Gadis Cantik Milik CEO

Gadis Cantik Milik CEO
Episode 79


__ADS_3

"Fe kenapa orang orang ramai sekali. Memangnya ada apa mereka?."Tanya Feri pada sekertarisnnya saat didalam ruangannya.


"Tuan muda senyuman mu tadi yang membuat mereka ramai saat ini."Ucap Fe dengan lirih sebelum menjawab pertanyaan Feri.


"Sepertinya karena tuan muda tadi menyapa mereka jadi mereka sangat senang tuan muda."Ucap Fe.


"Apa aku setampan itu Fe?, hanya karena aku tersenyum membuat mereka sangat senang."Ucap Feri sambil tersenyum dengan gembira.


"Memang anda tampan tuan muda tapi yang membuat mereka senang bukan karena ketampanan anda tapi karena tuan muda tidak pernah tersenyum selebar itu."Gumam Fe tanpa menjawab pertanyaan Feri.


"Fe kenapa kau diam?."Tanya Feri menunggu jawaban dari sekertarisnya itu.


"Maaf tuan muda. Sepertinyamemang begitu."Jawab Fe.


"Cari aman saja daripada tuan muda menggila."Pikir Fe saat itu.


Saat Feri mengurus semua pekerjaan yang dia tunda selama beberapa hari karena liburan tiba tiba terdengar bunyi ponsel.


Dring dring dring


Fe pun mengambil ponsel tersebut dan mengangkatnya.


"Hallo."Jawab Fe lalu mendengarkan orang di telfon itu berbicara.


Setelah hampir 5 menit mereka bicara, Fe pun menutupnya. Fe berjalan mendekati tuan mudanya.


"Maaf tuan muda, barusan direktur kampus nona Masya menghubungi saya."Ucap Fe pada tuannya.


"Hmm."Jawab Feri menunggu lanjutan cerita sekertarisnya sambil membuka buka dokumen yang diperiksanya.


"Direktur bilang noma Masya pergi kesana dan mengubah jurusan kuliahnya tuan muda."Lanjut Fe.

__ADS_1


"Terus apa maslahnya Fe?, apa salah kalau dia mengubah jurusan kuliah?."Ucap Feri dan tetap fokus pada dokumen.


"Nona Masya ikut jurusan kedokteran tuan muda."Lanjut Fe.


"Apa kau gila Fe?."Teriak Feri melempar dokumen dengan keras kemejanya.


Fe pun terkejut mendengar teriakan Feri.


"Kenapa jadi aku yang gila sekarang, Tadi bilang memangnya kenapa kalau pindah sekarang dia teriak teriak."Gumam Fe.


#Flasback


Satu jam setelah Feri pergi dari rumah Masya, Masta segera siap siap pergi kekampusnya. Dia sudag matang memikirkan untuk memindah jurusannya itu. Lima belas menit kemudian, diapun sampai dikampus dan langsung menuju ruang direktur.


Tok tok tok


Jegrek


"Maaf pak bisa saya menyita waktu anda sebentar."Ucap Masya dari dekat pintu.


"Kalau saya pindah jurusan kedokteran apa beasiswa saya masih bisa dipakai pak?."Tanya Masya sedikit ragu.


Direktur kampus itu pun tidak bisa menjawab dan dia berkata akan bediskusi dengan yang lainnya termasuk Feri.


Sebelum mendapat jawabannya akhirnya Masya pun kembali kerumah dan menunggu jawaban dari direktur tersebut.


#Kantor Feri


"Apa dia sudah gila?, kuliah kedokteran lama!, kapan aku menikah kalau dia kuliah terus."Ucap Feri.


"Maaf tuan muda apa anda mau segera menikah."Tanya Fe dengan polos tapi membuat mata Feri membelalak.

__ADS_1


"Apa tidak ada pertanyaan yang lain Fe."Jawab Feri sedikit penekanan.


"Yah salah ngomong deh aku."Guman Fe lirih.


"Suruh gadis itu ke kantor menemuiku sekarang!."Ucap Feri.


"Kan bisa kuliah sambil menikah kenapa tuan muda jadi tambah **** kalau jatuh cinta."Ucap Fe dalam hatinya.


Fe pun segera menghubungi Masya. Masya pun menuju kekantor Feri.


#Lobi kantor


"Permisi, maaf kak saya mau ketemu sama kak Feri."Ucap Masya pada resepsonis tersebut.


"Siapa gadis ini mau bertemu dengan presdir. Dia itu sibuk!, enak sekali ngomong ketemu ketemu. Panggila kak lagi. Sok sok amat sih dia. "Gumam salah satu resepsonis.


"Kamu siapa. Presdir sibuk tidak bisa diganggu."Ucap resepsonis itu dengan nada tidak suka.


Masya pun diam dan pergi menunggu disofa lobi tersebut. Hampir satu jam Masya di lobi.


"Yah mati lagi ponselku."Ucap masya kesal. Masya bermaksud menghubungi Fe namun karena kehabisan daya akhirnya dia berniat menunggu saja dilobi.


Sedangkan Feri pun marah besar karena Masya tidak segera muncul. Melihat Feri yang marah Fe pun berniat menjemputnya karena tidak bisa menghubungi Masya.


"Maaf tuab muda saya akan menjemput nona Masya."Ucap Fe pada Feri.


"Tunggu apa kamu!!!, cepat berangkat!!!."Ucap feri sedikit berteriak.


"Kenapa cuma soal pindah jurusan kuliah tuan muda jadi marah besar."Gumam Fe sambil berjalan meninggalkan ruangan itu.


Saat Fe dilobi, Fe pun melihat Masya yang duduk disofa dan didekati oleh seorang pria disana.

__ADS_1


"Kenapa dia disana itu cowok ngapain disitu. Ah untung saja tuan muda tidak ikut kebawah. Wah pasti hebos kalau dia tau." Fe pun segera bergegas menghampiri Masya.


Terimakasih


__ADS_2