
Malam harinya Gian dan Richie beserta rombongan sudha bersiap untuk menjalankan rencananya..seorang wanita yang Gian minta juga sudah siap.
"Apa kau yakin dia bisa di andalkan?" tanya Gian pada Roman.
"Bisa bos..saya sudha melatihnya"
"Baiklah aku serahkan urusan dia padamu..jangan membuat kesalahan"
"Baik bos"
"Ayo kita berangkat ke cafe xx"
Mereka berangkat menuju cafe xx tempat janjiannya dengan Maxton..sepanjang perjalanan Gian,Roman dan Richie membahas lagi rencana jika rencana A yang mereka gunakan tidak berhasil.
"Kau punya banyak ide terntatat adik ipar"
"Diamlah sebelum ku bungkam kau dengan piatolku"
"Baiklah..baiklah"
Sedangkan Roman dia hanya menggeleng kepala melihat tingkah kedua orang itu..sudah biasa jika melihat Gian usil dengan Gio maupun saudara lainnya namun dengan Richie yang notabenenya orang baru Roman baru pertama kali melihat nya.
"Ternyata bos bisa akrab juga dengan tuan Richie.. syukurlah" batin Roman.
Sampailah mereka di cafe xx..Roman menghubungi Maxton yang ternyata sudah di perjalanan..hmm apa mereka sudah tidak sabar ya bertemu dengan Rachel palsu.
"Mereka sedang dalam perjalanan bos"
"Baiklah,apa kau sudah mengajarkan semuanya tentang istriku pada wanita itu?"
"Sudah bos"
"Bagus..kita pantau saja dari kejauhan"
Roman, Richie dan Gian masuk kedalam cafe itu dan duduk layaknya pengunjung biasa..para anak buah Gian juga tersebar di luar dan di dalam cafe..Gian tak mau kecolongan sedikit pun..dia sudha merencanakan nya matang-matang jadi dia tak ingin gagal karena masalah kecil.
Rachel palsu sudah duduk di kursi yang sudah Roman setting agar tidak terlalu jauh dari pantauannya.. Rachle palsu hanya mengikuti instruksi dari Roman..dia mau melakukan ini karena bayaran nya besar juga di jamin keselamatan nya.
"Jangan tegang, bersikap lah layaknya anak yang sangat merindukan ayahnya" ucap Roman pada earphone yang dia pakai.
__ADS_1
"Baik tuan" jawab Rachel palsu mengikuti instruksi yang di berikan Roman.
Tak berapa lama kemudian Maxton datang dan langsung mencari keberadaan Rachel palsu yang sudah melihatnya terlebih dahulu.
Rachel palsu melambaikan tangannya pada Maxton dan di sambut oleh Maxton..Maxton mendekati Rachel palsu dna memeluknya seakan melepaskan kerinduan yang selama ini dia pendam..uwekk menjijikan.
"Achel..anakku..oh tuhan terimakasih kau sudha kembali nak..Daddy merindukanmu setiap hari..kau kemana saja nak?" tanya tuan Maxton mendramatisir keadaan.
"Daddy..Achel juga merindukan Daddy..kenapa Daddy tidak pernah mencari Achel?" jawab Rachel palsu yang juga membalas akting taun Maxton.
Sedangkan Gian, Roman dan Richie yang melihat itu ingin sekali muntah..iuhhh menjijikan sekali mendengarnya.
"Aku ingin muntah" ucap Gian.
"Aku juga" tambah Richie.
"Sama" timpal Roman.
Mereka bertiga begidik melihat akting konyol Maxton dan Rachel palsu..cocok seklai mereka berdua itu.. dua-duanya pro.
Kembali pada Rachel palsu dan Maxton.
"Ayo dad duduk dulu..Daddy mau pesan apa?"
"Apa itu dad?"
"Jujur nak.. perusahaan Daddy hampir bangkrut..hiks..Daddy tidak tau harus bagaimana lagi..Daddy di kejar-kejar penagih hutang setiap hari bahkan Daddy terpaksa harus menggadaikan rumah itu untuk menutup gaji karyawan juga kerugian perusahaan Daddy..Daddy tidak punya apa-apa lagi nak" ucap tuan Maxton menambahkan bumbu agar terasa lebih sedap.
