Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 32_Penjilat


__ADS_3

Gian saat ini sedang berada di kantor..dia ada meeting dengan kliennya.. sebenarnya dia malas untuk ke kantor tapi karena ini penting jadi mau tidak mau dia harus berangkat.


"Rom setelah ini apa lagi jadwalku?"


"Setelah ini anda ada pertemuan dengan perusahaan Bharta Properti di hotel xx tuan lalu..selesai"


"Kenapa harus di hotel?"


"Tidak tau tuan kan bukan saya yang memesannya"


"Hishhh maksud ku kenapa kau tidak menanyakan atau mengatur tempatnya saja Roman Abrama"


"Hehe maaf tuan.. kelupaan"


"Lain kali aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi"


"Baik tuan..biar saya atur ulang saja tempatnya"


"Sudah tidak usah..kita kesana saja ajak Rico juga"


"Baik tuan"


Roman langsung menghubungi Rico untuk ikut serta meeting dengan klien juga pertemuan di hotel..roman tau tuannya tidak mau terjadi hal buruk yang tidak di inginkan.


Rico setuju dia juga akan membawa serta Arick asisten Gio yang sekarang sudah berpindah tugas menjadi asisten Rico.. Gio meminta Arick untuk melatih Rico di perusahaan cabang agar suatu saat jika para tetua sudah pensiun maka mereka sudah siap dna bisa di andalkan untuk memimpin.


Meeting berjalan dengan lancar.. perusahaan Gian berhasil mendapat tender besar..Gian puas dengan hasil kerja keras karyawan nya..dia membagikan bonus pada para karyawannya.


Jam makan siang pun telah tiba..Gian, Roman,Rico dan Arick menuju hotel xx tempat pertemuan dengan klien yang kurang sopan itu.

__ADS_1


"Ka Arick bagaimana kerja Rico apa ada perkembangan?" tanya Gian penasaran.


"Semakin baik tuan" jawab Arick singkat dan padat namun sopan.


"Huhh..kau itu jangan terlalu dingin ka..kita sudah menjadi Keluarga jadi sedikit hangat kenapa..seperti mantan bosmu ka Gio"


"Baik"


"Haishhhh terserah saja lah"


Akhirnya Gian lelah melakukan perdebatan dengan Arick si biang es berjalan itu..tak terasa perjalanan mereka begitu slceoat..mereka sudah sampai di hotel tujuan mereka.


"Roman kau hubungi klien kurang ajar itu katakan dimana dan ruangan apa?"


"Baik tuan"


"Permisi tuan Sitomo..maaf kami terlambat" ucap Roman yang masuk lebih dulu untuk memastikan keadaan.


"Oh sekertaris Roman...tidak apa-apa..dimana tuan Gian?"


"Ada..silahkan tuan "


Gian masuk dengan wajah yang kurang bersahabat..dia tak suka dengan private room yang terbilang cukup membuat orang tidak nyaman.. apalagi di tambah sekertaris pribadinya itu cih ingin rasanya Gian memakaikan mantel tebal agar lebih sopan lagi.


"Maaf tuan Sitomo kami terlambat" ucap Gian ramah.


"Tidak apa-apa tuan Gian..santai saja"


"Bisa kita mulai rapatnya?"

__ADS_1


"Apa tidak sebaiknya kita minum sedikit dulu sebelum memulai proyek kita tuan Gian?"


"Saya sangat tidak suka berbasa basi jadi langsung saja pada intinya" tekan Gian pada tuan Sitomo.


"Oh jika begitu baiklah mari kita mulai rapatnya..Minami tolong bagikan proposal proyeknya pada tuan Gian"


"Baik tuan"


Minami asisten pribadi tuan Sitomo mulai beranjak mendekati Gian dengan gerakan sedikit sensual..dia menyerahkan proposal itu dengan sengaja agar tangannya bisa menyentuh tangan Gian.


Gian tidak suka di sentuh wanita lain dia langsung mengambil sarung tangan yang selalu dia siapkan di saku celananya dan mulai memakainya.


Gian mencengkeram lengan Minami dengan wajah penuh amarahnya..dia cengkeram dan tepis kasar hingga mengenai pinggir meja dan membuatnya meringis kesakitan.


"Maaf tuan Sitomo sepertinya kita tidak jadi bekerjasama karena saya paling tidak suka dengan adanya penjilat dalam urusan kerjasama..maaf dan permisi"


"Arick batalkan semua kerjasama antara perusahaan kita dengan Bharta Properti jangan sampai ada yang tersisa"


Setelah mengucapkan kalimat itu Gian keluar dan di susul Rico beserta roman..Arick masih di dalam dia mengurus pembatalan kerjasama antara perusahaan Wilson dan Richard dengan Bharta Properti.


"Asisten Arick saya mohon jangan di batalkan kerjasama kita..saya akan berikan berapapun yang kau mau tapi jangan batalkan kerjasama kita" ucap Sitomo pemilik Bharta Properti.


"...."


Arick hanya diam tak merespon..dia tak terpengaruh apapun oleh ucapan Dirut Bharta Properti itu..jika bosnya sudah berkehendak maka tidak akan ada yang bisa melawannya..ibaratnya Arick adalah bayangan dari keluarga Wilson.


"Semua selesai..permisi" ucap Arick menyerahkan berkas pembatalan kerjasama pada Dirut Bharta Properti.


Arick keluar dan menyusul Gian dan yang lainnya..tak ada senyum ramah atau apapun itu..Arick sangat datar ketika berjalan menuju mobil..banyak wanita yang meliriknya namun dia hanya memasang wajah triplek.

__ADS_1


__ADS_2