
Aku masih terdiam, tidak percaya dengan apa yang terjadi. Aku menelan ludah menatap Aditya sosok temanku ini.
“Kenapa kamu melakukan ini semua?”
“Yang justru bertanya adalah aku! Kenapa kamu pergi dari kami saat dalam posisi terburuk?”
Aku terdiam merenung untuk beberapa detik yang dia katakan benar. Ini mungkin adalah salahku wajar saja dia membenciku, saat aku hendak berbicara dan berusaha untuk membantah Aditya menaikan nada sekali lagi dan baerkata.
“Apa kamu tahu dampak yang terjadi karena ulahmu, kan? Tapi kamu masih tidak peduli dan malah keluar begitu saja. Karena kamu menyelamtkan gadis itu kami jadi mengalami banyak musibah. Mereka yang kamu pukuli pada hari itu tidak terima dan menyerang kami semua, banyak korban yang berjatuhan karena ulah egosimu! Bahkan adikku juga menjadi korban.:
Dia tampak sangat marah. Dan aku terdiam, seperti yang Adit katakan aku hanya melarikan diri dari tanggung jawab, tapi aku tidak menyangka kalau adik Adit juga menjadi korban. Aku terkejut dan menoleh ke arahnya.
__ADS_1
“Apa adikmu benar-benar menjadi korban, apa yang terjadi?”
Aditnya menundukan kepala tampak sangat tertekan. “Adik perempuanku jadi harus tinggal di rumah sakit dengan waktu yang lama. Bahkan sekarang dia masih tergeletak dengan lemah, para geng yang kamu pukuli hampir memperks* adik kecilku, beruntung saja aku datang di waktu yang tepat, mereka dan menyelamatkan adikku. Tapi dia hampir saja mengalami hal buruk tentu saja mentalnya menjadi gila!”
“Dan ini semua adalah salahmu! Kamu membuat adikku menderita, jadi kali ini aku akan membuat barang kesukaanmu menjadi mengalami hal sama persis.” Aditya menambahkan.
Aku sangat shcok, banyak hal terjadi hingga bernapas pun serasa sangat sulit. Apa yang harus kulakukan sekarang? Ini semua adalah salahku, inilah kenapa Sofie menjadi incaran dia. Aditya dia ingin membalas semua yang kulakukan.
“Jangan bercanda! Jika kamu benci aku, kamu bebas melakukan apapun kepadaku, tapi jangan libatkan Sofie, dia tidak bersalah.”
“Adikku juga tidak bersalah, tapi dia menjadi gila sekarang. Dan aku juga menjadi gila juga, ini semua salahmu Sebastian, seandainya kamu tidak seenaknya, ini semua tidak akan terjadi! Aku akhirnya menemukan sosok Sofie dari pesan yang entah dari mana muncul, aku melihat fotonya dan yakin bahwa Sofie adalah gadis yang kamu selamatkan waktu itu. Jadi dia adalah korban selanjutnya.”
__ADS_1
Tunggu foto misterius? Siapa yang mengirim foto seperti itu? Kalau Aditya mendapatkan foto dari sosok misterius maka berarti masih ada orang lain di balik semua ini, tapi siapa?
Saat aku terdiam menerima amarah dari Aditya dan hanyut akan pikiranku, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dengan tenang. Aku menoleh dan menatap ke Angga, dia tampak sedikit tersenyum cangungg.
“Sekarang kamu tahu, kan? Aku bukan pelakunya, dia jelas pelaku lo. sebagai hganti karena telah seenaknya menfitnahku maka kamu harus menarktir sesuatu lain kali,’ ucapnya dengan tersenyum.
Aku tertawa kecil. Dia benar aku merasa bersalah aku mencurigai dia dan sekarang aku yakin Angga terlihat seperti ingin mengakrabkan diri. Akan sangat aneh jika diblang dia adalah pelaku.
“Yay ya, maaf.”
Aku kembali menatap Aditya yang mengoceh, tapi ucapan dia kini tidak terlalu kupahami. Aku sangat tahu bahwa semua ini adalah salahku, maka hari ini akan kuakhiri.
__ADS_1
Segalanya tentang kecurigaanku dengan Angga, Aditya, menyelamatkan Sofie, dan mencari sosok dari balik belakang. Sekarang yang jadi masalah adalah bagaiman cara menyelesaikan ini semua?