Gadis Dingin Yang Ceria

Gadis Dingin Yang Ceria
Chapter 23. Menyelidiki Angga


__ADS_3

Tapi, jika Angga adalah pelaku, semua justru tidak akan berjalan dengan mulus, dia adalah orang yang dikelilingi oleh kebaikan. Orang seperti dia akan lebih mudah dipercaya oleh banyak orang.


Berbeda denganku yang sudah lama mengasingkan diri dari lingkungan, jika bertindak ceroboh itu akan menjadi bumerang, dia bisa berbalik menyerangku.


Orang yang ceria dan memiliki teman akan lebih dipercaya dari pada orang yang sedikit teman dan pendiam, itulah kenyataan, tapi aku tidak akan menyerah akan hal sepele ini.


Sekarang sedang istirahat aku sebenarnya benci melakukan ini, tapi tampaknya tidak pilihan lain. Aku akan pergi ke kelas Angga sebentar.


Di kelas E tempat dia berada, seperti biasa dia di keliling oleh banyak orang baik itu laki atau perempuan, dia pada dasarnya karakter sempurna.


Angga bisa melakukan segalanya, jika ini adalah cerita novel maka kemungkinan besar karakter sempurna seperti dia akan menjadi tokoh utama.


Aku melangkah dan menuju ke tempat duduk Angga yang ramai. Saat aku datang keramaian menghilang dan semua orang terdiam serta menatapku.


Angga memutar mata dan menatapku


"Ada apa?"


Aku menghirup napas dan berkata,


"Aku ingin makan ke luar bersamamu apakah kamu mau?"


Aku mengeluarkan senyuman terbaik yang bisa aku lakukan, hal ini agar terkesan lebih ramah dan Friendly.


Dia merenung seperti memikirkan sesuatu untuk beberapa saat, dia menatap temannya yang berkumpul di meja dan kembali menatapku, dia menghela napas.


"Baiklah, tapi jangan terlalu lama, kita pernah satu kelas juga. Jadi tidak masalah, kamu adalah teman lamaku."


Wah, aku tidak menyangka kalau dia ingat itu. Aku dan dia pernah satu kelas di tahun ke dua. Sekolah kami terbilang unik, setiap satu tahun kelas akan berganti secara random. Pada tahun ke dua aku se kelas dengan Angga di kelas B dan sekarang aku di kelas A satu kelas dengan Sofie.


"Yap, terima kasih."


Aku mengeluarkan senyuman sekali lagi, tapi itu hanyalah tipuan agar terlihat lebih baik saja, rencanaku mengundang dia untuk makan adalah demi sedikit mengetahui tentang Angga.


Jika dia benar mencurigakan maka aku akan melakukan sesuatu dengan lebih cepat. Omong-omong Sofie sekarang bersama Zilla dan Ardian, jadi aku bisa tenang kalau bersama mereka dia pasti aman.

__ADS_1


Aku dan Angga melangkah bersama sambil membawa bekal di Koridor.


"Apa yang kamu rencanakan?"


Dia bertanya dengan tegas serta dingin, berbeda dengan sifat ceria dan cerah yang dia tunjukkan tadi. Angga sangat pintar membuat wajah palsu.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin lebih dekat denganmu apakah salah jika aku dekat denganmu, meskipun begini aku adalah teman sekelasmu dulu."


Angga terlihat ingin membantah, tapi dia mengurungkan niat itu. Dia pintar juga ya.


Aku akan membuat pertanyaan di sini, jika seorang top idol menolak makan bersama mantan temannya maka apa yang akan terjadi?


Jawabannya sangat gampang, Orang-orang akan menjadi julid dan menganggap buruk sang idol tidak peduli apa alasannya. Top idol harus melakukan semua hal secara sempurna, jika tidak maka orang-orang yang sebelumnya mengagumimu maka perlahan akan berbalik menyerangmu dengan hinaan, inilah kenyataan.


Jujur saja aku tidak berharap Angga menerima ajakanku, justru sebaliknya aku ingin Angga bersikap apatis dan jijik denganku, jika seperti itu semua orang yang ada di kelas akan menurunkan rasa kepercayaan kepada Angga dan perlahan reputasinya akan menurun.


