
Di sepanjang perjalanan Rachel hanya diam..dia masih sedikit takut dengan Gian dan Richie..namun di sisi lain hatinya merasa menghangat di dekat Gian..entahlah mungkin Gian benar suaminya..
"Achel" panggil Gian.
Yang di panggil hanya diam tak menyahut..dia bingung Achel itu siapa di dalam mobil bukannya hanya ada mereka bertiga saja.
"Gian kau bodoh atau apa..Achel belum mengingat kita jadi dia tidak tau siapa itu Achel yang dia tau namanya adalah Bella meskipun itu nama aslinya" ucap Richie menjelaskan.
"Astaga sial aku lupa..huhhh"
Sedangkan Rachel hanya diam sambil mengamati Gian dan Richie yang tengah berbicara..entahlah dia hanya merasa familiar dengan nama itu..tapi nama siapa dia tidak ingat.
Gian berpindah ke belakang untuk bisa lebih dekat dengan Rachel.. Richie mengumpat kesal karena dia sudah seperti seorang supir untuk Gian dan Rachel.
"Gian kenapa kau pindah..sialan aku bukan supirku Brengsek" ucap Richie kesal.
"Sudah diamlah jaoankan mobilnya saja aku ingin berdua dengan istriku"
__ADS_1
"Sialan kau"
Gian menggenggam tangan Rachel dengan amat sangat lembut..dia tau Rachel pasti takut dengannya dan Richie tapi dia ingin memberikan kesan indah dan nyaman untuk Rachel agar segera mengingatnya lagi.
"Achel.. dengar kau adalah Rachel nama asli mu adalah Bella Collins Hurgon..kau adalah anak dari Liona Collins dengan Jacob Hurgon dan dia yang ada di depan adalah kakakmu Richie Collins Hurgon kau juga memiliki seorang nenek yaitu Welsy Collins..kau memiliki 3 orang anak yang tampan dan cantik yang sedang menunggumu di rumah dengan penuh kerinduan juga keluarga yang amat sangat menantikan kembalinya dirimu..aku adalah suamimu Gian Grey Wilson anak dari Reyhan Jade Wilson dengan Laura Florencia..jangan takut dan tenanglah kami semua adalah orang-orang yang menyayangi mu setulus hati" jelas Gian panjang lebar.
Rachel terdiam memikirkan kata-kata Gian.. memang dia nyaman dengan Gian mungkin perasaan seorang istri yang merindukan suaminya..Rachel tersenyum dna mengucap terimakasih.
"Terimakasih sudah bersabar dengan sikapku" ucap Rachel dengan senyum manisnya pada Gian.
"Sama-sama honey..jangan di paksakan biarkan seperti air mengalir saja.. perlahan kau juga akan mengingat nya sendiri"
Setelah berapa lama kemudian mereka bertiga telah sampai di kediaman Rey..Rachel di bantu Gian turun dari mobil dengan memegangi tangan nya..Gian begitu perhatian tak pernah berubah seperti dulu.
"Apa kau siap?" tanya Gian pada Rachel yang tegang.
"Hm..yah" jawab Rachel kaku dna canggung.
__ADS_1
"Ayo masuk mereka sangat merindukanmu"
Ketiganya berjalan menuju pintu masuk..jantung Rachel berdetak lebih kencang..dia gugup karena akan bertemu orang lama yang dia anggap baru karena ingatannya belum pulih .
"Ayo..jangan takut mereka keluargamu honey..trust me" ucap Gian.
Saat masuk kedalam rumah Rachel,Gian dan Richie di sambut dengan hangat dan penuh tangis oleh keluarganya.. anak-anak nya juga senang terlihat dari wajah ketiganya yang tersenyum cerah melihat Rachel.
"Welcome back Rachel"
"Achelllll" teriak Laura dan nenek Welsy.
Keduanya memeluk Laura erat penuh kerindukan,Rachel hanya diam namun hatinya menghangat ketika mendapat kan pelukan wdari neneknya dan mertuanya.
"Rachel hiks..kau kemana saja nak..hiks..kami merindukanmu" tanya Laura dnwgan tangis bahagia nya memeluk Rachel.
"Bella sayang..grandma sangat merindukanmu nak"
__ADS_1
Rachel hanya diam sambil memikirkan perasaan nya yang menghangatkan akibat pelukan dari Laura dan nenek Welsy.