Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 77_Sedikit Mengingat


__ADS_3

"Gian ehm..ja..jangan..be..gi..tu ahh" dessah Rachel ketika Gian berhasil memasukkan tangannya ke balik baju Rachel.


"Why honey?"


"Im on my periode Gian"


Seketika kegiatan tangan Gian berhenti dan membalikkan tubuh Rachle kemudian menatapnya intens..dia mencari kebohongan di mata Rachel tapi tidak ketemu..sial kenapa harus di saat-saat seperti ini sih..arghhh sialan.


"Are you kidding me?"


"No Gian..aku serius"


"Huh..baiklah sudah jadi keberapa?"


"Hari ke 4, kenapa?"


"Huh baiklah..lebih baik sekarang kau mandi dulu sebelum aku benar-benar memakanmu honey".


Rachel begidik melihat ekspresi wajah Gian ynag frustasi karena tidak bisa menyalurkan hasrratnya..dia kasihan tapi dia juga belum bisa melayani sang suami entah mengapa dia juga tak ada rasa malu seperti sudah biasa melakukan itu..dia sedikit demi sedikit bisa mengingatnya tapi masih samar.

__ADS_1


Kepala Rachel berdenyut ketika berusaha mengingat lagi akan masa lalunya..dia memegangi kepalanya dan berpegangan pada dinding kamar mandi..kepalanya sangat sakit.


"Arkhhhhhh kepalaku ssshhh" rintih Rachel pelan dengan mencengkeram kepalanya.


Gian ynag masih di dalam kamar mendengar suara dari kamar mandi dia langsung membuka pintu nya dan melihat Rachel tengah terduduk sambil memegangi kepalanya dana terlihat sekali dari raut wajahnya Rachel tengah kesakitan.


"Hey kau kenapa honey..astaga ada apa dengan mu"


Gian mengangkat Rachel menuju ranjangnya..dia membaringkan Rachel dengan pelan..setelah itu Gian mengambilkan baju Rachel yang masih tersimpan apik di dalam lemari..dia memakaikan pakaian pada Rachel..tak ada naffsu di mata Gian hanya ada rasa khawatir melihat istrinya kesakitan seperti itu.


"Bagaimana sudah lebih baik hm?" tanya Gian lembut penuh cinta.


"Tidak ada yang di repotkan sayang..sudah sekarang istirahatlah aku buatkan makanan dulu..kau mau makan apa?"


"Masakanmu boleh tidak?"


"Boleh..sebentar ya jangan kemana-mana mengerti?"


"Iya Gian Terimakasih"

__ADS_1


Gian mengecup kepala Rachel kemudian bibirnya selanjutnya kedua pipinya dan setelah itu dia pergi menuju dapur untuk membuatkan makanan untuk Rachel.


Sementara itu di dalam kamar kepala Rachel kembali berdenyut dan potongan-potongan kenangan nya bersama Gian juga keluarga Wilson sedikit demi sedikit mulai terlihat.


"Arkhhhhhh ssshhh kepalaku.. Denish, Danish, Calista anak-anak ku hiks maafkan mommy nak mommy jahat hiks..mommy melupakan kalian sayang hiks"


Rachel menangis tersedu-sedu ketika berhasil menangkap sepotong ingatan tentang anak-anak nya..di saat dia tengah menangis tiba-tiba pintu terbuka dan terlihatlah sosok pria tampan yang selalu setia mendampingi nya di saat suka dan duka sosok itu adalah Gian sang suami.


"Honey are you ok?"


Gian mendekap tubuh Rachle yang sudah bergetar karena menangis..Gian bingung dengan sikap Rachle..ada apa dengan Istri nya itu apa ada yang tidak mengena di hatinya.


"Hey kau kenapa sayang..apa ada yang sakit hm.. katakanlah jangan diam saja aku khawatir honey"


"Sa..sayang..ma..maafkan a..ku hiks..ma..af a..ku me..lupakan mu"


"Hey aku sudah bilang jangan terlalu memaksakan dirimu..sudah tidak apa-apa aku mengerti sayang..jangan terlalu memikirkan itu ya.. perlahan juga kau bisa mengingat semuanya hm..sudah..sudah"


Gian mengecup kening Rachel untuk menenangkan istrinya yang masih sesenggukan..dia sakit jika melihat sang istri dalam keadaan seperti sekarang..biarlah waktu yang menjawab segalanya.

__ADS_1


__ADS_2