Gadis Cantik Milik CEO

Gadis Cantik Milik CEO
Episode 78


__ADS_3

"Sayang gimana kabar kuliah kamu?."Tanya mama masya.


"Ya minggu depan sepertinya Masya sudah mulai kuliah ma." Jawab Masya sambil membantu bersih bersih dapur.


"Oh iya ma, sepertinya Masya mau kuliah Kedokteran saja gimana menurut mama?." Tanya masya lagi dengan manatap mamanya yang sedang sibuk menyiapkan bahan kue untuk toko kue mereka.


Mendengar ucapan Masya membuatnya menghentikan pekerjaan tersebut. Sejenak mama masya berfikir untuk menjawab pertanyaan anaknya tersebut.


"Em kalau mama sih terserah kamu aja sayang. Kamu yang jalani semua, maa hanya bisa dukung kamu." Jawab mama masya sambil melanjutkan pekerjaannya.


Akhirnya masya terdiam dan memikirkan keputusan yang dibuatnya saat ini. Saat ini Masya masih merasa bingung apa yang harus dia buat untuk masa depannya.


Tidak lama kemudian terdengar suara mobil berhenti didepan rumah Masya. Mama masya sudah berangkat ketoko kue. Masya yang duduk santai diruang tamu itu pun keluar melihat siapa yang datang kerumahnya.


Sekertaris Fe keluar dari mobil dan membuka kan pintu untuk tuan mudanya.


Masya yang melihat dari jendela mengetahui siapa yang datang.


"Hah, disitu ada om itu disitu juga pasti ada kak feri."Ucap Masya lalu membanting tubuhnya lagi ke sofa.


"Hei gadis gila!, apa kamu enggak akan menyambut kedatanganku?."Tanya feri yang berdiri melipat tangannya didepan pintu.


Masya tidak menatap nya sedikitpun dan tetap asyik menonton film kesukaannya.


Masya menatap Feri dengan tajam.


"Kak kenapa pasang surut banget sih mood nya!, kemaren baik bicara lembut sekarang mulai lagi deh."Ucap Masya yang masih tetap berada dalam posisinya dan menatap Feri.


Feri terbahak mendengar Masya yang berani dengannya.


"Makin hari makin berani gadis ini denganku." Gumam Feri dalam hatinya menatap masya dengan senyuman licik.


Akhirnya mereka pun berdebat.Fe pergi meninggalkan mereka karena takut akan kena marah oleh Feri.

__ADS_1


Diwaktu yang sama Erika dan Alex sedang berdua dirumah Erika.


"Aku mau hubungi Feri, lama enggak ngobrol dengannya."Ucap alex lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Feri.


Dring~~~~


Terdengar ponsel Feri berbunyi dengan keras. Feri menatap layar ponselnya dan terlihat nama Alex disitu.


"Kenapa kamu hubungi aku brengsek!! , ada apa?, aku masih sibuk jangan ganggu brengsek!."Ucap Feri dengan kasar lalu menutupnya.


Mendengar jawaban Feri, Alex kebingungan karena Feri marah marah sebelum dia bicara.


"Apa Feri sedang menggila sekarang?, kenapa dia marah padaku?, apa aku melakukan kesalahan ?." Ucap Alex dengan wajah datar dan polosnya.


Erika hanya tersenyum menatap Alex yang sedang terkejut.


Mendengar suasana hati Feri, Alex pun menghubungi penguntit Feri saat itu juga.


Alex :"Holla Fe."


Alex : "Kenapa Feri marah marah Fe?, apa ada masalah dikantor." Tanya Alex dengan khawatir .


Fe : "Enggak ada masalah dikantor tuan, tapi masalahnya tuan muda sekarang lagi bucin."


Alex terbahak mendengar Fe yang sedang mengatai tuan mudanya. Alex pun segera menutup ponselnya.


"Ada masalah apa?."Tanya Erika menyelidik setelah mendengar Alex yang tertawa.


Sambil tertawa Alex menjawab pertanyaan Erika."Fe ngatain Feri bucin. Apa Fe mulai berani dengan tuan mudanya?."Erika dan Alex tertawa bersama.


"Apa sih kak nempel nempel, Masya belum mandi loh." Ucap Masya, Feri dudu didekat Masya dan menyandarkan kepala dibahu Masya.


"Kenapa kamu jorok banget ih."Sahut Feri masih tetap dengan posisinya.

__ADS_1


"Kenapa tuan muda ku jadi seperti itu kalau lagi bucin ya, jadi malu sendiri aku." Gumam Fe didekat pintu sambil melirik mereka dari jendela.


Beberapa menit kemudian Feri kembali kelantor dan Masya tetap dirumah.


"Fe kalau kamu jadi aku, apa kamu akan menikah segera."Tanya Feri pada Fe dalam perjalanan kekantornya.


"Yang pasti kalau aku jadi anda tuan, aku akan cari wanita yang sepadan dengan usiaku, enggak bucin sama daun muda."Gumam Fe dalam hatinya sambil tersenyum.


"Ikutin arus dulu saja tuan muda. Lagipula nona Masya juga masih ingin kuliah."Jawab Fe.


"Hish ikutin arus?, kamu kira aku lagi ngambang disungai. Nikah ya nikah kalau enggak ya enggak."Sahut Feri dengan nada sedikit kasar.


"Terus kenapa anda tanya padaku tuan kalau sidah tau jawabannya."Ucap Fe sangat lirih takut Feri mendengar.


"Iya tuan muda begitu juga bagus." Tambah Fe.


"Aah kamu mana tau tentang cinta. Percuma bicara sama kamu."Tegas Feri.


Ingin rasanya aku menangis tuan muda pikir Fe.


tiga puluh menit kemudia mereka pun sampai dikantor. Saat belum bertemu dangan Masya Feri selalu berwajah dingin sedingin kutib utara. Namun pertemuannya dengan Masya banyak mengubah Feri seperti dulu.


"Apa aku salah lihat, barusan presdir tersenyum." Bisik resepsonis didepan kepada temannya.


"Sepertinya enggak salah, aku juga melihatnya." Sahut teman disampingnya itu.


Feri pun melihat mereka dan menyapa mereka dengan senyuman.


"Lagi."Ucap salah satu respsonis disitu.


Sontak semua pegawai yang ada disana terkejut melihat Feri yang tersenyum lebar.


"Aaahh tuan muda membuat mereka terpesona."Ucap Fe lirih.

__ADS_1


Suasana di kantor pun ramai karena senyuman Feri tadi. Senyuman itu pun menjadi bahan gosip dikantor hari itu.


Selamat membaca 😊😊😊😊


__ADS_2