
#Satu Minggu kemudian......
"Achel hari ini kau boleh keluar dari rumah sakit..kau senang?" tanya Gian yang masih membereskan barang-barang miliknya dan Rachel beserta ketiga anaknya.
"Ya"
"Baiklah..apa kau bisa menggendong Calista..biar barang-barang di bawa pengawal dan aku akan menggendong Danish dan Denish"
"Bisa..kemarikan"
Gian tersenyum sambil memberikan Calista pada Rachel.. setidaknya Rachel merespon setiap ucapannya..itu sudah cukup untuk membuat rasa sesak di dadanya berkurang.
Setelah mempersiapkan segala sesuatunya Gian menggendong Danish dan Denish di kedua tangan kekarnya..Rachel tersenyum tipis melihat Gian sangat menyayangi anak-anaknya..biarkanlah dia membuktikan bahwa dia telah menyesal sepenuh nya.
"Hati-hati sayang"
"Ya..kau juga"
Gian semakin merekah senyum nya..dia senangsl sekali..ingin rasanya dia berteriak namun dia masih waras.
Setelah semuanya masuk mobil..Gian dan Rachel duduk di belakang bersama ketiga anaknya yang ternyata masih tertidur karena nyaman dan hangat di gendongan Orangtuanya.
Selama di perjalanan tak ada percakapan sama sekali. Gian tertidur karnwa kelelahan selama menjaga Rachel dieumah sakit Gian jarang sekali tidur..dia selalu memantau keadaan Rachel yang kala itu memang masih belum terlalu baik.
"Pak jalannya pelan sedikit..takut mengganggu suami saya" ucap Rachel karena kasihan pada Gian yang tengah tertidur.
"Baik nona"
Rachel terdiam dan menyandarkan kepalanya sambil memangku Calista yang juga tertidur lelap.. Denish dan Danish sangat pulas di dekapan dan juga berbantalkan paha Gian.. pemandangan Yangs angkat indah di lihat.
"Buktikanlah kesungguhan mu Gian..aku memaafkan mu jauh sebelum kau meminta maaf..aku masih mencintaimu hingga akhir nafasku"
__ADS_1
Sampailah mereka di rumah masa kecil Gian..Gian sudah terbangun sedari tadi namun dia masih berpura-pura tidur karena dia mendengar semua perkataan Rachel tadi..dia senang walau masih sedikit dingin namun di balik itu Rachel peduli padanya.
"Gian..bangun..kita sidha sampai"
Gian membuka matanya dan berpura-pura mengulet sebentar bak orang bangun tidur.
"Kita sudah sampai?"
"Iya..ayo"
Gian menggendong kedua putranya sedangkan Rachel..dia menggendong Calista yang sudha bangun dan tengah bermain sembur liur dan membuat basah semua bajunya juga baju Rachel.
"Hey princess jangan bermain ludah sayang..basah bajunya" ucap Gian sambil melap liur yang melebar kemana-mana.
"Sudah biarkan saja..namanya anak kecil wajar" ucap Rachel.
"Ayo keluar.. sepertinya mereka sudah menunggu kita"
Mereka keluar dari mobil dan masuk kedalam benar saja kedatangan merqk sudah di sambut oleh segerombolan Grandma yang sudah ancang-ancang untuk memperebutkan para bocah gembul itu.
"We are home guys"
Vallery, Nila, Arny,Vanya,dan Laura beserta mertua Gia langsung menyambar ketiga bocah gembul itu dan pergi meninggalkan Orangtuanya yang hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Grandma bar-bar itu.
"Sebaiknya antar Rachel ke kamar Gian..biarkan dia istirahat" ucap Rey.
"Baik dad..Gian titip anak-anak"
Gian mengantar Rachel ke kamarnya..awalnya Rachel menolak namun dengan segala paksaan akhirnya Rachel pasrah saja toh sebentar lagi mereka akan menikah untuk memberikan status yang sah pada ketiga anaknya.
"Istirahatlah..aku mandi dulu" ucap Gian sambil beranjak.
__ADS_1
"Hm"
Gian mengecup kening Rachel dan mengelus kepala Rachel..perlakuan seperti itu mampu membuat Rachel meleleh seketika.
"Bertahanlah Gian..buat hatiku menerimamu lagi"
Rachel mengganti pakaiannya yang basah karena ulah Calista tadi..dia mengganti pakaiannya dengan dress rumahan atau daster namun lebih mewah dari daster.
Selesai mengganti pakaian nya kini Rachel menyiapkan pakaian untuk Gian..buat bagaimanapun Gian calon suaminya dia berkewajiban melayani Gian.
"Tidak apa-apa lah..toh kita akan menikah sebentar lagi"
Se setel pakaian sudah tertata rapih di sofa kamar..Rachel tidur karena lelah juga setelah meminum obat..dia tak tau Gian memandangi nya dengan penuh cinta.
"Terimakasih sudah mau mengurusku sayang.. terimakasih juga sudha mau membuka hatimu lagi untukku.. terimakasih juga sudah menerimaku lagi..aku akan berusaha keras untuk membuatmu seperti dulu lagi..aku mencintaimu Achel"
Gian memakai pakaian yang Rachel siapkan untuk nya..dia senang setidaknya sebuah perhatian kecil dari Rachel mampu membangkitkan semangat nya untuk lebih berusaha keras lagi.
"Aku ke bawah dulu menemui anak-anak..tidurlah yang nyenyak sayang"
Gian turun dan melihat anak-anak nya tengah menjadi bulan-bulanan lipstik sang grandma..lihatlah pipi gembul ketiga bocah itu sudha penuh dengan cap bibir para grandma nya.
"Bagaimana perkembangan usahamu meluluhkan Rachel?" tanya Gio.
"Sedikit lebih baik ka..Achel mulai membuka hatinya lagi untuk ku"
"Good job.. pertahankan jangan buta kecewa dua kali kau paham?"
"Iya ka"
Mereka mengobrol masalah pekerjaan yang akan mereka handle di negara A..karena sepertinya Gian dan Rachel akan lama tinggal di negara A sampai Rachel siap kembali ke Nagara X lagi.
__ADS_1