
apa cuma bicara gitu saja langsung ditutup!!!!!kan aku mau tanya juga. dasar om datar tidak sopan gumam masya.
"yuk deh. mau kalian ajak kemana sih aku."ucap masya
3 wanita itu tetap tidak menjawab pertanyaan masya.
mereka pun segera mengantar masya turun menuju tempat makan malam.
"hih dassr robot." ucap masya lalu berjalan dengan kesal.
feri yang sudah gusar menunggu masya pun terperangah setelah melihat masya.
"dia cantik sekali."ucap feri lirih dengan tatapan tajamnya.
"waaaah ini indah banget."ucap masya tersenyum lalu mendekati feri. masya melupakan kekesalannya setelah melihat pemandangan dan suasana romantis didepannya.
ahh jantungku berdetak sangat cepat gumam feri.
fe hanya tersenyum melihat tuan muda nya menatap masya tak berkedip.
"om."......panggil masya menepuk feri yang mematung.
feri terkejut mendapat tepukan itu.
"lama banget ...ngapain aja kamu!!!."ucap feri .
"kan mereka yang buat masya lama om. pakek baju kayak gini masih di make up segala memangnya ada acara apa sih om???."tanya masya yang kesal disalahkan oleh feri.
"baru aja seneng sudah dibuat gak mood lagi dasar om gila aneh."ucap masya menghembuskan nafas kasar.
jantung feri berdetak sangat cepat. feri mendekati masya lalu memegang tangan masya.
__ADS_1
aaaah om mau apa sih jantungku berdetak cepat tau tolong menjauh. kenapa pegang tangan masya segala sih.......bisa sakit jantung masya bareng om gila terus...teriak masya dalam hati.
"masya dengarkan aku baik baik, aku tidak mau mengulangi lagi.......AKU MAU KAMU MENJADI TUNANGANKU......"ucap feri.
masya terkejut mendengar feri bicara.
ini masya gak mimpi kan tapi kenapa om ngomong gitu sama masya. aku juga masih 19 tahun lagi om, masak om suka sama masya. pasti om lagi bercanda gumam masya dalam hati.
"pasti om hanya beranda kan."ucap masya sambil tertawa.
"gadis bodoh apa aku kelihatan sedang bercanda."ucap feri.
"iya lah om...... masya kan masih 19 tahun belum cukup umur tau om"ucap masya.
feri menghembuskan nafas dalam,"aku menyukaimu."ucap feri.
masya terperangah tidak percaya mendengar ucapan feri.
apa........om benar menyukaiku?......ini bukan mimpi kan!!!!!!....ah masya deg deg an teriak masya dalam hatinya.
"tapi om.………" belum selesai masya bicara feri sudah memotong omongan masya.
"kalau aku mau jawabannya harus iya tidak ada tapi."ucap feri dengan tegas membuat masya memalingkan muka.
"ini namanya pemaksaan tidak ada persetujuan dari masya. dasar om aneh.....ya meskipun masya sering deg deg an kalau dekat om tapi kan gak secepat ini.....kan harusnya pacaran dulu hmmm......apa memang gini cara orang dewasa kalau jatuh cinta.... sangat tidak dimengerti. lagian om kan tampan sekali pasti banyak yang suka. tapi cewek yang meluk om waktu itu siapa dong?????"ucap masya lirih.
"ya kalau jawabannya harus iya ngapain om tanya masya segala.... menyebalkan. kan sama saja semuanya yang mutisin om"ucap masya lalu duduk dikursi.
feri mendekati masya dan memasangkan cincin kejari manis masya.
ih om ini mau apa sih gumam masya saat feri memasang kan cincin dengan kasar.
__ADS_1
apaaa!!!! om pasang cincin buat masya???? sepertinya ini terlalu berlebihan gumam masya.
"om benar benar serius kah mau sama masya???.masya masih seperti anak kecil lo om. masya juga pasti sangat menyebalkan....iya kan om?????.."
"jangan cerewet bisa gak!!!!!! kan aku sudah bilang kalau aku mau"ucap feri.
"masya tetap kalah kalau debat sama om gila lebih baik masya mengalah saja."ucap masya lirih.
masya menatap cincin dijari manisnya.
"suka gak suka kamu harus pakai."ucap feri lagi.
"ya ampun ini orang semaunya sendiri."ucap masya lirih
"jadi om buat semua ini mau ngomong ini sama masya?."tanya masya.
"iya apa kamu suka."jawab feri menyombongkan dirinya.
"suka sih om. tapi masya lihat di film flim gitu romastis banget cowoknya."ucap masya.
"emangnya aku gak romantis."ucap feri kesal.
"iya romantis."ucap masya terpaksa.
"apa om fikir tadi itu romantis?!!!!. dari sisi mana romantisnya. dasar aneh."gumam masya.
"kenapa drama cinta ini gak ada romantisnya.....ahh tuan muda payah....kenapa dia seperti itu mengungkapkan cinta."ucap fe lirih, fe hanya menggelengkan kepalanya.
setelah beberapa menit mereka menikmati makan malam dengan hati feri yang sangat bahagia. sedangkan masya masih bingung karena semua ini terlalu cepat menurut masya. tapi masya juga tidak bisa menolak karena feri juga tidak bisa ditolak.
terimakasih sudah mampir membaca dan dukungannya
__ADS_1
jangan lupa like, bintabg dan votenya
jangan lupa mampir novel ku "I LOVE YOU"terimakasih