Gadis Cantik Milik CEO

Gadis Cantik Milik CEO
Episode 90


__ADS_3

"Apa kamu juga perlu seseorang untuk bantu kamu disana?," tanya Feri pada Masya.


"Sekalian kak Feri aja yang ikut kesana sama om Fe dan dr Frengki ," ucap Masya dengan nada kesal.


"Em boleh juga, kalau gitu kita akan ikut, aku, Fe dan Frengki," jawab Feri sambil melipat kedua tangannya dan tersenyum lebar pada Masya.


"Tuan muda tolong jangan bertingkah bodoh, karyawanmu masih ada disini," gumam Fe lalu menyuruh karyawan mall itu pergi dari kamar itu.


"Aaaah ma," panggil Masya pada mamanya dengan manja.


"Bawa saja sayang, lagian juga terlanjur dibeli kan," ucap mama Masya dengan tersenyum dan nada lembutnya.


"Ma, Masya mau camping bukan mau buka toko disana," ucap Masya dengan nada kesal. Masya sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada disertai bibirnya yang mengerucut.


Tok


tok


tok


Suara ketukan pintu membuat mereka melihat kearah pintu secara bersamaan.


Krek


Pintu terbuka secara perlahan diikuti dengan dr Frengki, Erika dan Alex.


Mereka menyapa mama Masya lalu melihat barang barang yang bertumpuk dikamar itu.


"Waah wah apa apaan ini, kenapa banyak barang disini?," tanya Alex sambil berjalan melihat barang barang itu.


"Kamu mau buka mall dirumah sakit ini Fer?," sambung Erika lalu berjalan mendekati Masya. " Hai," Erika melambaikan tangannya pada Masya dan Masya membalas dengan senyumnya.


"Ide bagus juga," sambung dr. Frengki lalu tersenyum.


"Itu punya Masya, kak Feri yang bawa buat besok Masya camping," ucap Masya dengan nada lesu.


"Apa?," Alex tak bisa menahan tawa dan terbahak mendengar penjelasan Masya.


" Kamu mau mati!," ucap Feri menatap Alex sambil membelalakkan matanya.


"Memangnya kamu mau camping berapa hari?," tanya Erika pada Masya.


"Cuma satu malam," jawab Masya membuat dr Frengki dan Alex terbahak bersamaan.


"Kamu mau buat Masya tinggal disana?," ucap Frengki masih terbahak.

__ADS_1


"Cih kenapa kalian kesini, pergi!," teriak Feri kesal ditertawakan teman temannya.


"Fe apa ini ide mu?," tanya Frengki menghentikan tawanya.


"Bukan urusanmu," sambung Feri menatap Frengki.


"Sekalian kamu buatin rumah aja disana Fer," ucap Erika sambil tersenyum.


"Kenapa kamu membela mereka," ucap Feri dengan nada kesal.


"Tuan muda lebih baik anda bersikap dingin daripa seperti ini,"gumam Fe sambil mendengar pedebatan mereka.


"Ma Masya pergi makan dulu biar mereka keluar dari sini," bisik Maysa pada mamanya. Mama Masya hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum.


"Dasar anak sekarang," gumam mama Masya menggelengkan kepala.


"Ahh sudah sudah, makan malam aja yuk," ajak Masya agar mereka pergi dari kamar itu. Feri mengikuti Masya keluar kamar begitupun dengan teman teman Feri.


Feri berdebat dengan teman temannya dan Masya hanya bisa diam melihat mereka yang kekanak kanakkan.


Pagi harinya, Masya bersiap untuk pergi camping. Karena Feri sibuk dengan urusan kantor, Feri tidak mengantar Masya kekampus.


Tok


tok


"Masuk," ucap Masya sambil memasukkan baju di dalam tasnya.


greeek


Fe masuk kamar lalu berdiri didekat pintu.


"Loh kok om Fe disini?," tanya Masya sambil menutup tasnya lalu menghampiri Fe. Mama Masya hanya tersenyum menyapa Fe.


"Selamat pagi nona, tuan muda menyuruhku mengantar anda ke kampus, tuan muda tidak bisa mengantar anda karena ada rapat diluar kota," Fe menjelaskan kepada Masya panjang lebar dan jawaban Masya cukup singkat.


