
Sekarang apa yang sebaiknya kulakukan? Aku sangatlah bingung, apa aku harus melakukan kekerasan?
Ditengah kebingungan Rijal terbangun dia menepuk pundakku membuat lebih tenang. “Jangan gegabah, mereka berjumlah empat orang dan bukan orang biasa, jika ingin bertarung maka harus hati-hati,” bisik Rijal ke aku an Angga.
“Apa yang kalian bisikan, ha?” tanya Aditya dengan nada penuh emosi. Spontan kami menoleh.
Aku menghela napas dan menatapnya dengan tenang. “Tidak terlalu penting, aku hanya mau tahu di mana kamu menyembunyikan Sofie dan Stela, kumohon lepaskan mereka berdua setelah itu kamu bebas melakukan apapun.”
Aditya tertawa. “Mana mungkin itu kulakukan, asal kamu tahu? Rasa sakit yang kualami lebih besar sangat tidak adil jika kamu tidak mengalami hal yang sama, kan?”
“Setidaknya jangan libatkan orang tidak bersalah!” tegasku.
“BERISIK! AKU BENCI KALIAN SEMUA.”
__ADS_1
Sial percuma saja mengatakan hal ke orang ini, tidak ada pilihan lain selain kekerasan. Aku menatap Angga dan dia menganggukan kepala dia tampaknya juga ingin bertarung, sedangkan Rijal dia tampak gemetaran ketakutan.
“Dari pada diam seperti ini mari kita lihat vidio menarik!”
Sambil tersenyum, Aditya menunjukan vidio melalui hp-nya. Mata kami bertiga terbuka lebar, di sana terlihat jelas bukan hanya Sofie dan Stela, tapi cewek lain seperti Nasya dan Zila terlibat. Aku sudah semakin emosi, tidak bisa lagi menahan segalanya.
“Dan juga lebih baik kalian segera pergi, aku mengirim beberapa orang yang bernafsu lo, ahaha. Aku tidak bisa menjamin keperwanan mereka setelah ini. Mari kita lihat vidio dewasa lewa sini, sebentar lagi orang-orang yang memiliki nafsu akan datang dan menyantap mereka semua,” Aditya berkata dengan tertawa.
Aku berteriak dan menerjang Aditya, tiga orang yang berada di sana mengahalangiku. Melayangkan pukulan kayu ke kanan, aku menghindari dengan cara sleding menghindari ke sisi bawah yang kosong.
Setelah melakukan sleding tiga orang itu tampak kage dan aku langsung lari dengan kecepatan penuh. Tiga orang itu ada dibelakangku hendak mengejar tapi Angga dan Rijal menghalangi semua itu.
Kembali ke aku. Tanganku langsung meraih kerah milik Aditya dan menatapnya tajam, memukulnya dengan tangan kanan dua kali dan bertanya dengan emosi. “Di mana mereka?”
__ADS_1
Aditya masih tertawa cengengesan, dia malah meremehkanku. “Sudah kubilang, kan. tidak akan kuberi tahu. Jika ingin tahu coba kalahkan aku!”
Aditya menepis tanganku, dia melompat mundur dan memunculkan pisau kecil yang diambil dari sakunya. Dia menjilat pisau kecil itu seperti hal normal yang dilakukan.
“Aku akan membunuhmu aku sangat benci kamu, Sebastian!”
Kami diam saling menatap. Memasang kuda-kuda bertarung.
Jujur saja ini sangat mengingatkan ku kepada masa lalu, dulu kamu sering berkelahi untuk memutuskan yang terkuat, hari itu menyenangkan, dia tidak terlalu buruk hanya sala kedua orang tuanya membenci dia. Aditya juga dibuly habis-habis oleh para murid di sekolahnya.
Itulah yang membuat dia berubah menjadi brandal dan memasuk geng yang kubuat. Awalnya dia adalah orang canggung berkacamata, sangat payah. tapi dia berpotensi dalam perkelahian, aku benar-benar kagum dengan dia.
Hubungan kami sangat bagus, tapi kini kita harus saling membunuh. Sangat disanyangkan, jika dipikirkan lagi ini adalah kesalahanku karena tidak bisa membantu teman di kondisi tersusahnya jadi hari ini akan kukalahkan dia dan kupaksa menjadi lebih baik.
__ADS_1