
Semua yang ada di aula terkejut termasuk Ken dan anggotanya..mereka tak menyangka ternyata Rachel yang mereka kira selama ini lemah adalah calon istri dari bos mereka.
"Sial kenapa aku sampai tertipu..brengsek kalau begini habis sudah riwayat ku..sial..sial..sial" batin Ken mengumpat dirinya yang tak menyelidiki tentang Rachel sedari awal.
"Bagi yang merasa berbuat seperti itu datanglah ke ruangan saya dan minta maaflah pada calon istri saya karena saya tidak bisa mentolerir sikap buruk itu.. baiklah sekian dari saya kembalilah pada pekerjaan kalian masing-masing.. terimakasih atas waktunya" Gian mengakhirinya dengan jalur damai dia tak mau terlibat masalah yang akan berdampak di masa depannya bersama Rachel.
"Ayo sayang ke ruanganku"
Rachel mengikuti Gian dengan menggandeng lengan Gian..Gian juga melingkarkan tangannya di pinggang Rachel.
Ken yang masih melihat itu sangat mendidih..dengannya dan yang lain Rachel bersikap cuek bahkan terkesan dingin tapi lihatlah ketika dia menemukan mangsa yang lebih baik bahkan menjilat ludahnya saja dia mau.
"Dasar jallang..pintar sekali dia merayu bisa cih pasti dia sudah menjual diri.. benar-benar sok suci..cihh" batin Ken masih menatap kepergian Gian dan Rachel.
*
*
"Gian kapan kita ke bandara..aku sudah rindu mommy"
"Sabarlah sebentar lagi.. tunggu si brengsek itu datang dan minta maaf padamu baru kita pergi oke?"
"Hm.. baiklah"
Tak berapa lama kemudian pintu di ketuk oleh Nerd.
"Masuk"
"Maaf tuan saya menggangu anda dan nona..ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda dan nona"
"Suruh masuk"
"Baik tuan"
Nerd bebalik dan memanggil orang yang ingin bertemu Gian dan Rachel..sementara Gian dan Rachel tengah beromantis ria.
Rachel duduk di pangkuan Gian..dia memainkan pipi Gian..Rachel sangat suka pipi Gian dengan garis rahang yang tajam..sangat tampan.
"Permisi tuan" ucap orang itu.
"Siapa namamu?" Tanya Gian yang masih asik memainkan rambut panjang Rachel.
"Saya Kendra tuan..ketua tim 3 "
__ADS_1
"Mau apa kau kemari?"
"Saya..saya..em..saya"
"Bicara atau hengkang dari sini"
"Baik tuan..maaf..maafkan saya..saya telah sengaja menghina nona Rachel waktu kemarin..saya tidak berniat seperti itu sebenarnya tuan..saya hanya terbawa suasana maaf..sekali lagi maafkan saya"
"Kau menghina calon istriku tapi meminta maaf padaku..kau waras?"
Ken terdiam..dia tak Sudi sebenarnya meminta maaf pada Rachel..lebih baik dia di hukum daripada meminta maaf pada Rachel.
"Nona Rachel maafkan saya karena tidak sopan pada anda kemarin"
"Ya"jawab Rachel datar.
Dalam hati Ken dia mengumpat Rachel karena sudah belaga di depan bosnya..lihat saja nanti suatu saat dia akan membalas nya.
"Pergilah" ucap Gian mengibaskan tangannya.
"Baik tuan..saya permisi"
Ken menatap Rachel sejenak dengan tatapan permusuhan..Rachel menyadari tatapan Ken..dia bodo amat toh dia tak akan di sini lagi nantinya.
Malam telah tiba..Rachel dan Gian bersiap menuju kediaman Rey untuk mempertemukan keluarganya dengan Rachel.
Gian tau mommy dan Genie sangat rindu dengan Rachel karena setiap hari mereka selalu bertanya perihal kepulangan Rachel.
"Kau sudah siap?" Tanya Gian pada Rachel.
"Sudah..ayo" jawab Rachel dengan senyum nya.
Mereka menuju kediaman Rey..butuh satu setengah jam untuk mereka bisa sampai di kediaman Rey.. akhirnya kini mereka sudah sampai.
Gian turun dan berputar arah menuju pintu samping dimana Rachel tengah menunggu nya..dia membukakan pintu untuk Rachel dan mengulurkan tangannya.
Rachel menyambut tangan Gian dengan senyuman sejuta gula pasir nya..dia melangkah mengikuti langkah Gian..sampailah mereka di depan pintu yang sudah terbuka lebar.
"Ayo masuk..mereka sudah menunggumu"
"Iya..Achel gugup Gian"
"Ada aku..keep smile don't worry"
__ADS_1
Mereka masuk kedalam dan terlihatlah keluarganya sudah berkumpul hanya ada Genie,Laura,Rey, Gio, Alana dan kedua anak Gio dan Alana.
"Hay all..we are home"
Sontak mereka semua melihat ke arah pintu dan berteriak histeris menyambut Rachel..Laura dan Genie berlari memeluk Rachel dan membuat tubuhnya terhuyung untung Gian sigap membantu nya.
"Mom,Genie..astaga kalian ini.. bagaimana tadi kalau jatuh?" Tegur Gian.
"Mommy reflek..kau tak apa-apa kan sayang..ada yang sakit?" Tanya Laura mengecek tubuh Rachel.
"Achel baik-baik saja mom.. tenanglah"
"Ka Achel i Miss you soooooooo muchhhh"
"Miss you too adikku.."
Skip>>>>>>>>
"Dad Naomi minta uang..baju Naomi kekecilan semua"
"Daddy tidak punya uang.. perusahaan Daddy tengah terlilit hutang.. berhematlah Naomi"
"Apa..astaga Daddy bangkrut..nggak Naomi nggak mau jadi miskin..nggakkkk"
Naomi pergi dari rumah mengendarai mobil nya..dia menuju bar untuk sekedar menghilangkan stresnya.
Di Bar.......
"Hey sayang kau sepertinya sedang banyak masalah..ada apa?" tanya seorang pria yang kini duduk di samping Naomi.
"Daddy ku hampir bangkrut..aku tidak mau jadi miskin..sialan"
"Hey calm down..kau masih bisa mencari uang sendiri sayang..kau mau?"
"Apa.. bagaimana caranya?"
Pria itu membisikkan sesuatu pada Naomi dan langsung di setujui oleh Naomi..dengan begini dia tak akan hidup susah dan kekurangan uang.
"Kapan kau pertemukan aku dengan-nya?"
"Tenang saja..besok ku atur..sekarang layanilah aku sampai puas sayang"
"Baiklah"
__ADS_1
Dan malam itupun terjadi pertempuran panas antara Naomi dengan pria misterius itu.