
"Nona Masya, kenapa anda masih disini?."Tanya Fe.
Semua orang yang ada lobi terkejut melihat Fe menghormati Masya. Pria yang mendekati Masya pun langsung melarikan diri dan jangan tanya lagi tentang resepsonis yang itu. Dia ketakutan melihat Fe menghampiri Masya.
"Aku udah satu jam disini."Ucap Masya menghampiri Fe.
Mendengar jawaban Masya Fe menatap tajam resepsonis itu.
Matilah aku, fikir resepsonis.
Masya dan sekertaris Fe pun segera menuju ruangan Feri.
"Kak Feri ada apa ?."Tanya Masya yang sedang memejamkan matanya disofa.
Mendengar suara Masya, Feri pun membuka mata dan langsungmenatap tajam Masya.
Kenapa wajahnya menakutkan seperti itu ,gumam masya.
"Kamu bisa gak usah kuliah enggak?."Tanya Feri dengan tegas dan membuat Masya bingung.
"Memangnya kenapa?, Masya pengen kerja buat mama."Jawab Masya.
Ini orang kenapa sih aneh, orang mau kuliah kok gak boleh, gumam Masya.
__ADS_1
"Aku sanggup biayain kamu. kamu boleh mengandalkanku. Sebenarnya boleh kamu kuliah tapi jangan di kedokteran deh."Ucap Feri.
"Kenapa?."Jawab Masya dengan singkat, Masya bingung mau Feri apa dan apa alasan dia tidak membolehkan Masya pindah kejurusan itu.
Apa kau sudah gila?.Kenapa kamu gak tau aku ini sedang cemburu, kalau kamu kuliah disana dan banyak dokter cowok pasti banyak yang suka sama kamu aaahh brengsek, ucap Feri dalam hatinya.
"Ya aku gak mau aja nanti kamu deket deket sama dokter dokter diluar sana."Ucap Feri yang putus asa.
Masya tertawa mendengar alasan Feri tersebut.
Kenapa pikiranmu aneh sekali sih kak, ucap Masya dengan lirih sambil tertawa.
"Masya mau kuliah kok gak mau deketin cowok, lagian kalau ada yang deketin Masya kak Feri juga gak akan diam saja."Ucap Masya.
Feri menatap Masya tanpa mengeluarkan suara dari mulutnya.
Ini orang keras kepala amat disuruh gak usah kuliah sama aku aja gak nurut amat, ucap Feri dalam hatinya.
"Oke terserah kau mau ngapain tapi kalau sampai aku mendengar kau dekat dengan laki laki lain!!!, mati kau!!."Ucap Feri dengan penekanan sambil mencengkram tangan Masya.
Masya kesakitan karena cengkraman Feri dan dengan tidak sengaja langsung melemparkan tangan Feri. Fe pun terkejut melihat kejadian itu.
"Wah wah wah bahaya ini bahaya kenapa nona Masya membangunkan raja gila."Gumam Fe. Fe selalu bergumam karena dia tidak mungkin mengeluarkan suara yang akan membuat Feri bertambah murka.
__ADS_1
"Hei hei hei gadis kecilku sekarang semakin kuat aja ya, berani lempar lempar tangan."Ucap Feri sambil tersenyum namun menakutkan.
"Salah sendiri kak Feri pegangnya kuat banget kan Masya kesakitan."Jawab Masya yang semakin berani dan tidak takut pada Feri.
"Senyumnya menakutkan, biarin aja salah sendiri. Aku mau latihan bela diri ah biar kalau kak Feri macam macam aku akan waks."Ucap Masya sambil tersenyum sendiri.
Melihat Masya yang tidak takut pada Feri itu pun, Feri mendekatinya dan melemparkan Masya ke sofa.
"Aaaw sakit."Teriak Masya kesakitan.
Feri menatap Masya dengan tajam dan mendekatkan wajahnya.
"Eh eh eh ini orang kenapa deket banget sih."Gumam Masya sambil menatap Feri.
Tiba tiba Feri pun mendaratkan bibirnya ke bibir Masya.
Cup
cup
Kecupan itu sontak membuat Masya terkejut tanpa mengeluarkan suara dan sambil membelalakkan matanya menatap Feri.
"Apa ini apa?."Teriak Masya dalam hatinya.
__ADS_1
Terimakasih