
feri pun terkejut mendapat pelukan dari erika. masya menatap tajam mereka berdua.
"erika jaga sikapmu."ucap feri lirih.
mendengar ucapan feri erika pun melepaskan pelukannya.
dia pasti pacar om gila. dasar om gila genit udah punya pacar masih deket sama cewek lain. tapi kenapa hatiku terasa sakit !!....ada apa denganku?…gumam masya dalam hati.
"feri kamu kenapa ada disini?…"tanya erika tanpa memperdulikan masya disampingnya. masya hanya bisa diam melihat drama mereka.
ah akan ada drama lagi hari ini. sungguh sangat melelahkan gumam fe.
feri menatap tajam erika tanpa menjawab pertanyaannya.
"kenapa menatap ku seperti itu feri ?..... kamu masih sibuk ya?.…"ucap erika dengan sangat percaya dirinya.
"oke deh... aku pulang dulu...... aku tunggu dirumah........bye."erika memeluk feri lalu melambaikan tangan dan meninggalkan mereka.
erika tidak menghiraukan masya disana.
siapa gadis itu?…kenapa dia bersama feri…gumam erika
feri hanya menatap tajam erika, bibirnya tidak mengatakan sepatah katapun pada erika.
kenapa dia semaunya sendiri ucap feri kesal. feri memandang masya yang terdiam dari tadi.
"gadis bodoh apa kamu tidak cemburu?……"tanya feri pada masya.
"memangnya kenapa masya cemburu om...."jawab masya dengan polosnya.
kan masya bukan siapa siapa nya om gila kenapa masya harus cemburu gumam masya.
__ADS_1
mendengar jawaban dari masya feri merasa kesal.
dasar gadis bodoh guman feri dari dalam hati.
"kita pulang" feri menggebrak meja didepannya lalu pergi meninggalkan masya
kenapa tiba tiba om gila marah sama masya. apa masya salah ? gumam masya. masya mengambil pesanan makanannya dan menyusul feri yang sudah menunggu dimobil.
masya pun masuk mobil dan sudah melihat feri terdiam didalam. mobil pun melaju mengantar masya menuju ketoko mamanya. tanpa keluar gurauan lagi dari mulut mereka.
kenapa om gila muka nya berubah jadi dingin gitu sih. tadi seneng banget sekarang dingin banget. kenapa dia sering tiba tiba berubah, sudah seperti bunglon saja. gumam masya.
setelah beberapa menit mereka pun sampai.
"terimakasih om"masya pun langsung turun dan masuk kedalam toko.
"tuan muda tidak turun?………"tanya fe.
"pulang"ucap feri kasar.
fe pun segera melajukan mobil menuju kediaman orang tua feri.
mama feri dan erika sudah menunggu dirumah. feri masuk rumah dan sudah melihat erika disana. feri menatap tajam erika.
apa yang akan dia lakukan lagi guman feri.
feri langsung berjalan menuju kamar nya.
"feri tunggu"ucap mama feri.
feri pun berhenti dan menoleh kearah mamanya.
__ADS_1
"ada apa?"ucap feri.
"mama mau bicara sebentar"ucap mama feri.
"feri capek ma. nanti malam kita bicara."feri pergi meinggalkan mereka.
erika hanya menatap melas feri yang tidak pernah menganggap keberadaanya lagi.
"tante feri sudah berubah. dia tidak seperti dulu lagi tan"ucap erika meneteskan air mata.
"sudah kamu tenang saja nanti malam tante akan bicara dengan feri. "ucap mama feri menenangkan erika.
"gimana kalau perempuan itu benar benar ada hubungannya dengan feri tan"ucap erika khawatir.
"aku hanya akan setuju kamu yang menjadi menantuku"ucap mama feri
erika hanya tersenyum mendengar ucapan mamanya itu.
perempuan mana yang berani sekali dekat dengan anakku gumam mama feri.
"kalau gitu erika pulang dulu ya tan"ucap erika
"iya biar tante yang bicara,hati hati ya"ucap mama feri.
erika pun pulang. papa feri menghampiri mama feri yang berada diruang tamu.
"apa lagi yang akan kamu bicarakan dengan feri?, kalau masih soal erika lebih baik kamu jangan ikut campur."ucap papa feri pada istrinya.
"kenapa aku tidak boleh ikut campur. aku mama nya. aku berhak ikut campur!"jawab mama feri lalu meninggalkan suaminya.
memang kamu keras kepala sama seperti anakmu gumam papa feri.
__ADS_1
terimakasih dukungannya