Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 21_Karyawan Teladan


__ADS_3

Di perusahaan cabang di London saat ini tengah di lakukan meeting untuk menentukan tim mana yang akan mendapat kesempatan untuk menghandle proyek real estate itu.


Suasana semakin tegang..bahkan untuk bernafas saja seakan sulit..persaingan juga semakin sengit antar tim.


"Jadi kesimpulannya adalah proyek ini saya serahkan kepada tim..3..selamat untuk kalian semoga proyek ini berjalan sesuai rencana"


"Terimakasih tuan Crish atas kepercayaannya..kami akan menjalankan tugas dengan sepenuh hati..sekali lagi terimakasih"


"Sama-sama ketua tim Ken.. saya harap kerja tim kalian sesuai harapan saya"


"Tentu tuan akan kami usahakan yang terbaik"


Rapat selesai dan tim 3 berhasil mendapatkan proyek besar itu.. Rachel,Ken,Stella,Maria,Ozi,Vero,dan Marcel akan mulai melakukan tugasnya masing-masing sebagai penanggung jawab proyek itu.


"Baiklah apa kalian sudah siap memulai perang ini..?" tanya Ken.


"Siap" jawab mereka serempak.


"Bagus..lakukan yang terbaik untuk proyek ini.. mari kita berjuang bersama "


"Siap"


Selesai dengan saling menyemangati mereka mulai melakukan persiapan untuk memesan bahan-bahan yang berkualitas bagus serta pembagian pengeluaran yang akan mereka gunakan untuk menyiapkan proyek itu.


Rachel, Stella dan Marcel memilih untuk meninjau sendiri bahan-bahan yang akan mereka gunakan untuk proyek itu..sedangkan Ken, Maria,dan Ozi melakukan negosiasi dengan mandor dan para pekerja.


Mereka berani membayar mahal asalkan kerja mereka bagus juga hasilnya memuaskan.


"Jadi bagaimana tuan apakah anda setuju dengan syarat yang kamu ajukan?" tanya Marcel pada pihak penyedia bahan.


"Baiklah saya setuju..sudah lama perusahaan kalian bekerjasama dengan kami..jadi tidak ada alasan untuk menolak..senang bekerja sama dengan anda sekalian"


"Syukurlah.. terimakasih tuan..saya harap anda tidak mengecewakan kami.. Terimakasih sekali lagi..kalau begitu kami pamit untuk mengecek sendiri keadaan bahan" ucap Marcel mewakili Rachel dan Stella.


Akhirnya mereka bertiga melakukan pengecekan terhadap bahan-bahan yang akan mereka gunakan untuk oembangun nanti..mereka tak ingin menyepelekan tugas meski sekecil apapun itu.

__ADS_1


Sedangkan Ken,Maria,dan Ozi juga sudah sepakat dengan hasil rundingan mereka dengan mandor proyek.


"Baiklah tuan Argus kami percayakan proyek ini pada kalian..jangan kecewakan kami karena kita sudah menandatangani perjanjian hitam di atas putih juga saksi yang aada..akrena proyek ini bukan hanya sekedar membangun tempat tinggal tapi juga membangun karir kami" ucap Ken memastikan.


"Tuan tenang saja kami akan melakukan pekerjaan kami dengan sepenuh hati dan tanggung jawab..senang bekerja sama dengan anda" ucap tuan Argus sebagai mandor sekaligus penanggung jawab proyek.


Setelah seharian penuh melakuakn tugasnya akhirnya tim 3 memilih pulang dan mengistirahatkan tubuh mereka agar bisa segar lagi di esok harinya.


Rachel pulang dengan keadaan kusut..dia melangkah menuju apartemen dengan lunglai..saat ini yang dia butuhkan adalah berendam di bathtub dengan bath salt dan aromaterapi yang menyegarkan badan.


Sampailah Rachel di apartemennya..dia masuk kedalam setelah memastikan pintu apartemen tertutup dan terkunci rapat sesuai perintah Gian.


