Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 48_Masih Terlalu Sulit


__ADS_3

"Kau sudah sadar Achel..oh tuhan syukurlah.. terimakasih sayang.. Terimakasih sudah kembali"


Gian memeluk Rachel dengan erat dan penuh kasih sayang..dia senang Rachel telah sadar dari komanya..dia bahagia.


Rachel hanya diam tanpa merespon..dia biarkan Gian memeluknya..dia juga rindu..tak munafik jika dia masih mencintai Gian dan hanya Gian yang berada dalam hatinya saat ini.


"Lepas" suara dingin Rachel mampu membuat Gian terdiam dan melemahkan pelukannya.


"Maaf" Gian mengucapkan kalimat itu dengan sendu.


Rachel tak tau harus menyikapi Gian bagaimana..dia masih terlalu sulit menerima Gian kembali karena luka hatinya masih sangat basah dan belum bisa sepenuhnya tertutup.


"Pergi"


"Sayang kumohon..maafkan aku hiks" ucap Gian sekali lagi dengan sangat tulus.


"Di maafkan"


"Sayang please jangan diamkan aku begini..kau boleh memukulku sepuasmu sayang tapi jangan begini..aku menyesal aku tau kesalahan ku teramat menyakitkan bagi mu tapi aku memohon maaf padamu Achel.. maafkan aku..maaf sudah menorehkan luka padamu..maafkan aku Achel"


"Aku lelah"


Gian mengambil Calista yang sudah tertidur pulas dalam gendongan Rachel..dia membaringkan tubuh kecil putrinya dengan perlahan agar tak bangun..setelah itu dia bangun dan mendekati Rachel yang masih enggan menatapnya..sakit sekali tapi inilah resikonya yang harus dia tanggung karena sudah menyakiti perasaan Rachel.


"Kau mau makan Achel?"


Rachel menggelengkan kepala


"Baiklah.. istirahatlah aku akan bawa putra-putra kita dulu..kau pasti rindu kan?"


Hening tak ada respon dari Rachel.


"Baiklah tunggu sebentar jangan kemana-mana mengerti?"


Hening lagi tak ada respon dari Rachel.


Gian mendekati Rachel dna mengecup kening Rachel dengan lembut..dia teramat mencintai Rachel hingga hilang akal dan melakukan kesalahan yang tidak mudah untuk bisa di maafkan.


Gian membawa kereta bayi kedalam kamar rawat Rachel..Gian hanya berharap semoga Rachel segera memaafkannya agar beban berat di hatinya segera terangkat.


"Sayang..lihatlah kedua putra kita..mereka sangat tampan"


Gian menggendong salah satu putranya dan membawanya mendekati Rachel kemudian menyerahkan nya pada Rachel yang sudah terlihat antusias sekali.


"Anakku..hiks..maafkan mommy sayang..maafkan mommy..mommy jahat ya sama kamu hm..maaf ya..mommy janji gak akan nakal lagi.. sayangku"


Gian melihat interaksi antara Rachel dengan putranya.. dia tersenyum melihat keduanya tengah berpelukan melepas rindu..semoga hati Rachel segera membukakan pintu maaf untuknya.

__ADS_1


"Achel..mari kita menikah dan melengkapi kebahagiaan ini dalam sebuah ikatan pernikahan"


Rachel mengalihkan tatapannya pada Gian..tatapan yang sulit di artikan berhasil Gian tangkap dari sorot mata Rachel.


"Tidak" jawab Rachel singkat dan dingin.


"Achel ku mohon..maafkan aku..kau boleh memukulku..kau boleh menyiksaku..tapi jangan begini sayang..aku tau kesalahanku sangat fatal tapi kumohon berikan kesempatan kedua untuk ku"


Rachel hanya diam tak merespon..kalau boleh jujur dia sudah memaafkan Gian dari dulu sebelum Gian minta maaf..dia tak bisa membenci Gian entahlah hatinya sudah terpaut dalam tertuliskan namanya.


Gian mengehela nafasnya panjang..dia tau Rachel belum bisa sepenuhnya memaafkan nya..tidak apa-apa dia akan berusaha membuat Rachel memaafkannya sepenuh hati.


#Di Tempat lain.......


