
Rachel palsu dan juga Maxton sudah berada di dalam kamar hotel yang tuan Maxton pesan..mereka lebih tepat nya tuan Maxton tak sadar bahwa ada Maya kamera yang mengawasi semua kegiatan mereka saya ini.
"Kau akan menuruti semua keinginanku Achel..tidak sia-sia aku membesarkan mu hingga kau menjadi wanita cantik seperti ibumu..ahhh aku sudah tidak tahan lagi"
Tuan Maxton melepaskan semua pakaiannya juga pakaian yang Rachel palsu pakai.
Keduanya sama-sama tanpa sehelai benangpun..tuan Maxton yang dasarnya sudah benar-benar on fire kini mulai melancarkan aksinya.
"Aku akan membuatmu mendessah di bawahku sayang..ternyata tubuhmu sangat menggugah selera ku..kenapa tidak dari dulu saja brengsek kan bisa bermain dengan ibu sekaligus anaknya..huh menyesal aku melepaskan wanita seperti kamu Achel sayang"
Rachel palsu yang memang masih sadar segera membuka matanya dan membalas setiap sentuhan dari tuan Maxton..awalnya tuan Maxton terkejut karena setaunya dia sudha memberi obat tidur pada minumannya tapi siapa sangka Rachel palsu lebih pintar dari yang tuan Maxton kira.
Rachel palsu memang terlihat meminumnya namun itu hanyalah tipu muslihat nya agar tuan Maxton percaya..dia tak benar-benar meminum minuman nya hanya sekedar menempelkan bibirnya pada gelas dan berakting seakan meminum nya.
Woah aktingnya warbiasa....
"K..kau sudah bangun.. bagaimana bisa?" Tanya tuan Maxton terkejut.
"Kau pikir aku bodoh hah..Daddy..kau bilang dirimu itu Daddy tapi lihatlah bagaimana kau akan makan anakmu Sendiri ckckck benar-benar tidak bisa di percaya" ujar Rachel palsu dengan raut wajah misterius.
Tuan Maxton semakin kelabakan.. bagaimana ini..apa yang harus dia lakukan..sialan..di luar dugaannya.
"Achel Daddy tidak bermaksud begitu nak..Daddy hanya--"
"Hanya ingin menguasai harta anakmu begitu?"
__ADS_1
"B..bukan nak.. dengarkan Daddy dulu Achel"
"Aku bukan anakmu dasar tuan bangka"
Tuan Maxton semakin merapatkan tubuhnya dengan Rachel palsu namun dengan cekatan Rachel palsu menendang sarang burung yang sudah tegak lurus bagai pasukan paskibra.
Dughh.....
"Arkhhhhhh...kau.. beraninya kau..ssshhh" ucap tuan Maxton terbata menahan sakit di tanduknya.
"Asal kau tau saja tuan Maxton Miller yang terhormat..saya bukanlah anak sambung anda Rachel"
"Apa..apa.. maksud mu..kau jangan bercanda Achel?"
"Aku memang bukan Rachel anak sambung mu karena aku adalah orang samaran yang bosku suruh menghajar mu"
"Kau pasti sedang bercanda kan?"
"Apakah wajahku terlihat sedang bercanda tuan Maxton"
Rachel palsu memalingkan wajahnya dan mencopot topeng wajah yang dia pakai..tuan Maxton terkejut bukan main karena melihat Rachel palsu melepas wajahnya.
"Kau..k..kau..ba..bagai..mana.. bisa?"
"Hahahaha..masuklah"
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian masuklah Roman, Richie dan Gian beserta 2 anak buah Gian.
"T..tuan..g.. Gian.. anda?" Ucap tuan Maxton amat sangat terkejut melihat kedatangan Gian.
"Apa kau terkejut Maxton Miller?" Tanya Gian dengan seringainya.
"Wah sepertinya kau ingin bermain dengan anakmu tuan Maxton upsss salah anak palsumu hahaha" tambah Richie dengan senyum iblis nya.
"Bawa si tua Bangka ini ke markas kematian" titah Gian dengan nada datarnya.
"Baik bos"
"Tuan..ampuni saya tuan..saya salah apa..?"
"Kau masih bertanya salahmu apa?"
"Tolong jelaskan apa kesalahan saya tuan..saya tidak pernah mengusik atau mengganggu ketenangan anda"
"Kau memang tak mengganggu ku tapi kau mengganggu istriku"
"Istri..siapa tuan..saya tidak kenal istri anda?"
"Cepat seret dia"
"Baik bos"
__ADS_1
Tuan Maxton di seret tanpa menggunakan bajunya hanya celana boxernya saja yang menempel di tubuhnya..Gian benar-benar tidak mengampuni Maxton yang bejat itu.