
"Persiapkan segalanya malam ini aku akan ke negara X untuk menghabisi nya" ucap seorang pria yang sangat ingin menghabisi orang yang telah menyakiti ibu dan adiknya.
"Baik tuan"
"Ah satu lagi akan ada tambahan orang yaitu tuan Gian Wilson..jangan mengecewakan nya..dialah petunjuk kita"
"Baik tuan.. laksanakan"
Richie..ya pria itu adalah Richie yang sudha menunggu bertahun-tahun lamanya untuk menghabisi Maxton Miller yang telah membuat adik dan ibunya menderita..dia tak akan memberi ampun pada manusia iblis itu.
Setengah jam kemudian Gian datang sendiri karena di negara X sudha ada Roman yang mempersiapkan segala sesuatunya yang dia butuhkan.
"Sorry kakak ipar apakah aku membuatmu menunggu lama?"
"Ya kau sangat lama"
"Hahajaj..adikmu yang sangat cantik itu tidak mau kutinggal jadi aku harus membujuknya terlebih dahulu"
"Huh..alasan saja kau.. sudah ayo kita berangkat"
"Baiklah"
Mereka menuju landasan pacu pribadi keluarga Wilson..di sana sudha tersedia helikopter keluarga Wilson yang sewaktu-waktu di butuhkan..ada sekitar 5 helikopter yang standby di landasan pacu itu juga 2 jet pribadi.
"Woah Keluarga mu sangat kaya akan ternyata" ucap Richie kagum
"Jangan membuat malu.. bersikaplah layaknya orang kaya pada umumnya ckckck"
"Sombong sekali kau..huh"
"Hahaha aku tidak sombong tapi kau yang mempermalukan diri mu sendiri..lihatlah banyak yang melihatmu aneh"
"Sudahlah aku lelah berdebat dengan mu"
Gian hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kakak iparnya..berbeda dengan Rachel yang sangat menggemaskan ketika melihat dan menaiki helikopter dulu.
"Aw..ingin sekali aku mengulang kembali..dia sangat menggemaskan" batin Gian sambil tersenyum mengingat wajah kagum nan polos Rachel ketika menaiki helikopter dulu.
Tak berapa lama kemudian mereka pun mengudara menuju negara X..selama di perjalanan baik Gian maupun Richie hanya fokus pada rencana mereka agar Maxton Miller memakan umpannya.
Para anak buah Gian juga sudah di briefing mengenai rencana mereka..Gian tau Maxton bukanlah orang bodoh yang akan memakan umpan dengan mudahnya..dia juga tau saat ini dia tengah mencari keberadaan Rachel..tentu saja untuk harta Liona ibu Rachel dan Richie.
"Jadi mommy ku maish mempunyai harta yang di pegang oleh Maxton?" tanya Richie tak percaya.
"Ya..dan itu semua hanya akan bisa di gunakan jika tanda tangan Rachel Maxton dapatkan..selama Rachel tidak ada maka harta itu tidak akan bisa mereka gunakan" jelas Gian pada Richie.
"Darimana kau tau?"
__ADS_1
"Keturunan keluarga Wilson mempunyai kecerdasan yang tak kalian miliki..hahhaha"
"Sialan..sombong sekali kau"
"Sudahlah sekarang fokus pada rencana kita saja.. bagaimana apakah kau sudah membawa apa yang aku minta?"
"Sudah semuanya..untuk apa kau minta itu?"
"Untuk memancing ikan yang besar" jawab Gian sambil menyeringai.
"Wah sepertinya kau mempunyai rencana lain juga ya..katakan padaku"
"Sekali dayung 2,3 pulau terlampaui"
"Apa maksud nya?"
"Dasar bodoh..sekali pancing 2,3 ikan akan kita dapatkan menggunakan barang yang kau bawa bodoh"
"Sialan kau mengatai kakak ipar mu bodoh..aku adukan kau pada Bella"
"Silahkan saja..aku tidak takut"
"Sial"
Sampailah mereka di negara X..Gian dan yang lainnya beristirahat sebentar di rumah singgah atau mini airport pribadi keluarga Wilson.
"Ntah..aku tak tau"
"Brengsek.."