"Mom,dad,ayo ke rumah sakit..Genie takut ka Gian hilang kontrol dan kembali menyakiti ka Achel"


"Iya Genie sayang sabar" jawab Laura.


"Hey princess Daddy.. sabarlah..ka Achel pasti akan aman dia wanita hebat seperti mommy mu" timpal Rey menangkan.


"Ishhhh cepatlah..kalian ini nyebelin..Genie hanya khawatir dengan kondisi mentalnya ka Achel yang bisa down sewaktu-waktu dad,mom"


"Iya..iya ayo berangkat"


Genie dan keluarga nya tadi sudah di beritahu oleh Gian bahwa Rachel sudah sadar dari komanya..keluarga Wilson sangat senang mendengar kabar itu.


"Genie jangan khawatir..kakamu sudah berubah nak" ucap Laura menenangkan.


"Bagi Genie ka Gian tetap jahat..Genie sulit memaafkannya mom"


"Iya mom tau..bukalah sedikit pintu maafmu untuk Gian nak..cobalah untuk menerimanya lagi"


"Entahlah mom"


Perjalanan mereka tak terasa begitu cepat sampai di rumah sakit..mereka turun bersamaan dan berjalan menuju ruangan Rachel di rawat.


Sesampainya di ruangan Rachel sayup-sayup terdengar suara Gian yang masih saja membujuk Rachel untuk memaafkannya..mereka yang ada di luar hanya bisa menghela nafas panjang karena tidak semudah itu Gian bisa mendapatkan maaf dari Rachel setelah apa yang telah dia lakukan.


"Ka Achel"


Racehl menatap 3 orang yang masuk kedalam kamar rawatnya..dia tersenyum senang melihat mereka datang..setidaknya dia tidak jenuh karena berdua dengan Gian mampu menggoyahkan hatinya.


"Mommy,Daddy, Genie"


"Bagaimana kabar mu nak?" tanya Laura.


"Achel baik-baik saja mom"

__ADS_1


"Achel bagaimana apa masih ada yang sakit katakan pada Daddy?" tanya Rey.


"Achel udah gak papa dad..makasih udah menjaga Achel"


"Sama-sama sayang"


Genie dan Laura bermain dengan ketiga bocah menggemaskan itu yang ternyata sudah bangun kwtika mendengar suara ramai di dalam ruangan itu.


Sedangkan Gian duduk di sofa bersama Rey.. suasananya begitu canggung..entah Rey ataupun Gian mereka sama-sama terdiam hingga Gian memberanikan diri untuk mengobrol dengan sang Daddy.


"Apa kabar dad?"


"Baik"


"Maaf dad..Gian salah"


"Hm"


"Dad..jangan begini Gian nggak sanggup dad"


"So"


"Forgive me..please"


Rey diam tak menjawab..jujur dia sudah memaafkan Gian namun dia maish harus memberi pelajaran pada putranya agar tak mengulangi kesalahannya lagi di kemudian hari.


Laura mendengar percakapan mereka berdua hanya diam tak mau ikut campur..biarkan Gian meluluhkan Rey dengan caranya sendiri..mampukah Gian meluluhkan semua orang yang telah dia sakiti.


"Achel..apa kau sudah memaafkannya?" tanya Laura lembut


"Sudah dari dulu mom tapi Achel masih belum mau membuka hati untuk Gian lagi..Achel masih takut mom"


"Tidak apa-apa sayang..kita sama"


"Iya ka Achel..Genie juga masih belum bisa bersikap seperti biasa pada ka Gian..biarkan dia berusaha meluluhkan hati kita" timpal Genie.


"Terimakasih kalian selalu berada di sisi Achel..Achel sayang sama kalian"


Mereka mengobrol dari hati ke hati..tak terasa waktu berlalu begitu cepat..sorepun tiba saatnya mereka kembali ke rumah dan meninggalkan Rachel yang masih harus mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit.


"Achel mom pulang dulu ya..besok mom ke sini lagi"


"Iya mom.. terimakasih sudah kesini..kalian hati-hati"


"Iya sayang..bye"


Akhirnya Genie,Laura dan Rey pulang ke rumah..kini hanya tersisa Gian dan Rachel beserta ketiga anaknya di dalam ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2