan urusanmu aku ada hubungan dengan siapa saja."
"sya aku tau kak feri itu sangat kasar sya. kalau sampai kamu diapa apain sama dia gimana??.."miko berusaha membuat masya menjauh dari feri.
"miko kalau dia berniat tidak baik sudah dari awal dia apa apain aku. buktinya sampai sekarang dia juga enggak berbuat apapun."jelas masya dengan kesal.
jadi dia ketemu aku cuma mau bahas soal om itu gumam masya.
"kalau kamu masih mau bahas dia aku pergi."masya merasa kesal dengan sikap miko.
mendengar ucapan masya miko terdiam. pesanan mereka pun datang. masya melahap makanan pesanannya.
"gadis bodoh."teriak feri dibelakang masya. sontak membuat miko dan masya terkejut.
kenapa dia ada disini ah ****** aku ...kenapa om ini selalu tau aku saat bersama laki laki!!!! apa dia memata mataiku.... nyebelin amat kenapa aku seperti ketahuan selingkuh saja kan aku bukan siapa siapa nya om, tapi kenapa aku sekarang takut gumam masya.
"om gil....ops (masya menutup mulutnya) ...om feri."ucap masya dengan tertawa dibuat buat."kok om tau aku disini darimana?."tanya masya.
"masalah kecil untuk itu."ucap feri menjentikkan tangannya kedahi masya.
__ADS_1
"om kenapa tangannya nakal. mau aku balas juga???aaahh tidak mungkin juga aku membalas....bisa jadi patung tanpa kepala aku disini."ucap masya lirih.
"kenapa om menatap ku seperti itu. masya takut loh om."ucap masya
"kak feri kenapa kesini?."tanya miko
"apa aku salah menjemput calon tunanganku."jawab feri dengan senyum licik nya.
"apaa tunangan."teriak masya melotot matanya. "memangnya sejak kapan aku jadi tunangannya om, pacaran saja enggak tiba tiba jadi tunangan. om gilaaaaaaaa kenapa kamu seenaknya aja sih!!!." teriak masya dalam hati.
miko pun juga terkejut mendengar feri mengakui masya calon tunangannya.
"tadi siang tante juga tidak bilang pasti ini cuma bohongin aku. sejak kapan mereka pacaran."ucap miko lirih.
fe pun hanya menggelengkan kepala menatap tuan mudanya."tuan muda kenapa anda berebut wanita dengan anak kecil. banyak perempuan yang mengejar cinta anda tuan muda."fikir sekertaris feri yang berdiri mematung dibelakang feri.
"gadis bodoh apa kamu sudah lupa atau kamu pura pura lupa."ucap feri duduk disamping masya.
"lupa apaan om tuh yang lupa kali.... kan yang tua situ bukan aku."ucap masya lirih menatap feri.
"tapi kan om.."sebelum masya menyelesaikan ucapannya, feri mencengkram pundak masya dan menatap masya tajam.
aawwww ........kenapa cengkraman om kuat sekali.. sakit tau om teriak masya dalam hati.
feri berdiri dan menyeret masya kemobilnya. miko pun mengejar mereka namun dihadang oleh fe.
"sebaiknya anda jangan ikut campur tuan muda."ucap fe lalu meninggalkan miko.
"tunangan?. apa kak feri benar benar sudah gila. benarkah mereka sedekat itu?.aaaaaaah………"teriak miko.
terimakasih dukungannya
__ADS_1
maaf ya up nya cuma 1 episode
jangan lupa like, vote dan bintangnya.