
Rachel saat ini tengah berjalan-jalan di sekitar taman dekat rumah tentunya tidak sendirian dia di temani Genie yang selalu sigap menemani dan menjaganya bdi setiap waktu..ibarat perangko dan amplop dia akan selalu menempel dan tak pernah mau lepas barang sekalipun.
"Ka Achel mau minum?"
"Boleh Gen..apa tidak merepotkan?"
"No sama sekali..ok Genie ambilkan sebentar..jangan kemana-mana!"
"Siap"
Di saya Genie sedang mengambil minuman di rumah Rachel berjalan di dekat bangku dan tak mau jauh-jauh..dia tak mau merepotkan dan membuat orang rumah khawatir.
Rachel berjalan-jalan santai kesana dan kemari namun tiba-tiba perutnya kram..Rachel merintih merasakan sakit dan ngilu di perutnya..dia terduduk di jalan dekat bangku di saat dia hendak bangkit dia terjafuh lagi namun di tahan oleh seseorang.
"Arkhhh ssshhh.."
"Kau tak apa-apa?"
"Ah.. terimakasih..maaf merepotkan"
"Tidak apa-apa..dimana rumahmu?"
"Dekat..tolong bantu aku duduk di sana ssshh"
"Baiklah"
Pria itu membantu Rachel duduk di bangku taman..dia menyeka keringat dari kening Rachel..entahlah dia merasa sangat mengenal wajah Rachel.
"Siapa namamu?"
"Rachel..kau?"
"Aku Richie..dimana suamimu?"
Rachek terdiam..dia tak menjawab pertanyaan Richie..dia bingung dia memang hamil namun tidak memiliki suami.
"Sudah tidak usah di jawab..aku paham.. sebaiknya aku antar ke rumahmu saja"
"Apa tidak merepotkan Anda?"
"Tidak sama sekali"
__ADS_1
Rachel di papah oleh Richie menuju rumah..ketika hamordekat Genie melihat Rachel di papah oleh seorang lelaki..dia langsung membuang botol minuman yang dia bawa tadi dan mendekati Rachel.
"Ka Achel..astaga Kaka kenapa?"
"Kaka baik-baik saja Genie"
"Ehmm maaf sebaiknya antar Rachel ke dalam dulu nona"
"Ah iya maaf..ayo ka"
#Di Dalam Rumah...
"Ka Richie terimakasih ya sudah membantu Achel"
"Tidak masalah.. baiklah kalau begitu aku pamit ya..jaga kesehatan mu"
"Terimakasih ka"
Richie meninggalkan rumah keluarga Rey..dia enggan beranjak namun dia tak mempunyai alasan untuk tetap tinggal di sana..dia mengenal dan familiar dengan wajah Rachel hingga di perjalanan pulang pun dia masih terfikir oleh wajah Rachel.
"Aku seperti pernah melihat wajah itu..tapi dimana..astaga..sialan"
Richie mengingat-ingat lagi wajah Rachel yang amat sangat familiar baginya..dia yakin pernah melihatnya tapi otaknya sedang tidak sinkron jadi dia sedikit blank.
"Roman apa kau masih belum bisa menemukan keberadaan Keluarga ku dna juga Rachel?"
"Belum tuan..maafkan saya.. informasi mengenai Keluarga anda sangat rapat"
"Huhhh..hanya satu orang bisa melakukannya"
"Apa..tuan Deril.. tuan?"
"Ya kau benar..tapi dia buka orang yang mudah di rayu..sialan"
"Apa tidak sebaiknya kita menemui kediaman tuan Deril saja tuan?"
"Dia Tidka akan bisa di temukan meskipun kita mengobrak Abrik seisi negara A"
"Huhh..akan kami usahakan lagi tuan.. permisi"
"Ya"
__ADS_1
Gian duduk termenung memikirkan Rachel dan keluarga nya yang benar-benar meninggalkan nya sendirian.. Gio dan Gia bahkan saudaranya yang lain jarang ke rumah dia seperti di jauhi seisi dunia.
"Achel maafkan aku..maafkan aku Achel..aku bersalah..kembalilah Achel"
*
*
*
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat.. usia kehamilan Rachel sudah memasuki bulan lahirnya dan hanya tinggal menunggu harinya saja..Laura dan Genie beserta Rey selalu menemani Rachel.. Richie juga sering datang untuk sekedar melihat keadaan Rachel.
"Tuan Rey saya sangat beruntung bisa bekerjasama dengan perusahaan anda" ucap Richie.
"Justru saya yang beruntung bisa bekerjasama dengan perusahaan anda tuan Richie.. perusahaan anda termasuk perusahaan terbesar kelima di Asia"
"Anda terlalu merendah tuan Rey.. perusahaan kami tidak ada apa-apa nya di bandingkan perusahaan anda"
Mereka terus mengobrol mengenai pekerjaan..Rachel datang dan bergabung dengan Rey dan Richie.. perutnya yang besar membuat ruang geraknya begitu sulit.
"Achel kenapa keluar kamar nak?" tanya Rey.
"Dad..perut Achel sedikit sakit" adu Rachel manja pada Rey.
"Kenapa baru bilang sayang..tuan Rich saya tutup Rachel sebentar"
"Baik tuan Rey"
Rachel duduk diam sambil meringis sesekali.. Richie mendekati Rachel dan mengelus kepala dan punggung Rachel.
"Kau tak apa-apa?".
"Perut ku sakit ka..arkhh sshhh"
"Apa kau akan melahirkan Achel?"
"Entahlah arkhh.."
Rey datang dengan kayra dan Genie yang sudah membawa perlengkapan bayi.. Rich menggendong Rachel dan membawanya menuju rumah sakit dengan menggunakan mobil Rey.
Laura duduk di belakang menemani Rachel sementara Richie menyetir sendiri dan Rey menghubungi pihak runahs akut untuk bersiap menyambut kedatangan mereka.
__ADS_1
Genie memberi Kabar pada Gio,Gia, Via dan yang lainnya..mereka sangat senang dengan kabar bahagia ini..mereka meluncur ke negara A dengan segera.
Genie menyusul ke rumah sakit setelah memberikan kabar bahagia itu..dia tak mau memberi kabar pada Gian karena Genie masih sakit hati dengan kejadian dulu yang hampir merenggut nyawa ketiga keponakan nya.