"Astaga orang ini.. benar-benar harus ku kuliti habis-habisan dia..baiklah mari kita buat lebih mendramatisir lagi" batin Rachel palsu.
"Astaga Daddy..kenapa bisa seperti itu..apa yang bisa Achel bantu dad?"
"Benarkah kau mau membantu Daddy nak..tapi Daddy merasa Daddy tidak pantas mendapatkan bantuan darimu"
"Sudahlah dad..ini Tidka perlu di bahas lagi.. sekarang katakan Daddy perlu bantuan apa dari Achel..Achel akan berusaha sebisa Achel"
Tuan Maxton bersorak gembira dalam hati.. akhirnya Rachel masuk perangkap nya juga..ternyata dia masih sama seperti dulu..polos dan lugu..apa sebaiknya dia nikmati juga tubuhnya ya..lumayan.
"Achel Daddy butuh tanda tanganmu..apa kau mau?"
__ADS_1
"Tanda tangan Achel..untuk apa dad?"
"Hanya untuk sekedar berjaga-jaga saja nak..apa kau tidak mau?"
"Boleh dad,mana kertas nya?"
Tuan Maxton sangat bahagia dengan kepolosan Rachel..dia mudah di tipu juga ternyata..segampang ini kenapa tidak dari dulu saja dia bersikap seperti ini..bodoh.
Selesai menandatangani kertas itu Rachel palsu pamit ke kamar kecil..di saat itu juga tuan Maxton mencampurkan sesuatu kedalam minuman Rachel palsu.. semua gerak gerik tuan Maxton di lihat oleh ketiga laki-laki yang duduk tak jauh dari tempat nya.
"Wah dia memang sudah gila..aku beruntung bukan istriku yang di sana..sialan" umoat Gian ketika melihat niat jahat tuan Maxton.
"Ya kau benar..untung adukku tidak tinggal bersama keparat tua itu lagi..aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika adikku masih bersama dia..brengsek" timpal Richie yang juga geram akan Maxton.
Sedangkan Roman dia memberitahu kepada Rachel palsu bahwa di minuman nya sudah di campuri sesuatu..Rachel palsu tidak menolak dia juga suka itung-itung bonus saja.. Roman dia tidak perduli setidaknya dia sudah memberitahukan pada nya.
"Tenang saja bos aku tidak apa-apa.. kebetulan aku sedang ingin" ucap Rachel palsu melalui earphone nya.
"Terserah kau saja..jangan merepotkan"
"Baik bos"
Selesai dari kamar mandi..Rachel palsu kembali lagi ke meja dimana Maxton telah menunggunya.
"Maaf dad sudha membuatmu menunggu lama"
"Tidak apa-apa sayang..minumlah"
Rachel palsu meminum minuman yang sudah tercampur sesuatu itu..dia menyeringai..kebetulan hassrat nya sedang naik..dia sudah lama tak bermain.
Setelah meminum dia merasakan pusing di kepalanya..tak berapa lama kemudian Rachel palsu tak sadarkan diri.. sebenarnya hanya berpura-pura agar aktingnya semakin pro.
"Achel..kau tak apa-apa?"
"Achel..sayang"
"Oh kau sudha tidur rupanya..baiklah ikut Daddy bersenang-senang sayang..Daddy akan memberikan kepuasan padamu dan akan membuatmu mendessah di bawah Daddy"
Tuan Maxton membawa Rachel palsu ke sebuah hotel yang tak jauh dari cafe itu.. sampailah di mobil tuan Maxton langsung melahap bibir Rachel palsu dengan buas..tak hanya di situ saja tangannya sudah bergerilya kemana-mana.
__ADS_1
"Ahh kau nikmat Achel sayang..aku tak sabar ingin memakanmu"
Setelah puas meraba dan mengu*lum tuan Maxton sampai di hotel.. Sebelumnya dia sudah memesan kamar untuknya dan Rachel palsu.. sebelum itu juga Roman sudah mensetting camera pengawas di kamar yang akan Maxton tempati bersama Rachel palsu..itu atas perintah Gian tentunya.