Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 34_Hampir saja


__ADS_3

Rachel tak menggubris perkataan laki-laki itu..dia tetap fokus..menendang telurnya hingga membuat sang pemilik telur menjerit kesakitan.


"Lain kali mulutmu harus lebih disiplin lagi bodoh" ucap Rachel setelah berhasil menumbangkan laki-laki itu.


Rachel berbalik hendak menemui Genie namun teriakan Genie menghentikan langkah nya dan berlaik seketika...


"KA ACHEL AWASSSSS"


DOR....


Semua yang ada di sana diam tak bersuara..sampai Genie sadar dan menjerit.


"Ka Achelllll"


Genie menghampiri Rachel yang tengah mematung di tempatnya tak bergerak..dua maish syok..hampir saja..hampir saja dia tiada karena satu peluru itu.


"Ka Achel nggak kenapa-kenapa kan..ada yang luka..ada yang sakit?" tanya Genie dengan panik.


"Kaka baik-baik saja Gen..orang itu tewas tapi siapa yang menembaknya?"


"Kalian tidak apa-apa?" tanya seorang pria yang sedikit berlari menghampiri kedua wanita itu.


Genie dan Ra hek menoleh kebelakang dna melihat seorang pria yang mendekat ke arah mereka.


"Ka Gian"

__ADS_1


"Gian"


Ucap keduanya serempak..ketika Gian datang di waktu yang tepat sebelum peluru itu berhasil mendarat pada tubuh Rachel.


"Kalian belum menjawab pertanyaan ku?" tanya Gian sekali lagi.


"Ah..kami baik-baik saja ka Gian..maaf"jawab Genie menunduk.


"Maaf untuk apa?" tanya Gian dengan datar.


" Maaf kami nakal ka Gian..maaf kami tidak mendengarkan omongan Kaka..di sini Genie yang bersalah karena Genie yang mengajak ka achel padahal ka achel udah nolak berkali-kali" jelas Genie.


"Huhhhh..kalian tau apa bahayanya keluar tanpa ijin dan pengawasan?"


"Gian..maafin Achel..Achel juga salah..kalau mau marah marahi Achel juga..hukum Achel jika perlu Achel siap apapun itu" ucap Rachel membela Genie.


Gian menatap wajah cantik Rachel..dia terpesona tapi dia tak boleh lemah dan terbujuk oleh wajah cantik itu..dia harus menghukum mereka berdua karena sudah berani keluar tanpa ijin.


"Masuk ke mobil"ucap Gian datar.


Mereka berdua Rachel dan Genie masuk kedalam mobil dan duduk dengan tenang..mereka berdua tak berani bicara sepatah katapun karena Gian masih marah dengan mereka.


Tak ada percakapan di antara mereka bertiga..Genie duduk di kursi belakang sementara Rachek duduk di samping kursi kemudi dan Gian hanya diam sambil menyetir.


Sampailah mereka bertiga di rumah..Genie dan Rachel keluar setelah Gian juga keluar dari mobil..Rachel dan Genie bergandengan dan menoel satu sama lain..mereka tak ingin berpisah barang sedetikpun.

__ADS_1


"Rachel ikut aku ke kamar..Genie tunggu di kamarmu setelah ini giliranmu"


"Tapi ka..-"


"Sudah Genie ke kamarmu saja ya..jangan buat kakamu tambah marah"


"Tapi ka..Kaka bagaimana?"


"Kaka baik-baik saja.. percayalah kakakmu tidak mungkin menyakiti Kaka"


"Baiklah"


Genie masuk ke kamarnya..dia membersihkan diri karena badannya lelah dan lengket akibat pertarungan tadi.


"Semoga ka Rachel baik-baik saja..ini salahku kenapa aku memaksa ka Achel padahal ka Achel udah berkali-kali menolak ku"


Skip>>>>>>>>


"Richie apa belum ada kabar mengenai adikmu?" tanya sang nenek pada cucu laki-laki nya.


"Belum Grandma..Rich udah berusaha semaksimal mungkin tapi tidak ada jejak adik..ini sudah bertahun-tahun lamanya tapi tidak pernah ada informasi mengenai adik..apa mungkin adik sudah..."


"Jangan asal bicara Rich..Daddy yakin adikmu masih hidup..lanjutkan pencarian sampai ke negara lain sekalipun"


"Benar kata Daddy mu Rich..teruslah berusaha mencari adikmu sampai ketemu..yang kita miliki hanya tanda lahir di bahu kanan adikmu..hanya itu dan tes DNA saja petunjuk kita" ucap sang nenek.

__ADS_1


__ADS_2