Dia mulai melepaskan pakaiannya sejak dari ruang tamu..sungguh Rachel sangat ingin berendam sekarang.


"Akhirnya tubuhku sedikit lebih membaik..memang nikmat pulang kerja langsung berendam..ah..segar"


Di saat Rachel sedang asik berendam tiba-tiba ponsel nya berbunyi..dia ambil ponselnya dan terlihat nama My Prince di layar ponselnya yang berarti itu adalah Gian.


"Astaga kenapa video call sih..kan Achel sedang mandi..ishhh kalau tidak di jawab bisa-bisa besok dia sudah di depan pintu apartemen lagi..huhhh baiklah Achel angkat saja"


"Hallo Achel..kenapa lama sekali tunggu..kenapa hanya langit-langit yang terlihat..hey mana wajahmu?"


"Gian..Achel sedang berendam..Achel malu"


"Astaga..mana wajahmu?"


"Gian..Achel malu..Achel sedang mandi"


"Achel"


"Iya..iya.. baiklah"


Rachel pun mengalihkan kamera depannya seketika wajahnya merah padam bagai kepiting rebus..Gian melihat wajah merona Rachel dan terkekeh.


"Gian kenapa tertawa?"

__ADS_1


"Hahaha..tidak apa-apa..kau lucu sekali.. bagaimana hari ini apakah lancar?"


"Lancar semua..Gian kau tau..timku memenangkan proyek real estate itu..Achel senang sekali akhirnya Achel bisa membuktikan bahwa Achel bisa berdiri sendiri dengan kedua kaki Achel"


"Syukurlah..aku turut senang.."


"Ini semua juga berkat doa mu Gian.. terimakasih sudah mendukung Achel selama ini..Achel janji akan pulang secepatnya"


"Aku akan menantikan hari itu..sudah jangan terlalu lama berendam karena sudah gelap..jangan lupa makan jaga kesehatanmu..aku merindukanmu"


"Achel juga merindukan mu Gian"


Skip>>>>>>


Pagi menjelang waktunya Rachel bekerja lagi..hari ini mereka akan meninjau kembali pekerjaan nya.


Setelah berkumpul semua kini mereka menuju lokasi pembangunan real estate itu..sepanjang jalan mereka sibuk membahas rencana-rencana yang akan mereka realisasi kan untuk proyek itu.


Sampailah mereka di lokasi pembangunan nya..luas dan strategis..dekat swalayan,jalan utama,dan dekat kota pastinya..mereka berharap semoga setelah pembangunan selesai akan banyak peminatnya.


"Menurut kalian bagaimana jika kita tambah dengan fasilitas seperti gym,sekolah,klinik dan SPBU agar memudahkan mereka..kalian tau sendiri kan orang-orang di sini itu super sibuk..jadi mungkin tidak ada salahnya bagaimana?" tanya Ken memberi usulan.


"Hm.. aku rasa juga lebih baik begitu..aku setuju" ucap Stella.


"Ya aku juga" tambah Maria dan Ozi.


"Aku juga setuju tapi bagaimana dengan harganya..apakah akan di naikkan atau masih sama secara kan sudah ada fasilitas yang memudahkan" timpal Marcel.


"Menurut Achel sebaiknya untuk SPBU dan gym di free kan saja tapi untuk swalayan dan sekolah bisa memungut biaya minimal setengahnya agar tidak membebankan biaya yang dikeluarkan pembeli..percuma jika fasilitas memadai namun harga selangit tidak akan ada yang berminat..jadi Achel setuju dengan fasilitas itu tapi ada pengecualian nya" timpal Rachel memberi masukan.


Semua tim tampak menimbang-nimbang saran dari Rachel.


"Benar juga katamu Achel..kau memang paling bisa mengerti keadaan..good job karyawan teladan benarkan teman-teman?" tanya Ken pada semua tim.


"Ya benar" jawab mereka serempak.

__ADS_1


__ADS_2