Gadis Cantik Milik CEO

Gadis Cantik Milik CEO
Episode 43


__ADS_3

fe melajukan mobil menuju rumah masya. dibelakang feri membayangkan apa yang akan dia lakukan nanti.


sedangkan masya dirumah masih bersantai. dia tidak berani ikut mama nya pergi ke toko karena ucapan feri semalam.


dasar om gila katanya aku tidak boleh kemana mana tapi sampai jam segini dia belum juga nongol gumam masya mendengus kesal.


ahh aku sudah bosen lagi. enaknya ngapain ya, eh iya aku kuliah dimana ya masih belum pendaftaran mahasiswa baru lebih baik aku pikir pikir dulu kuliah dimana yang pasti aku harus dapat beasiswa biar tidak nyusahin mama gumam masya.


setelah beberapa jam masya menunggu akhirnya yang ditunggu pun datang.


"sepertinya ada suara mobil"masya berlari kedepan pintu melihat siapa yang datang.


"aaah om gila datang"teriak masya sedikit tegang. masya masih tetap menunggu feri keluar dari mobilnya.


didalam mobil feri sudah bingung apa yang harus dia lakukan.menurutnya ini kencan pertamanya harus berjalan dengan lancar pikir feri.


"fe kenapa jantungku berdetak kencang gini"ucap feri pada sekertarisnya.


tuan muda saya harap anda tidak berbuat hal bodoh gumam fe yang bingung dengan sikap tuan muda saat ini.


"apa tuan muda mau turun menjemput nona masya atau saya yang menjemput nona masya tuan muda"tanya fe pada tuan mudanya yang khawatir dia berbuat aneh aneh didepan gadis cilik itu.


"apa maksut mu fe kenapa kamu yang mau jemput dia. biar aku saja"ucap feri sedikit mengeraskan suaranya.


"baik tuan muda"fe turun membuka pintu mobil, feri pun turun dengan gaya sok kerennya tapi bagaimanapun gaya feri, dia memang sangat tampan.


masya melihat feri turun pun terkejut. dan langsung lari keluar rumah mendekati feri dan sekertarisnya.


aaah gadis bodoh kenapa kamu lari kesini jantungku jadi ingin lepas teriak feri dalam hati.

__ADS_1


masya mendekat disamping feri dan melihat feri dari atas sampai bawah.


memang om ini sangat tampan tapi ini om kok pakek baju kerja sih kan ini hari libur dan kenapa wajah datar memakai baju santai gumam masya bingung melihat pakaian mereka yang berbeda.


"om apa hari ini tidak libur kerja"tanya masya. tanpa dihiraukan oleh feri.


feri dengan percaya dirinya berjalan masuk kerumah masya.


masya dan fe tetap diposisi yang tadi, mereka saling pandang. masya mendekati fe dan menatap tajam fe.


apa yang akan anda lakukan nona tolong jangan mendekati saya gumam fe takut feri melihat masya mendekatinya.


"om datar apa om gila akan bekerja hari ini tapi kenapa om datar tidak memakai baju yang sama dengannya dan juga kenapa om gila kesini ngajak aku "tanya masya yang sangat panjang diajukan kepada sekertaris feri.


karena percuma bertanya pada feri, masya sudah bertanya tapi tidak direspon. lebih baik tanya pada sekertarisnya pikir masya yang polos.


"silakan nona anda pasti sudah ditunggu tuan muda didalam"ucap fe menundukkan kepalanya.


aah sama saja dua dua nya apa kalian ini dulu tidak belajar tanya jawab sih waktu smp kan pasti ada pelajaran itu tapi kalian tidak menggunakan dengan baik guman masya mendengus kesal lalu berjalan masuk kedalam rumah.


feri pun sudah duduk di ruang tamu menunggu masya masuk.


wajahnya sudah sedikit berubah lebih seram karena menunggu masya yang sedikit lama masuk.


"apa yang dia lakukan diluar kenapa tidak masuk"ucap feri lirih, dia sudah merasa kesal.


masya melangkah masuk keruang tamu dengan hati hati. fe juga mengikuti masya di belakang nya.


"lama sekali , apa yang kamu lakukan diluar"ucap feri sedikit keras.

__ADS_1


"om gila kan masya nunggu om masuk dulu terus masya ikutin dari belakang deh"ucap masya sambil menggaruk garuk kepalanya.


"kenapa kamu belum siap siap aku kan sudah bilang mau ajak kamu pergi"ucap feri dengan kesal melihat masya yang masih belum mengganti bajunya.


"kita mau kemana sih om"tanya masya.


"sudah ikut aja jangan banyak tanya"ucap feri.


kalau om gila tidak bicara mau kemana terus gimana aku tau baju yang cocok untuk pergi dan kalian berdua saja sudah berbeda pakai bajunya kan aku bingung gumam masya dalam hati sambil menatap feri dan fe bergantian.


nona pasti anda sedang bingung menentukan baju gumam fe


masya pun mendekati fe lagi


"om datar apa aku akan diajak om gila ini menemani dia bekerja"tanya masya sambil menginjak kaki fe.


fe tetap tidak menjawab pertanyaan masya.


masya sedikit menguatkan injakannya.


fe pun hanya bisa meringis kesakitan tanpa suara.


"om datar karena om datar tidak bilang kita mau kemana kalau gitu aku akan pakai baju seperti om datar saja kan hari ini hari santai ok om datar"masya nyengir kepada fe lalu mengangkat injakannya.


sakit juga injakan anda nona. aah hari ini akan sulit aku lalui gumam fe.


terimakasih sudah mampir membaca


jangan lupa like dan bintangnya.

__ADS_1


__ADS_2