"Oh," ucap Masya sambil menyeringai tipis. "Om temenin kak Feri aja Masya mau berangkat sendiri." Masya menggendong tas dipundaknya.


"Ma Masya pergi dulu," ucap Masya lalu menyeret Fe keluar


"Hati hati sayang, dasar bandel," teriak mama Masya sambil tersenyum.


"Tapi nona," Fe melepaskan tangannya dari cengkraman Masya. "Nona kenapa anda kuat sekali," gumam Fe .


"Masya berangkat sendiri," Masya segera berlari meninggalkan Fe.

__ADS_1


"Nona," teriak Fe sambil mengacak ngacak rambutnya karena tidak diperdulikan oleh Masya.


"Tuan muda barang barang itu tidak dibawa oleh nona Masya, disana suruh kesini, disini disuruh kesana, aku bisa gilaaaa, bunuh saya saja tuan mudaaaaa," ucap Fe sambil berjalan dengan wajah seperti akan menangis.


Masya berangkat camping menggunakan bus kampus. Seperti biasanya Masya selalu jadi pusat perhatian para laki laki. Banyak wanita yang tidak menyukai Masya.


"Hai sya," sapa teman Masya yang bernama Eka.


Eka adalah anak cupu yang dikucilkan oleh para teman teman kampusnya. Eka anak yang sangat baik. Dia selalu bersama Masya karena hanya Masya yang mau berteman dengannya.


"Mereka cocok sekali itik buruk rupa bersahabat dengan angsa," bisik bisik anak yang membenci mereka.


Masya terkenal anak yang sangat cantik dikampus itu. banyak laki laki yang menyukainya.


"Enak ya sya banyak cowok yang suka sama kamu," ucap Eka sambil melihat cowok yang selalu memperhatikan Masya.


"Yah semoga kak Feri tidak tau aja, kalau sampai dia tahu ini, pasti dia membunuhku," ucap Masya dengan lirih.


"Kamu ngomong apa sya," tanya Eka yang tidak jelas dengan perkataan Masya sambil menoleh kearah Masya.


"Gak kok, yuk naik, busnya sudah datang tuh," Masya berjalan kearah bus yang akan dia naiki. Eka hanya mengangkat bahunya lalu mengikuti dibelakang Masya.


Perjalanan berjalan dengan lancar, beberapa jam kemudian mereka sampai dipuncak.


Masya sudah berada dikamarnya membereskan barang bawaannya.


Sedangkan Feri sudah gusar mendengar Masya tidak membawa barang barang yang dia belikan.


"Dasar gadis bodoh, kenapa dia tidak membawa selimut , disana pasti dingin," ucap Feri sambil berjalan kesana kemari didalam ruangannya.


"Tuan muda, mungkin disana sudah ada selimut," ucap Fe menjelaskan pada tuan mudanya yang tidak mau diam.


"Sepertinya hari ini akan sulit," gumam Fe sambil menatap Feri yang gusar.


"Ah kenapa dia tidak membawa tenda juga," ucap Feri mendengar laporan Fe sebelumnya.


"Tuan muda nona Masya tidak mendirikan tenda, mereka tinggal dipenginapan yang ada disana," Fe menjelaskan kepada tuan nya yang tiba tiba bodoh seketika ketika berurusan dengan wanita yang dicintainya.


"Kenapa dia tidak mebawa makanan yang aku belikan," tanya Feri sambil membelalakkan matanya menatap Fe.


"Tuan muda mungkin nona Masya takut gemuk," ucap Fe menjawab semua perkataan Feri untuk menenangkannya.


"Kenapa dia juga gak bawa payung itu, nanti kalau hujan dia juga bisa sakit,kenapa! kenapa!," teriak feri.


"Tuan muda sekarang musim panas tidak mungkin hujan, ahh ingin rasanya aku berteriak dekat telinganya," gumam Fe diam tanpa menjawab Feri.

__ADS_1


terimakasih sudah membaca


jangan lupa like komen dan vote nya ya😁😁


__ADS_2