
2 Tahun Kemudian...........
Di sebuah apartemen yang terbilang cukup mewah seorang gadis cantik terlihat tengah berdiri di balkon kamarnya..dia menatap indahnya langit malam di kota itu.
"Tak terasa sudah 2 tahun aku di sini..huhhh rasanya ingin cepat pulang"
Gadis itu hanya memandangi langit malam setiap kali dia merindukan seseorang.. walaupun setiap hari mereka berkomunikasi juga video call namun rasa rindu itu masih saja terselip bak sisa makanan yang tertinggal di gigi.
Malam semakin larut akhirnya gadis itu memilih untuk tidur..setelah cukup lama dia berdiri menyendiri di balkon kamarnya.
"Sebaiknya aku tidur..malam semakin larut jangan sampai dia tau aku terlambat tidur bisa-bisa besoknya dia sudah di depan pintu apartemen..oh tidak"
"Selamat malam Gian..aku merindukanmu"
*
*
Sedangkan seorang pria jauh di sana di negara berbeda tengah berkumpul bersama dengan keluarga..biasanya jika ada acara kumpul keluarga dia akan merasa senang namun entahlah hari ini dia seakan tak bersemangat.
"Kau kenapa Gian?"
"Tidak apa-apa"
"C'mone boy..jangan sungkan berbagi dengan kakak"
"Huhhh..aku merindukan nya ka"
__ADS_1
"Siapa?"
"Rachel"
"Ohh..jangan begitu..biarkan dia fokus pada pendidikan dan karirnya dulu..kau rela melepaskannya sewaktu dulu berarti kau harus bisa menerima resikonya..Kaka tau jauh dari orang yang kita sayang itu sangat berat tapi pikirkan lah sisi baiknya"
"Hm..kau benar.. thanks"
Gio menjadi tempat curhatnya setiap kali Gian merindukan Rachel..setiap hari tiada hari tanpa berkomunikasi walau hanya lewat ponsel tapi setidaknya bisa mengurangi rasa sesak di dadanya.
Acara kumpul keluarga telah usai.. Giana, Richie dan Edward selalu menginap bila akhir pekan..Rey dan Samuel tidak mempermasalahkan soal pembagian jatah menginap ketiga cucunya apalagi sekarang Gia dan Alana tengah mengandung lagi, kehamilan Alana baru menginjak usia 2 Minggu sedangkan Gia kandungan nya sudah 5 Minggu.
Mereka berdua sama-sama melakukan program hamil karena usia anak mereka juga sudah semakin besar..kata El dan Gio biar repotnya sekalian jadi ketika besar nanti tidak perlu saling berebut atau ribut.
Genie juga sudah lulus kuliah design..dia sekarang tengah merambah dunia fashion..hasil karyanya juga banyak di minati kalangan menengah ke atas.
Via..dia tak bisa berkutik karena pacar dadakannya yang anak mommy itu selalu saja ngintil di setiap kesempatan..bahkan dia datang ke rumah via untuk berkenalan dengan orangtua Via.
Via seakan ingin menelan Brian hidup-hidup karena selalu mengganggu nya..memang sedikit terhibur dengan tingkah konyol nya.. sedikit demi sedikit Via juga mulai merubah sisi manja dalam diri Brian agar menjadi lelaki seutuhnya.
Setiap anggota keluarga memiliki kisahnya masing-masing..mereka selalu bercerita tentang keseharian nya pada keluarga lainnya..kompak dan harmonis jarang sekali terlibat adu mulut atau pertengkaran serius antar keluarga.
Skip>>>>>>>
Di Kamar Gian.....
"Huhhh sedang apa ya dia sekarang..mungkin sudah tidur..besok saja.."
__ADS_1
Gian merebahkan tubuhnya di atas ranjang..dia lelah setelah melakukan aktivitas nya.. kesehariannya sebagai CEO muda di perusahaan Wilson memang menguras tenaga dan waktunya jika tidak pintar dalam mengaturnya.
"Lusa harusnya aku cuti.. baiklah aku akan buat kejutan untuk nya..semoga dia menyukainya"
Gian tidak sabar untuk bertemu dengan Rachel..beberapa kali dia memang sudah mengunjungi Rachel di London itupun hanya sehari karena waktunya dan Rachel tidak memungkinkan.
Rachel sibuk dengan pendidikan dan karirnya sebagai karyawan di cabang perusahaan keluarga Wilson yang ada di London.. sebenarnya Gian tak mengijinkan Rachel bekerja di sana karena pasti akan banyak laki-laki yang meliriknya.
"Shitt kenapa aku tidak suka Achel bekerja di sana.. huft menyebalkan kenapa juga dia repot-repot bekerja padahal aku bisa mencukupi kebutuhan nya..arghhhh sial"
Jika memikirkan lagi Gian akan kesal di buatnya..dia tak rela Rachel di lihat orang lain..dia ingin menyimpan Rachel hanya untuknya..bahkan dia selalu menempatkan banyak penjagaan di sekitar apartemen Rachel benar-benar benih-benih bucin sudah semakin menjadi dalam diri Gian.
Gian memilih tidur karena tubuhnya sudah lelah..otaknya sudah terkuras habis oleh pekerjaan..di tambah Rachel oh God ingin rasanya Gian terbang ke London dan menjemput nya untuk dia bawa kembali.
"Sabar Gian.. sebentar lagi Rachel lulus..dia semakin pintar dan cerdas maka dari itu dia bisa kuliah sekaligus bekerja..huft.. sebentar lagi Gian.. bersabarlah"
Gian sudah tak sabar ingin segera menikahi Rachel tapi dia tak mau egois karena Rachel baru saja memulai karirnya sebagai pegawai di perusahaan Wilson..dia ingin Rachel sukses dulu sebelum dia menjeratnya dalam ikatan pernikahan.
Skip>>>>>>>
Pagi menjelang Rachel bangun lebih awal karena dia ada tugas dengan karyawan lainnya untuk rapat bersama membahas perihal pembangunan komplek perumahan di daerah pesisir pantai.
"Semoga hari ini lancar..semoga Achel dan tim Achel bisa mendapat kesempatan emas ini..mom..nek bantu Achel dari sana"
Rachel berangkat menuju perusahaan yang letaknya tak begitu jauh dari apartemen nya.. sebenarnya ada supir yang Gian sediakan tapi Rachel menolak mentah-mentah karena dia ingin memulai semuanya dari nol tanpa bantuan Gian.
Perdebatan kecil sempat terjadi di antara mereka tapi akhirnya setelah di jelaskan lagi Gian mau mengerti dan mengalah..Rachel juga selalu memaklumi sifat Gian yang keras bagai batu.. meski begitu dia tetap menyukai nya.
__ADS_1