Setelah itu akan lebih mudah untuk mengungkapkan fakta bahwa orang ini adalah stalker, walaupun dia belum 100℅ Stalker yang kemarin.


Bisa dibilang Angga terpaksa mengikuti keinginan dariku agar bisa terhindar dari skenario buruk itu. Gilang Anggara sudah kuduga dia orang yang cukup pintar.


Aku duduk di sembarang tempat, saat ini kami berada di balik gedung sekolah tempat di mana kami berdua berbicara untuk pertama kali dan tempat di mana aku sadar bahwa Angga adalah orang yang menakutkan.


Angga terdiam untuk beberapa saat, dia berjalan dan duduk di jarak agak jauh denganku.


"Kenapa kamu memilih tempat ini? Apa sebenarnya yang kamu inginkan?"


Dia masih tampak waspada bahkan tidak menyentuh bekal miliknya dia menatapku.


Meskipun begitu aku tidak bisa mengatakan semua dengan lantang, bahkan mengajaknya makan bersama sudah seperti sinyal bahwa aku menaruh kecurigaan terhadap dia.


Jadi sepertinya aku harus mengarang cerita lagi.


"Bukan hal penting, tapi apa kamu tahu sesuatu hal yang di sukai Sofie?"


Aku tersenyum dan bertanya, kenapa aku membahas ini? Ini demi mengecek seberapa tahu dia tentang pujaan hatinya yaitu Sofie.

__ADS_1


"Kenapa kamu ingin tahu hal itu? Apa yang kamu rencanakan untuk dia!?"


Duh, aku lupa dia akan sangat marah jika aku terlalu dekat dengan Sofie.


"Tapi, baiklah akan ku beritahu, Sofie menyukai boneka kecil berupa anjing."


"Oh, jadi begitu." Aku berpura-pura untuk mencatatnya di memo.


Omong-omong, sebenarnya barang yang Sofie sukai bukan boneka Anjing, tapi bonek kucing, Angga salah besar, atau dia sengaja berbohong Agar aku tidak curiga?


"Berterima kasihlah kepadaku, beberapa hari lagi dia akan ulang tahun, jadi persiapkan kadonya dengan baik."


"Siap."


Aku kembali menulis lagi, beberapa hari lagi dia akan ulang tahun itu adalah kenyataan.. Tunggu, ah aku paham. Alasan kenapa Angga memberikan informasi yang salah tentang barang yang Sofie sukai adalah agar aku mendapatkan kebencian dari Sofie, karena Sofie sendiri bukan orang yang suka anjing.


Dia adalah penyuka kucing. Mungkin Angga berencana membuat hubungan kami menjadi buruk hanya karena hadiah bodoh ini.


Dia pasti berpikir Sofie akan marah kepadaku karena teman dekatnya bahkan tidak tahu hal yang dia sukai dan disaat aku dan Sofie mulai bertengkar, dia melakukan pergerakan.


Angga kemungkinan akan memberikan hadiah berupa barang yang Sofie inginkan tepat pada saat, gadis itu sedang dilanda kesedihan. Dia ingin merebutnya dariku. Itu adalah plot dalam dunia novel, kemungkinan besar akan seperti itu jika Angga beneran memiliki obsesi kepada Sofie.


Jadi aku putuskan untuk bermain dengan mengikuti keinginan Angga. Beberapa hari kedepan saat Sofie sudah ulang tahun akan ku berikan barang yang dia benci yaitu boneka anjing dan mari kita lihat apa yang akan dilakukan Angga.


Jika dia melakukan hal yang kupikirkan maka aku semakin yakin bahwa Angga memiliki obsesi tinggi untuk Sofie dan itu bisa menandakan bahwa Angga kemungkinan besar adalah Stalker yang kemarin.


Kring


Kring


Waktu istirahat akhirnya selesai aku menatap bekal yang telah kosong, sambil berpikir tampaknya aku memakan semua bekal dengan sangat lahap.


Aku berdiri dari tempat duduk dan berjalan menuju ke kelas, tapi sebelum itu aku berpamitan dengan Angga.


"Terima kasih informasinya, aku terbantu."

__ADS_1


Aku berjalan dan menjauh dari Angga.


__ADS_2