Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 59_Titik Terang


__ADS_3

Tak terasa 3 Minggu sudah usia pernikahan Rachel dan Gian..selama tiga Minggu juga Gian berusaha mencari bukti-bukti yang bisa dia jadikan sebagai alat untuk menjebak Maxton Miller mengungkapkan fakta.


"Roman apa kau belum mendapatkan titik terang dari kasus itu?"


"Sudah tuan..semua bukti sudah berada di tangan saya"


"Good job Roman..kirim ke email-ku..biar aku cek dan pastikan semua bukti yang kau dapat"


"Baik tuan"


Sambungan telepon terputus Gian tersenyum miring mendengar kabar baik dari asisten kepercayaannya itu..tak sia-sia dia memberikan cabang perusahaannya pada Roman.


"Kau memang bisa di andalkan Roman.. akhirnya tunggulah akhir dari kalian Maxton Miller"


Gian kembali ke kamarnya dna menemui Rachel.. sebelum nya dia sudha memberikan kabar pada Richie sang Kakak ipar mengenai bukti-bukti yang Roman dapatkan.


"Honey..what you doing?"


"Sayang..kau sudha selesai dengan kekasihmu?"


"Hey apa maksudmu honey?"


"Kau dari mana?"


"Ruang kerja honey..why?"


"Berapa jam kau di ruang kerja?"


"Hampir setengah hari..hehe maaf honey kerjaan ku banyak"


Rachel hanya mendengus mendengar kata-kata Gian..dia memang tak masalah Gian bekerja karena memang itu sudah menjadi kewajibannya sebagai CEO perusahaan Wilson.


"Sudahlah aku lelah"


"Honey kau marah?"


"No..tidurlah sudah hampir gelap"


"Baiklah..peluk aku honey"


"No"


"Honeyyyyyy"


"Ishhhh kau ini seperti anak kecil saja..huhh"


Mau tak mau Rachel memeluk Gian dan berbaring di ranjang besarnya..dia juga nyaman dalam pelukan Gian..entahlah dia merasa di lindungi oleh tangan kekar Gian dari dunia yang kejam.

__ADS_1


#Skip.....


"Dad, grandma Gian berhasil mendapat bukti kejahatan Maxton"


"Really Rich..wow dia memang bisa di andalkan" ucap Jacob bangga pada menantunya.


"Ya kau benar Jack.. Keluarga Wilson memang hebat"


Mereka bertiga berbincang-bincang mengenai rencana untuk menjebak Maxton Miller agar tidak bungkam lagi..mereka sudah sangat geram dengan Maxton yang sudah membuat Jacob dan Liona berpisah bahkan sampai tak tau ada Rachel saat itu.


"Liona kau tenang saja di sana..aku akan membalas setiap rasa sakit yang kau rasakan dengan anak kita..maafkan aku yang tak bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk kalian..aku akan menebus dosa ku dengan membuat Maxton Miller menderita lebih dari kalian..itulah janjiku" batin tuan Jacob.


Jacob senang dengan ikut andilnya Keluarga Wilson yaitu Gian dalam mengusut masalah ini maka peluang besar untuk menemukan titik terang nya akan semakin terbuka lebar.


Beruntung keluarga Collins memiliki besan Keluarga Wilson..banyak kalangan pengusaha yang berlomba-lomba untuk mendapatkan kesempatan emas itu namun tak ada satupun yang berhasil karena darah Keluarga Wilson tau dimana akan menetap.


#Skip........


"Hay bukankah kau pemilik ponsel yang kemarin?" tanya seorang pria yang baru saja tiba di cafe.


"Ah..ya tuan" jawab seorang wanita yang memang bekerja di cafe tersebut.


"Kau bekerja di sini?"


"Ya tuan..apa tuan butuh sesuatu?"


"Baik tuan..silahkan di tunggu"


Gadis itu bergegas membuat pesanan pria itu.. dia tak menyangka akan bertemu dengan pria yang telah menemukan ponselnya beberapa waktu lalu.


Setelah pesanan siap gadis itu mengantarkannya pada pria itu..dia juga mengucapkan terimakasih sekali lagi karena menemukan dan mengembalikan ponselnya.


"Permisi tuan pesanan anda"


"Terimakasih..oh ya siapa namamu?"


"Hah..nama saya?"


"Iya namamu"


"Saya Alexa tuan"


"Alexa..nama yang bagus..aku Richie..panggil saja Rich"


"Ah..i..iya..tua..eh Rich..kalau begitu saya ke belakang dulu masih ada kerjaan"


"Sebentar..nomor ponselmu mana?"

__ADS_1


"Hah..nomor ponsel?"


"Iya..mana ponselmu?"


"I..ini"


Richie mengambil ponsel Lexa dan menuliskan nomornya kemudian dia mendial nomornya sendiri otomatis nomor Lexa akan masuk kedalam ponselnya..Richie memnah sudha sedikit tertarik dengan Alexa..entahlah dia selalu suka dengan Alexa.


"Baiklah.. sudah ku save"


"Tapi untuk apa kau meminta nomorku?"


"Rahasia"


"Huh baiklah..saya permisi"


Alexa kembali bekerja hingga sore.. sebenar nya hari ini dia hanya sampai jam 3 sore tapi karena ada temannya ynag sakit jadi dia bekerja menggantikan sift temannya hingga jam 9


Cafe sudah sepi..Alexa dan rekannya yang lain sudah bersiap untuk pulang..dia lelah setelah seharian bekerja.


"Baiklah aku pulang dulu..kalian hati-hati" ucap Lexa berpamitan


"Ok kau juga hati-hati..apa perlu ku antar?" ucap salah satu pria rekan kerjanya yang memang memiliki perasaan pada Alexa.


"Tidak usah Ben.. baiklah aku pulang dulu bye"


Alexa pulang dengan berjalan kaki karena memang tak terlalu jauh dari rumah sewanya..hanya 30 menit saja sudha sampai..malam ini tak seperti biasanya entahlah mungkin hanya perasaan Alexa saja seperti ada yang membuntuti nya.


"Kenapa perasaan ku tidak enak ya.. positif thinking Lexa"


Di saat hampir setengah perjalanan tiba-tiba dia di hadang oleh 3 orang pria yang setengah teller..kesal,marah,lelah itulah yang Alexa rasakan..di saat badannya sudha benar-benar merindukan kasur kenapa harus ada cecunguk sialan itu yang mengganggunya.


"Kalian mau apa?"


"Cantik temani kami"


"Tidak Sudi"


"Ayolah cantik..sebentar saja..kami butuh kehangatan"


"Bakar diri saja kan hangat"


"Kau memang menawan cantik..ayolah"


"Ck..lebih baik kalian pergi aku sedang tak mood meladeni kalian"


Ketiga preman itu tak mengindahkan ucapan Alexa..mereka mulai mendekati Alexa dma mencoba menyentuhnya namun di luar dugaan Lexa menendang salah seorang preman itu dan tersungkur.

__ADS_1


"Sudah kubilang jangan menggangguku..aku sedang tidak mood apa kalian tuli hah"


__ADS_2