
"Hei kenapa kamu nangis?. Aku gak mau lihat kamu nangis."Ucap feri menatap masya.
"Ihh gimana sih kak feri!!, masya nangis itu karena bahagia bukan lagi sedih."Ucap masya mendengus kesal lalu mengusap air matanya.
"Oh aku kira kamu nangis karena gak suka dengan kejutanku."Ucap feri.
"Sepertinya yang bodoh bukan masya tapi kak feri deh. Kak feri pernah pacaran gak sih."Ucap masya lirih.
"Apa kamu bilang aku bodoh."Tegas feri menatap tajam masya.
"Iya."Jawab masya lalu menjulurkan lidahnya. Feri tersenyum melihat tingkah masya yang menggemaskan.
Kamu benar benar cantik gumam feri dalam hatinya menatap masya yang sedang menikmati indahnya menara eiffel.
"Brengsek amat si feri, kita ditinggalin."Teriak alex kesal.
Erika tersenyum melihat alex yang sedang kesal."Kenapa kamu marah banget ditinggalin feri. Seperti ditinggal pacarnya aja."Ucap erika.
"Ya kan aku pengen lihat cara dia merayu gadis cantik itu."Ucap alex dengan senyum liciknya.
"Kamu mau ganggu feri sama masya?,apa kamu gak takut feri melemparmu kelaut."Ucap erika tersenyum lalu berjalan meninggalkan alex.
"Ngapain takut."Ucap alex sok berani karena feri tidak disana.
Tiba tiba pundak alex ditepuk sangat keras oleh seseorang dari belakangnya.
Siapa yang nepuk aku dari belakang?,erika kan ada didepan terus dibelakangku siapa? gumam alex dalam hatinya.
"Bener gak takut?."terdengar suara feri dibelakang alex.
"Kamu feri?."Suara itu membuat alex sangat terkejut,alex menoleh pelan menghadap feri, alex menebarkan senyum paksanya.
Aku harus nangis atau tertawa pikirnya.
__ADS_1
"Eeemm kamu dari kapan berdiri disini?."Tanya alex yang berusaha menghangatkan suasana yang menegangkan. Erika tertawa melihat alex ketakutan.
Alex segera berlari mengejar erika.
"Woy lari kemana."Teriak feri."Awas ya aku kirim kamu kekutub biar ketemu sama pinguin pinguin disana."Teriak feri lagi.
"Ampun fer."Teriak alex yang sudah berada didekat erika.
"Kenapa kalian seperti anak kecil."Ucap erika sambil tersenyum.
Masya hanya tersenyum melihat mereka terus berdebat saat bersama.
"Kak yuk pulang."Ucap masya memandang feri.
"Iya deh ayo kita pulang, biarkan mereka disini."Feri menggandeng tangan masya berjalan menuju hotel. Mereka berjalan kaki karena hotel memang sudah dekat. Feri turun dari mobil karena melihat erika dan alex, dan tidak dia sengaja mendengar kata kata alex menantang dirinya.
Setelah beberapa menit mereka berjalan, akhirnya mereka sampai dihotel mereka.
"Kok kak feri ikut masya masuk?."Tanya masya melihat feri yang berjalan dibelakangnya.
Kenapa senyum kak feri menakutkan jadi pengen aku usir gumam masya dalam hati.
"Sudah malam mending kak feri cepet tidur besok aku mau ajak jalan lagi."Masya berjalan masuk kamar mandi.
"Semoga aku keluar dia sudah gak ada disini."Ucap masya lirih.
Masya menyelesaikan urusannya dikamar mandi, setelah beberapa menit masya keluar.
Jegrek
masya membuka pintu dengan hati hati. Pintu terbuka pelan, masya melihat dari celah pintu yang sudah sedikit terbuka.
"Huh sudah pergi."Ucap masya lirih lalu membuka pintunya. Masya berjalan keluar kamar mandinya tersenyum senang karena feri sudah tidak didalam kamarnya.
__ADS_1
"Kenapa kamu kelihatan seneng banget."Ucap feri dari balik pintu kamar mandi masya.
"Aaaah kak feri."Teriak masya yang terkejut melihat feri dibelakang nya."Ke kenapa kak feri belum keluar."Ucap masya sedikit terbata. Wajah masya memerah.
"Hei hei kenapa kamu teriak. Apa kamu mau bangunin orang dihotel ini."Ucap feri tersenyum licik.
"Kak feri masih mau ngapain disini."Ucap masya menatap feri.
Kenapa dia berjalan mendekatiku?,apa yang akan dia lakukan gumam masya dalam hatinya.
Cup
kecupan hangat meluncur di dahi masya. Jantung masya berdetak cepat.
"Aku cuma mau kasih kamu kecupan selamat tidur."Ucap feri lalu berjalan keluar kamar masya. Feri tersenyum bahagia. Diluar kamar sudah ada alex dan erika.
"Hei hei hei kenapa kamu keluar dari kamar dia lagi?, apa kamu lupa kamar mu sendiri?."Tanya alex mendekati feri yang berdiri didepan pintu kamar masya.
"Jangan jangan sudah terjadi sesuatu."Ucap alex menebak wajah feri yang merona setelah keluar dari kamar masya.
"Tutup mulutmu. Aku bukan laki laki brengsek."Ucap feri kesal
Alex tersenyum licik. Alex suka menggoda temannya hingga kesal.
"Selamat malam."Ucap alex pada erika lalu berjalan mengikuti feri.
"Ngapain kamu masuk kamar ku?."Ucap feri menatap alex masuk kedalam kamarnya.
"Aku mau tidur disini."Alex berjalan kekamar sebelah feri.
Feri menghembuskan nafas dalam melihat temannya sudah masuk kamar sebelahnya.
Didalam kamar masya sudah senyum senyum sendiri membanyakan dia yang memeluk feri tadi.
__ADS_1
Aah kenapa tadi aku meluk kak feri duluan gumam masya lirih.
Terimakasih dukungannya