
"emm iya boleh"ucap masya ragu ragu. apa lagi mau dia, setelah apa yang dia lakukan dan aku sudah mulai melupakan kenapa dia datang lagi gumam masya.
malam yang sama sama menegangkan akan terjadi. dikediaman feri sudah mulai menyiapkan makan malam. feri pun sudah selesai berendam.
badan ku terasa lebih nyaman setelah berendam. tiba tiba terdengar ketukan pintu.
tok
tok
tok
feri berjalan membuka pintu dengan handuk yang masih melingkar diatas pinggangnya. "siapa"ucap feri sambil memebuka pintunya
sontak membuat erika yang berada didepan pintu terkejut melihat dada bidang dan putih mulus feri itu.
feriii kamu memang benar benar tampan. andai aku tidak pergi kuliah keluar negeri aku pasti masih tetap dekat denganmu gumam erika sambil tetap menatap feri terpesona.
"udah cukup lihatnya aku mau ganti baju, kamu ada perlu apa kemari"ucap feri.
"itu om sama tante sudah menunggu dibawah"jawab erika lalu mendorong feri untuk masuk kedalam dan menutup pintu.
"hei apa yang kamu lakukan mue cepat keluar aku mau ganti baju"teriak feri terkejut dengan sikap erika .
"kenapa sih feri dulu aki juga sering kekamar ini nunggu kamu"ucap erika lalu berjalan duduk disofa kamar feri.
"mue aku sudah pernah bilang dulu kita belum dewasa, dan sekarang kita sudah sama sama dewasakan tolong jaga kelakuanmu itu"ucap feri kesal lalu meninggalkan erika yang masih duduk disofa.
"kamu mau kemana"ucap erika manja
"aku mau gantii baju "ucap feri kesal lalu pergi kekamar mandi nya.
aku akan dapetin kamu lagi, dan aku juga akan berusaha supaya kamu setuju dengan pertunangan ini gumam erika
setelah feri mengganti pakaian dan kembali kekamar dia masih melihat erika duduk disofa kamarnya.
kenapa dia sekarang lebih tidak punya malu guman feri kesal
__ADS_1
"kamu mau tetap disini atau ikut aku turun"ucap feri lalu meninggalkan erika namun erika menghalanginya.
erika mendekati feri, memegang tangannya lalu mendorong feri hingga jatuh diatas sofa bersama dengan dirinya.
sontak membuat feri terkejut dan segera mendorong erika sampai jatuh kelantai.
"awww" pekik erika kesakitan
"jaga sikap mu atau aku tidak akan pernah mau bertemu dengan mu sekalipun kau dulu pernah dekat denganku"ucap feri geram
"kenapa kamu kasar sekali sih" air mata erika jatuh, dia segera berdiri dan lari kebawah.
papa dan mama feri melihat erika yang lari dengan menangis itu pun terkejut.
"sayang kenapa kamu nangis?apa yang feri lakukann padamu"ucap mama feri lalu memeluk masya itu.
"lihat apa yang anakmu lakukan"ucap mama feri kepada suaminya kesal.
"tunggu feri turun kita tanyakan apa yang terjadi "ucap hendry papa feri.
feri berjalan turun dari tangga sudah melihat mama dan papnya yang menatap tajam.
"feri apa yang kamu lakukan pada erika"ucap papa feri itu dengab tegas dan bijaksana. rina mama feri menatap feri dengan kesal.
"kenapa papa tanya padaku? kenapa tidak papa tanyakan langsung pada erika"ucap feri lalu meninggalkan mereka
"feri tunggu kamu mau kemana "teriak rina mama feri
"aku banyak kerjaan "ucap feri tetap meninggalkan mereka menuju ruang kerja nya.
mama feri masih menenangkan erika yang menangis sedangkan papa feri menyusul feri menuju ruang kerja nya.
papa feri membuka pintu, feri sudah duduk disofa ruang kerja nya dengan memijat kepalanya yang terasa pusing.
papa feri mendekati feri dan menepuk punggung anaknya itu dengan lembut.
feri mendongakkan kepala menatap wajah papanya"kalau papa masih mau membahas erika aku gak mau dengar. tanyakan saja pada erika apa yang dia lakukan" ucap feri
__ADS_1
mendengar ucapan feri papa nya pun menghembuskan nafas kasar.
"apa ada masalah dikantor sepertinya kamu terlihat kurang tidur akhir akhir ini"ucap hendry dengan halus.
"tidak ada"ucap feri singkat lalu pergi berjalan duduk dikursi kerjanya.
hendry menatap wajah anaknya yang sepertinya sangat lelah itu.
"pa apa dulu papa dipaksa menikah ?"tanya feri pada papanya.
"tidak, papa dulu memilih pasangan papa sendiri tanpa ada perjodohan rengan mamamu"jawab papa feri lalu mendekati anaknya itu.
"kemari"hendry melambaikan tangannya pada feri, feripun segera mendekati hendry lalu duduk disampingnya.papa feri menceritakan masa mudanya dulu, membuat sedikit menghilangkan kekesalan pada anaknya. erika yang dari tadi menangis pun tidak jadi ikut makan malam bersama dia lebih memilih pulang. setelah hendry dan feri ngobrol bersama , hendry sudah melihat kemarahan feri sudah reda.
"ayo kita makan pasti mama mu sudah menunggu"ucap papa feri. papa feri memperlakukan feri dengan halus karena dia sudah tidak ingin mengekang anaknya dan menuruti keegoisan orang tuanya itu.
"iya pa" feri mengikuti papanya berjalan menuju ruang makan.
melihat feri dan suaminya yang sudah duduk dikursi mereka masing masing.
mama nya pun memulai pembicaraannya yang sangat menyebalkan itu menurut feri.
"feri bersikaplah baik pada erika dia juga teman kecilmu dulu"ucap mama feri
feri menatap tajam mamanya"ma jangan membahas erika lagi didepanku"ucap feri masih melanjutkan makannya.papanya menatap feri, karena takut feri emosi lagi papanya pun ikut bicara.
"ma jangan bicara lagi"ucap papa feri menatap istrinya tajam. mama feri pun mendengus kesal. makan malam pun dilanjutkan tanpa ada suara. sedangkan di kediaman masya malam menegangkan pun juga akan dimulai.
masya dikamar nya selesai membersihkan dirinya, tidak lama terdengar teriakan dari mamanya.
"sayang ada miko diluar"teriak mama masya sambil menemui miko didepan rumah.
"malam tan"sapa miko pada mama masya
"iya malam miko, lama tidak kesini ya"ucap mama masya miko pun hanya membalas dengan senyuman.
"duduk dulu masya baru selesai mandi"ucap mama masya lalu meninggalkan miko.
__ADS_1
terimakasih kakak untuk dukungannnya mohon maaf jika banyak kekurangan. jangan lupa vote nya ya.