Gian hanya tertawa mendengar umpatan Richie.. pertanyaan yang sama yang pernah Rachel tanyakan padanya waktu dulu..ah dia jadi merindukan Rachel.
Masing-masing masuk kedalam kamar..anak buah Gian sudah bersiap jika sewaktu-waktu tuannya membutuhka mereka..Roman juga sudah standby di rumah itu.
"Roman aku istirahat dulu..nanti malam baru kita mulai misi kita..untuk sekarang ini kau buat Maxton penasaran saja tentang Rachel..apa kau sudah mengakuisi perusahaan Maxton?"
"Sudha bos..saya juga sudah berkirim pesan pada Maxton dengan mengatasnamakan nona Rachel..dan dia meminta untuk bertemu di cafe xx nanti malam"
"Bagus..kau bayar seorang perempuan untuk menyamar menjadi istri ku agar Maxton terkelabui"
"Baik bos kalau begitu saya pamit"
"Ya terimakasih"
Gian beristirahat karena lelah setelah pejalanan udara yang mereka tempuh juga menguras otak nya untuk menjebak si Maxton Miller itu.
"Istriku sedang apa ya..aku jadi merindukan nya"
__ADS_1
"Ah nanti saja.. sekarang pasti dia sedang istirahat..aku kirim pesan saja lah"
Gian mengirim pesan pada Rachel karena rasa rindunya tak bisa terbendung lagi..lebay sih tapi memang itulah yang Gian rasakan.
*Honey kau sedang apa,aku baru sampai di negara X*
Begitulah isi pesan dari Gian..sepuluh menit kemudian Rachel membalas pesan itu.
*Aku sedang tiduran sayang,tadi habis menidurkan si kembar,syukurlah kalau kau sudah sampai*
Tak butuh waktu lama untuk Gian membalas pesan Rachel.
*Baiklah selamat beristirahat honey,aku merindukanmu*
Rachel tersipu membaca pesan balasan dari suaminya..ah dia seperti ABG saja.
*Aku juga merindukanmu sayang π*
Gian jangan di tanya setelah membaca pesan balasan dari Rachel..dia berguling-guling di kasur besarnya.. seperti orang gila.
*πππAku mencintaimu istriku yang paling cantik*
Rachel tersenyum melihat balasan suaminya..dia benar-benar seperti ABG yang tengah kasmaran saat ini.
*Aku juga mencintaimu suamiku*
Setelah itu mereka sama-sama tertidur..Rachel tertidur karena lelah mengurus ketiga anaknya meski ada pengasuhnya namun Rachel tak serta merta menyerahkan sepenuhnya kepada pengasuh itu..dia ingin ikut andil terhadap perkembangan anak-anak nya.
Gian tertidur karena perjalanan dari negara A menuju negara X cukup memakan waktu lumayan panjang juga membahas mengenai penjebakan Maxton yang menguras otaknya.
#Skip..........
"Apa kau yakin sayang Rachel mau bertemunya denganmu setelah kejadian 3 tahun yang lalu?" tanya istri tuan Maxton.
"Aku yakin..dia sudha menghubungi ku tadi pagi dan menanyakan kabarnya..kau tau ternyata yang membuat perusahaan ku hamour bangkrut adalah anak sialan itu"
"Apa.. bagaimana bisa sayang?"
"Aku juga tak tau..mungkin dia sudah jadi simpanan om om jadi dia sudah bisa bertingkah.. lihatlah apa yang akan ku lakuakn padanya nanti"
"Begini saja sayang..kau keruk hartanya saja..kau beri dia kasih sayang yang dia mau selama ini..setelah dia percaya padamu maka saat itu juga kau ambil semua harta nya.. bagaimana?"
"Kau benar..kau memang istri yang berguna"
"Tentu saja..aku juga tak mau jatuh miskin laki-laki tua Bangka" batin istri tuan Maxton.
Tuan Maxton dan istrinya saat ini srdnag memikirkan rencana bagaimana caranya menguasai harta kekayaan yang Rachel miliki saat ini.
__ADS_1
"Aku harus membuatnya percaya padaku agar aku bisa merebut semua hartanya"